Sjahrial Djalil, Eksentrik dibalik Museum di Tengah Kebun

Karawang, 9 Februari 2013

Jika teman-teman sekalian sempat singgah di daerah Kemang, Jakarta, sempatkanlah untuk mampir ke Museum di Tengah Kebun, sebuah museum pribadi nan asri yang memamerkan barang-barang antik dari seluruh penjuru dunia. Disamping tidak dipungut biaya, benda koleksi yang mencapai 4000 buah ini sayang untuk dilewatkan.

Pintu masuk Museum di Tengah Kebun
Salah satu benda koleksi museum.

Bagi saya pribadi ketika mengunjungi museum ini, hal yang saya rasakan bukanlah kagum akan benda-benda koleksi museum, melainkan kekaguman akan Sjahrial Djalil, si pemilik museum. Betapa tidak, kita seolah diajak untuk menyelami kehidupan eksentrik beliau lewat kehadiran Museum di Tengah Kebun ini. Benda koleksi diletakan dari ruang depan, ruang tamu, kamar kerja, kamar tidur, bahkan sampai kamar mandi! Penataan benda koleksi pun tidak digolong-golongkan, sesuai selera si empu museum.

Seluruh benda koleksi didapatkan dari uang pribadi Bapak yang berdarah Minang ini, dari yang cuma seharga 50 dolar sampai ratusan juta rupiah. Dari yang harus ditukar dengan mobil Mercy sampai dengan apartemen beliau, bahkan, aku beliau, ada yang meminta ditukar dengan pembangunan sebuah sekolah lengkap dengan perabotnya.

Kamar madi juga digunakan untuk tempat menyimpan benda museum

Sjahrial Djalil, pendiri Museum di Tengah Kebun
Dedikasi yang tinggi ini beliau lakukan sepenuhnya demi generasi muda sekarang dan untuk mengangkat martabat bangsa Indonesia di mata dunia, bahwa Indonesia juga bisa. Sorot matanya tampak sedih ketika bercerita bahwa beliau tidak pernah menemui orang Indonesia di Balai Lelang Christie, tempat dimana sebagian besar benda koleksi berasal.

Saat ini Sjahrial Djalil tengah menginjak usia 70 tahun, di usianya yang sudah senja ini beliau tetap semangat untuk menambah benda koleksi museum. Bahkan beliau sudah menyiapkan biaya perawatan museum selama 15 tahun setelah kematiannya. Karena itu, dibentuklah Yayasan Museum di Tengah Kebun untuk mengelola seluruh benda koleksi bersejarah tersebut.

Benda koleksi Museum di Tengah Kebun
Ohya, jika ingin mengunjungi museum ini harus reservasi terlebih dahulu ya. Museum cuma buka hari senin, kamis, sabtu, dan minggu yang tiap hari bukanya dibagi dalam dua kunjungan yaitu pukul 09.30-12.00 dan 12.30-15.00. Tiap kunjungan dibatasi minimal 6 orang dan maksimal 10 orang, dengan usia minimal pelajar SMA. Dan satu lagi, jangan sampai datang terlambat karena Pak Djalil tidak menolerir segala bentuk keterlambatan. Untuk reservasi dapat melalui nomer telpon (021) 7196907. (dm 080213)


4 comments:

  1. Keren & lengkap infonya, thanks ya. Bakalan berkunjung dalam waktu dekat deh :-)

    ReplyDelete
  2. keren tulisannya.. btw, sy pun punya rasa serupa wkt dtg bkunjung! Beliau patut dicontoh.

    ReplyDelete
  3. Terima kasih untuk komentarnya Klara. Semoga di generasi sekarang dan mendatang muncul Djalil-djlalil yang lain. :)

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...