Akhirnya Bisa Lihat Kawah Dempo

PadaFebruari 2010, bersama rekan dari Malang saya mendaki Gunung Dempo, yang bagi saya kala itu adalah pendakian yang benar-benar melelahkan. Saking lelahnya, hanya bisa sampai puncak dan turun ke lembah, tidak sanggup lagi untuk meneruskan sampai ke Kawah Dempo. Tujuh tahun kemudian, pada bulan Maret 2017, saya memberanikan diri mengulang pendakian Gunung Dempo.

Sebelum Shelter 2.
Pada pendakian kali ini, saya ditemani rekan dari Jakarta dan Garut. Berempat dan berkat promo moda pesawat terbang Lion Air (yang belakangan agak kami sesali), berangkatlah kami ke Pagaralam, kota kecil berjarak kurang lebih delapan jam dari Palembang. Sesuai namanya, Pagaralam dikelilingi oleh bentangan alam pegunungan yang sangat memanjakan mata. Gadis-gadisnya pun tidak kalah sejuk di mata. #eh

Kabur Sebentar ke Gunung Talang

Seperti kedua gunung lain yang saya daki di Provinsi Sumatera Barat, pendakian Gunung Talang juga saya lakukan di sela-sela kunjungan pekerjaan ke Padang. Itulah kenapa pendakian tidak bisa dilakukan berlama-lama, hanya berangkat pagi dan sore sudah kembali di bawah. Kebetulan juga gunung-gunung di sini tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai ke atas.

Bagai di Tengah Salju.

Bagi saya, dibutuhkan waktu empat setengah jam untuk sampai ke puncak gunung 2597 mdpl ini, tiga jam untuk sampai ke lokasi ‘camp’ dan satu setengah ke puncak. Bagi yang sudah pernah mendaki Gunung Merapi di Jawa Tengah, tidak perlu heran karena jalurnya mirip sekali yakni jalur pendakian tanah bebatuan biasa disambung Camp yang sangat mirip Pasar Bubrah baru jalur puncak. Asyiknya lagi, di puncak terdapat Hutan Mati yang mirip dengan Hutan Matinya Papandayan.

Sehari di Kebumen

Bagi saya, Kebumen adalah kabupaten kecil di pesisir pantai selatan Jawa yang biasa saja. Tidak pernah sekalipun terlintas untuk mengkhususkan menjadikan kabupaten ini sebagai destinasi wisata. Yah, di samping jarak yang lumayan jauh, waktu cuti juga terbatas. Maklum, karyawan kantoran yang kudu kejar setoran, hehe..

Benteng Merah.
Oleh karena itu, ketika ada jeda di tugas kantor di Cilacap, langsung saja merencanakan untuk singgah di Kabupaten yang sudah berdiri sejak 1677 ini. Melihat beberapa postingan instagram teman, tempat yang paling ingin kusinggahin adalah Benteng Van Der Wijck dan Pantai Menganti. Memang tidak salah pilih, kedua tempat ini memiliki landscape yang sayang untuk dilewatkan.

Menggapai Puncak Marapi

Kata teman saya @mhdalma, di gunung inilah legenda Cerita Mak Lampir berasal, bukan dari Gunung Merapi di Jawa Tengah-Yogyakarta sana, tetapi di sini, di Sumatera Barat. Cerita harimau jadi-jadian dan Datuk Panglima Kumbang yang sempat tenar di salah satu televisi swasta nasional tersebut aslinya berasal dari Gunung Marapi, pakai ‘a’. Samar-samar, masih terpatri dalam ingatan kisah itu pertama kali saya dengar dari radio bersama keluarga menjelang waktu tidur dulu, dua puluh tahun yang lalu.

Taman Eidelweis Puncak Marapi.
Mungkin ada benarnya, karena Datuk sendiri adalah gelar yang umum digunakan di Masyarakat Minang. Entah kenapa, cerita ini diadaptasi ke Tanah Jawa yang juga mempunyai gunung berapi, yakni Merapi. Lain Merapi, lain pula Marapi. Setelah beberapa kali mendaki Gunung Merapi, akhirnya saya berkesempatan menikmati keindahan gunung merapinya Pulau Sumatera yang rancak bana!

