Yuk Snorkeling di Karimunjawa


Hanya dengan mengandalkan plan ‘berangkat jumat, pulang minggu’ akhirnya kaki ini berhasil menjejak Kepulauan Karimunjawa. Mengunjungi Kepulauan yang satu ini memang hasrat yang sudah lama terpendam bagi saya. 

Transportasi, penginapan, sewa perahu
Sarana transportasi ke Karimunjawa dapat dibilang cukup susah, karena itu kita harus jeli akan jadwal keberangkatan kapal menuju kepulauan cantik ini. Pilihan saya jatuh ke kapal Expres Bahari ini untuk menyebrang ke Karimunjawa dengan alasan waktu tempuh yang lebih cepat. Kapal ‘mungil’ ini terdiri dari kelas eksekutif, bisnis, dan extra seat (kelas ekonomi) di bagian atas yang berAC angin kuenceng Laut Jawa plus cipratan ombak kalau lagi beruntung, hehe..

 Menikmati indahnya terumbu karang Karimunjawa (doc: Fendi)

Sesampai di mainland, mencari penginapan yang murah dan nyaman adalah tujuan selanjutnya. Pikiran pertama adalah mencari di lokasi yang jauh dari pusat ‘kota’ dengan asumsi pasti murah harganya. Pikiran yang kemudian saya sesali, homestay-homestay di dekat alun-alun ternyata menawarkan harga yang jauh lebih murah, dari 40-70k ketimbang penginapan saya yang 125k permalam. Yah, gapapa, buat pengalaman.


Setelah transportasi dan penginapan terpenuhi, langkah ketiga adalah mencari perahu untuk explore pulau-pulau di sekitar Karimunjawa. Jika Anda tidak ikut paket tour, pilihannya cuma ada 2: menyewa kapal+guide+alat snorkeling sendiri atau join dengan rombongan lain. 

Saya memilih yang kedua. Pada pilihan pertama kita dapat dengan bebas memilih destinasi (yang seabreg) dengan waktu di tiap destinasi terserah kita, tetapi tentu saja harganya lumayan menguras kocek. Sementara pilihan kedua menawarkan harga yang lebih murah tetapi dengan destinasi yang harus ‘nurut’ dengan rombongan yang kita tebengin. Karena itu, pastikan destinasi utama Anda sama dengan rombongan yang akan Anda tebengin.

Sebagai pertimbangan, harga sewa kapal kecil berkisar 400-700k, sewa alat snorkeling 35k, guide 100k perkapal, itupun belum termasuk makan siang. Sedangkan untuk join harganya sepertinya sudah dipatok sama 100-150k per hari.

Let’s the adventure begin..
Pukul delapan pagi perahu yang akan membawa kami explore kepulauan yang terletak 80 km dari Kabupaten Jepara ini telah siap. Mas Fendi, guide setempat, menyambut dengan senyum hangat. Tampaknya warga setempat sudah sadar betul bahwa mereka berkecimpung di dunia pariwisata yang menjual jasa, selain destinasi yang menjadi tujuan utama. 

Rencananya hari ini kami akan mengunjungi Pulau Menjangan Kecil untuk snorkeling, dilanjut makan siang di Pulau Galeang, snorkeling lagi di Gosong Hitam, dan diakhiri dengan menikmati sunset di Ujung Gelam. Sayang sekali Menjangan Besar tidak termasuk di dalamnya, hilang sudah kesempatan melihat penangkaran hiu disana.

Snorkeling di Mejangan kecil akan menjadi pengalaman yang pertama kali. Tanpa pikir panjang lagi, setelah fin, life jacket, dan alat snorkeling terpasang, loncatlah saya dari perahu untuk menikmati keindahan terumbu karang Karimunjawa yang mempesona. Awalnya sempat canggung, tetapi lama kelamaan mulai terbiasa juga. Sampai di akhir sesi saya memberanikan diri untuk snorkeling tanpa life jacket yang ternyata lebih nyaman dan enak. 

 Bakar ikan di pulau kecil

Tanpa sadar, sudah hampir 2 jam lebih kami bersnorkling di satu pulau saja. Saatnya menuju destinasi berikutnya untuk dilanjut makan siang. Alih-alih membawa nasi kotak, para guide setempat itu membakar ikan langsung di alam terbuka untuk kami. Sungguh suatu kenikmatan tersendiri bisa bercanda tawa sambil menghangatkan diri sembari membakar ikan.

Tujuan snorkeling yang kedua ternyata terletak di tengah laut, berbeda dari yang pertama di pinggir pulau. Hal ini menyebabkan arusnya cukup kencang, ditambah saat itu kondisi gerimis kecil membuat ombak makin tinggi sehingga Mas Fendi memutuskan untuk menyudahi sesi snorkeling yang baru 15 menit berjalan. Sayang sekali, padahal spot yang ini lebih bagus dari yang pertama.

Ombak yang cukup besar mengiringi kami menuju destinasi berikutnya, Pantai Ujung Gelam. Dari sini perut terasa tidak enak, kombinasi ombak yang kencang dan perut penuh makan siang yang nikmat di Pulau Galeang membuahkan satu hasil: jackpot! Keluar semua isi makanan dalam perut ke lautan. Sumpah, rasanya sangat tidak enak! Huekss..

 Pantai Ujung Gelam

 Seperti datang dari dunia lain, sesampai di Pantai Ujung Gelam cuaca terik oleh sengatan matahari dengan laut yang tenang. Langsung saja saya menuju ke warung-warung yang ada di tepi pantai untuk memesan teh panas demi mengatasi rasa mual perjalanan tadi.

Ternyata pantai Ujung Gelam memang terkenal akan keindahan pantainya dikala sunset. Akses kesana juga bisa ditempuh dari jalan darat, sekitar 7 km dari pusat kota. Pasir putih dan pohon kelapa di pinggirnya kian menambah indah suasana. Asyik sekali buat bersantai atau sekadar berfoto-foto.

Jika Anda ingin mengirit biaya penginapan, tenda adalah pilihan yang tepat seperti yang saya lakukan pada malam kedua. Banyak spot berkemah yang asyik di mainland atau pulau sekitarnya. Ohya, di mainland sudah ada warung internet koneksi satelit dan ATM Bersama sehingga idak perlu kawatir kehabisan uang cash selama disana.

 Mainland sebelah barat

Finally, tercapai juga impian ke Karimun National Park. Yuk Snorkling di Karimunjawa. :)

How to get there:
Untuk memudahkan akan saya tulis dalam bentuk tabel:

6 comments:

  1. yuupppp kemaren saya kesini.... saya sempat hitung2.. lebih enak kesana berenam dibandingkan ikut tur.. pengeluaran bisa sama tapi pengalaman bisa lebih banyak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget. Bisa explore semua pulau, ada temen yang sampai seminggu disana, nenda di pulau. Asyik sekali. :)

      Delete
  2. tq infonya mas, klo saat ini tarif2nya naik ya? itu join tur (nebeng), gimana cara ikutannya? pengen banget kesana...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terakhir temen saya kesana (2 minggu yang lau)\\lu) masih sama kok mas. :)

      Delete
  3. gak nyobain ke penangkaran hiu nya mas yang ada di pulau menjangan? bikin deg-degan kalo ke situ, hiunya banyak banget..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak ah, gak bagus kalau hiu diganggu manusia, biar tetap alamiah aja. :D

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...