My Dream Journey



Kata-kata adalah doa. Sering sekali saya mendengar ungkapan ini, dan mungkin benar adanya. Masaru Emoto dalam bukunya, The True Power of Water, melakukan percobaan dengan “memberikan” sejumlah kata-kata ke tiap-tiap bejana yang diisi air dan melihat penampakan Kristal yang terbentuk darinya.

Nepal. (by Dmitri Alexander in adventure.nationalgeographic.com)
Dari situ didapatkan air yang diberikan kata-kata positif seperti ‘cinta’ dan ‘terima kasih’ menghasilkan bentuk kristal yang indah sekali. Dan sebaliknya, air yang diberikan kata-kata negatif seperti ‘bodoh’ dan ‘tidak bisa’ menghasilkan Kristal yang jelek bahkan tidak berbentuk.

Sehingga dapat disimpulkan air merespon kata-kata yang diberikan kepadanya. Dan mengikuti analogi yang sama, kita juga bisa menerapkannya pada tubuh kita sendiri mengingat 70% dari tubuh kita terdiri dari air. Dan itu berhasil! Satu contoh kecil yang pernah saya alami ketika mendapat pelatihan Innovation School, sebuah pelatihan yang bertujuan mengeluarkan kemampuan bawah sadar dengan membuat tubuh tertekan secara mental dan fisik.

Setelah 4 hari beraktivitas dengan perharinya tidur cuma satu jam, di hari terakhir kami harus menempuh rally sejauh 30 km. Saya dan rekan setim terus-menerus meneriakan “kaki saya kuat” dan ajaibnya kaki yang tadinya sudah tidak kuat dan sempat terkilir bisa juga mencapai garis finnish.

Seperti halnya Daniel Mahendra dalam bukunya Perjalanan ke Atap Dunia, yang menuliskan impiannya mengunjungi Tibet ke dalam blog pribadinya, sayapun ingin melakukan hal yang sama. Menuliskan impian saya berkunjung ke Everest Basecamp di Nepal!

Dalam impian saya, saya ingin melakukan perjalanan kaki dari Kathmandu sampai ke Everest Basecamp. Trekking dengan mungkin ditemani seorang teman (kalau ketemu atau ada yang ingin melakukan hal yang sama) ataupun ditemani Sherpa. Perjalanan di atap dunia sambil menikmati nuansa pegunungan Himalaya dengan segala keindahan dan kekerasan alam liarnya.

Saya masih belum tahu berapa modal yang saya butuhkan, berapa hari aklimatisasi yang dibutuhkan untuk orang daerah tropis seperti saya, ataupun peralatan apa saja yang dibutuhkan. Semua informasi itu mungkin bisa saya dapatkan di internet, tetapi saya takut kenikmatan perjalanan akan berkurang jika kita mengetahui semua detail. Yah, mungkin nanti saya browsing untuk rencana garis besar saja.

Perjalanan ini saya targetkan dapat terealisasi Juni 2014, setahun dari sekarang. Apakah akan terlaksana? Untuk menjawabnya saya mengutip frasa favorit dari tokoh idola saya, Leonardo da Vinci, yaitu Estinate Rigore! (dm 05/13)



2 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...