Pesona Middle Earth di Puncak Singgalang

Saat itu pukul dua siang, setengah jam yang lalu cuaca masih terik menyengat, namun begitu memasuki hutan lumut, suasana berubah menjadi gelap karena kabut yang tebal. Untuk berjalan, kita harus ekstra hati-hati karena daratan berupa lumpur, seperti masuk ke rawa-rawa. Agar aman, harus berjalan dari akar pohon yang satu ke akar pohon lainnya. Serasa memasuki Hutan Mirkwood dalam kisah Tolkien yang terkenal itu.

Hutan Lumut.
Di ujung, atau mungkin lebih tepatnya di tengah, hutan lumut kita akan menjumpai sebuah telaga. Namanya, Telaga Dewi, jernih dan cantik wujudnya. Luasnya mungkin seluas lapangan bola dikelilingi hutan lumut yang kadang tampak, namun seringkali tidak nampak karena tertutup kabut putih yang tebal. Hutan Lumut dan Telaga Dewi memang menjadi tujuan utama saya mendaki Gunung Singgalang, Sumatera Barat.

Menggapai Ciremai dari Apuy

Faktanya, saya sudah pernah ke Ciremai dan tujuan sana mengulang mendaki gunung ini cuma agar punya foto di Puncak 3,076 mdpl, hehe.. Sebab lain, sebagai pengganti kekecewaan karena pendakian ke Gunung Tanggamus, Lampung, yang sudah direncanakan dari jauh-jauh hari, batal pada detik-detik terakhir. Ciremai menjadi pelampiasan semata, pelampiasan yang indah. :D

Puncak Ciremai yang Ramai.
Saya beruntung mempunyai teman mendaki yang sejenis dan bisa diandalkan, Lei namanya. Ketika rencana yang sudah jauh hari disepakati tidak terlaksana, kami berdua langsung oke ketika ide mendaki Ciremai terlintas. Karena itu pula, kami masih bingung hendak mendaki dari jalur mana. Agak geli juga ketika ada pendaki lain yang bertanya kami hendak mendaki via mana, mereka terheran karena kami belum tahu hendak menggunakan jalur mana, notabene kami sudah di dalam bus yang menuju Cirebon.

Ngetrip Akhir Pekan ke Pulau Pramuka

Sudah sejak lama ingin menjajal main ke Taman Nasional Kepulauan Seribu yang masih masuk Provinsi DKI Jakarta. Mungkin agak aneh didengar bahwa di dalam wilayah ibukota negara terdapat taman nasional, di dunia mungkin hanya Jakartalah satu-satunya. Menuruti rasa penasaran ke Kepulauan Seribu, saya memutuskan untuk ikut Open Trip yang banyak diadakan oleh agen-agen tur karena pertimbangan dari segi biaya dan susahnya moda transportasi laut.

Yuk Snorkeling!
Kebetulan, iklan yang terpampang di Instagram mengajak untuk ‘ngetrip bareng’ ke Pulau Pramuka sebagai destinasi utama yang merupakan salah satu pulau yang padat penghuninya. Sebenarnya di pulau satu ini kita cuma numpang bermalam saja karena adanya akomodasi yang sudah layak, destinasi sebenarnya ada di sekitaran Pulau Pramuka. Mungkin hal yang sama juga berlaku untuk trip ke Pulau Harapan, Tidung, atau lainnya.

Tips Ikut Open Trip di Laut, Darat, dan Gunung

Berpergian ikut dengan agen tur? Kenapa tidak. Sah-sah saja jalan-jalan dengan agen tur, tidak perlu malu dikatakan sebagai bukan traveler sejati, bla.. bla.. bla.. Saya sendiri beberapa kali menggunakan jasa agen untuk berpergian ke suatu tempat, karena terkadang lebih murah dan dapat menikmati perjalanan. Tentu segala sesuatunya sudah diatur dan kita diharuskan untuk mengikutinya.
  
Rental Sepeda Motor di Krabi.
Bagi saya pribadi, pertimbangan untuk menentukan akan menggunakan jasa agen tur atau yang lebih beken dikenal dengan istilah open trip lebih terutama dari faktor medan yang akan didatangi, namun tentu saja budget sangat berpengaruh di sini, maklum, pejalan kere, hehe.. Nah, mari kita bahas satu-satu dari medan yang akan dijelajahi.

