PERJUANGAN SEORANG DANUS

SMS sana sini tuk minta bantuan buat jual baju pantas pakai dan tensi sukarela. Membalas “tidak bisa” saja tidak. Akhirnya yang berangkat ya, dari danus itu sendiri, plus segelintir orang yang itu-itu juga.

Bangun jam 4 pagi, di kala teman yang lain masih terlelap tiap sabtu-minggu. Kumpul di posko tuk menunggu teman yang katanya bakal datang.

Ngeteng barang bawaan yang seabrek pake motor. Kadang cuma cewek-cewek doang.

Cari lapak kosong berebut ma ibu-ibu yang suka sewot. Kudu pasang senyum uang 50ribunya Pak Harto tuk gaet pembeli. Walau kadang kudu “terpaksa” senyum.

Bawa pulang kembali sisa barang dagangan. Tensi yang kadang cuma dapat 2 ribu rupiah, ga sepadan ma bensin yang dikelurkan. Belum lagi pulsa buat sms sana sini.

Yah, itulah keluh kesah para danus yang dengan segenap tenaga dan waktu mencari sepeser demi sepeser rupiah. Demi suksesnya acara yang mungkin mereka ga ikut ngerencanain. Semua itu demi kita semua.

Pengurus bolehlah bikin proker yang super Hebat. Ketua panitia bolehlah bikin kegiatan yang WAH. Seksi Acara bolehlah bikin acara yang Luar Biasa Bagus. Yang dalam proposal tinggal cantumin “pendapatan dari segi danus Rp. 1.400.000,- atau sekian… sekian…“. Tapi tak pernah mikirin gimana nanti mencarinya, kecuali cara-cara standar, proposalah, tensilah, jual bajulah. Okey, kalau tak bisa kasih solusi, minimal bantulah mereka dengan tenaga. Semua butuh biaya kawan, Jer Basuki Mawa Beya.

Jangan pula cuma omong sana-sani dengan tingkat bahasa yang susah dipahami. Kasih saran ini itu, tapi ga bantu tuk nyiapin acara biar bisa berjalan dengan sukses. Bukan saat bikin konsep ma hari H saja, tapi bantu jauh sebelum acara itu dimulai.

Jangan juga “katanya” mau bantu, tapi datang setelah acara tensi atau jualan baju dah setengah jalan. Datang dengan pedenya dan bilang “Gimana jualannya, laris?”. Percuma tau! Ga ada gunanya. Kalau ingin membantu ya jangan setengah-setengah. Datang sesuai janji yang ditetapkan, bantu bawa barang dagangan, bantu gaet pelanggan, dan jangan pulang duluan. Itu namanya MAMPIR!

Jangan pula bantu di awal-awal doang, setelah 2-3 kali ga pernah nongol lagi. Parahnya lagi, jangan komentar kalo ga bisa kasih solusi yang lebih baik. Malah bikin jengkel saja. Diam malah lebih baik.

Sedikit uneg-uneg dari saya yang menyampaikan keluh kesah para danus. Maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan di hati rekan-rekan sekalian. Cuma sebagai bahan refleksi bagi kita semua, tak terkecuali untuk saya sendiri. Salut buat danuser : Dina bersaudari sang danus PAB, Trio Kwek Kwek yang berhasil mencapai 1 jeti, Ila’ ma Dewi dengan Pasar Malamnya, dan lainnya. (dm160209).

1 comment:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...