Gagal ke Phi phi Island

Tidak selamanya trip berjalan lancar dan menyenangkan. Tidak selamanya pula kita mendapat pengalaman indah yang patut dikenang. Pada trip saya ke Phi phi Island salah satu contohnya, ketika keinginan dan rencana bertemu dengan kondisi alam yang tidak bersahabat mengakibatkan hampir seluruh rangkaian perjalanan tidak bisa dilaksanakan karena dipaksakan tetap jalan.

Susana di Kapal Saat Menuju Phi phi.
Saat jalan-jalan ke Thailand, Phi phi Island menjadi salah satu tujuan destinasi kami, apalagi kalau bukan film yang diaktori Leonardo de Caprio, the Beach. Membaca dari berbagai sumber dan rekomendasi teman baik, kami memutuskan untuk menyebrang dari Krabi. Kalau melihat di peta, Krabi memang berjarak tempuh lebih dekat dibanding dari Phuket, tentunya bertarif lebih murah pula, hehe..

Tiga Gunung Asyik dari Ujung Barat Jawa

Pulau Jawa memang kaya akan gunung-gunungnya yang indah. Sebut saja Gede-Pangrango yang menawan, Argopuro dengan jalur terpanjangnya, Raung dengan jalurnya yang menantang, dan tentu saja Semeru puncak tertinggi di Jawadipa. Jika diamati, gunung-gunung tinggi tersebut kebanyakan tersebar di pulau bagian timur. Namun, siapa sangka di ujung barat juga terdapat rangkaian tiga gunung yang asyik untuk didaki.

Gunung Pulosari.
Walau puncaknya tidak sampai 2000 mdpl, ketiga gunung ini cukup menantang untuk didaki pada akhir pekan. Terletak di Kabupaten Pandeglang, ketiga gunung ini membentuk gugusan segitiga terbalik. Adalah Gunung Pulosari 1,346 mdpl, Gunung Karang 1.778 mdpl, dan Gunung Aseupan 1,174 mdpl yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Ketiga gunung ini menawarkan keindahannya sendiri-sendiri.

Menembus Rapatnya Gunung Aseupan

Satu lagi gunung di Banten yang asyik untuk didaki, Aseupan namanya. Gunung setinggi 1,174 mdpl ini terletak di Kabupaten Pandeglang. Gunung ini menjadi satu rangkaian dengan Gunung Karang dan Gunung Pulosari, membentuk semacam segitiga terbalik. Memang tidak tinggi, hanya seribuan meter saja, namun jangan tanya tentang kondisi jalur pendakiannya, beuh, garang!

Menuju Puncak Aseupan.
Selain faktor topografi yang memang membuat susah untuk didaki, hampir tidak ada jalur yang landai, jarangnya pendaki yang mencoba gunung satu ini tak ayal menjadikan vegetasinya rapat seperti hutan perawan. Jalur memang sudah ada, kita tidak perlu membuat jalur baru untuk menuju puncak, namun tetap saja: alang-alang, tanaman berduri, bahkan pohon yang tumbang harus kita lewati.

Ikut-ikutan ke Gunung Lembu

Tingginya cuma 792 mdpl, mungkin lebih cocok jika disebut bukit kali ya. Bersama Gunung Bonggok dan Parang, gunung ini terletak di sekitaran Waduk Jatiluhur. Lokasi persisnya berada di di Kampung Panunggal, Desa Panyindangan, Kecamatan Sukatani, Purwakarta, Jawa Barat. Akses ke sini cukup mudah, tinggal keluar tol Purwakarta dan ambil arah kanan. Set GPS atau tanya warga lokal, pasti banyak yang tahu.

Gunung Lembu. :D
Saya sendiri waktu itu hanya ngikut teman yang juga ngikut temannya (entah temannya juga ngikut temannya lagi atau tidak, hehe..). Kami janji bertemu sepulang kerja di Kampung Rambutan pukul sepuluh malam untuk dilanjut bus arah Purwakarta yang lama sekali baru nongol, perasaan biasanya ada banyak sekali, entah kenapa pas dicari kok malah tidak ada sama sekali. Sekitar pukul sebelas lebih, akhirnya bus yang dinanti datang juga dan dimulailah jalan-jalan santai kami.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...