Semarang dalam Sehari

Ramai tetapi tidak sampai macet seperti di Jakarta. Nuansa Jawa yang kental walau tidak seperti Jogya. Kota yang kecil tetapi tidak kalah dengan kota besar lainnya. Penduduk yang heterogen hidup rukun bersama. Itulah beberapa gambaran singkat tentang Kota Semarang, ibukota Jawa Tengah. Kota yang terletak di pesisir pantai utara Jawa ini memiliki banyak objek wisata yang menarik untuk dikunjungi. Jika kawan sempat singgah selama sehari di Kota Semarang, berikut adalah beberapa alternatif tempat-tempat yang bisa dikunjungi.

Sam Po Kong.
Selamat Pagi Semarang
Untuk mengawali wisata sehari di Semarang kita mempunyai banyak pilihan tempat, salah satunya adalah Kawasan Simpang Lima. Apalagi jika kawan mengunjungi Semarang di hari minggu, Car Free Day di Simpang Lima tentu sayang untuk dilewatkan. Simpang Lima adalah pusat kegiatan Kota Lumpia ini.

Ke arah barat, kita dapat mengunjungi Klenteng Agung Sam Po Kong tempat peribadatan bagi umat Tiong Hoa. Tempat yang juga dikenal dengan nama Gedung Batu ini sebenarnya sebuah petilasan, yaitu bekas tempat persinggahan dan pendaratan pertama seorang Laksamana Tiongkok beragama Islam yang bernama Cheng Ho. Desain dan arsitektur bangunan Sam Po Kong yang khas daratan Cina tentu menarik untuk dikunjungi.

Pagoda Kwan Im.
Keramaian Simpang Lima di Pagi Hari.
Jika kawan bertolak dari arah Jogya, sempatkanlah untuk mengunjungi Vihara Avalokitesvara dan Pagoda Kwan Im Watugong yang terletak di depan Kodam Diponegoro Semarang. Pagoda setinggi 39 meter ini pernah mendapatkan penghargaan MURI sebagai pagoda tertinggi di Indonesia. Walau bukan umat Budha, umat agama lain tetap diizinkan memasuki area vihara asal tetap berlaku sopan.

Siang di Semarang yang Panas
Semarang bagi sebagian orang memang terkenal panas, apalagi jika berkunjung ke daerah pesisir. Untuk itu, pada siang hari kita dapat mengunjungi Lawang Sewu, salah satu landmark Kota Semarang. Bekas gedung stasiun kereta api ini mempunyai banyak sekali pintu sehingga disebut Lawang Sewu (pintu seribu). Selain keindahan bangunannya, gedung yang terletak di depan Tugu Muda ini juga terkenal akan keangkerannya. Hal ini mungkin disebabkan karena selama masa pendudukan Jepang, Lawang Sewu digunakan sebagai tempat pembantaian pejuang terutama di lorong bawah tanahnya.

Lawang Sewu.
Pintu-pintu di Lawang Sewu.
Alternatif lain yang bisa dikunjungi yakni berbagai museum yang ada di Semarang, salah satunya Museum Ronggowarsito. Museum yang terletak di dekat Bandara Ahmad Yani ini menyimpan banyak peninggalan benda purbakala dan sejarah bangsa Indonesia, terutama Kota Semarang.

Senja di Semarang
Saat senja, objek wisata yang asyik untuk dituju menurutku yakni Kota Lama. Nuansa kota peninggalan jaman kolonial ini akan terasa lebih kental atmosfernya di sore hari. Kota Lama cukup luas untuk dijelajahi. Bangunan-bangunan tua yang khas benua Eropa ini kebanyakan tidak bisa dimasuki, oleh karena itu kita cuma bisa menikmatinya dari luar. Sehingga berjalan-jalan dengan matahari tepat di atas kepala tentu mengurangi kenikmatan jalan-jalan.

Sudut di Kota Lama.
Masjid Agung Jawa Tengah dapat menjadi alternatif lainnya. Masjid terbesar se-Jawa Tengah ini mengadopsi desain Masjid di Mekah dengan adanya payung peneduh yang dapat dibuka-tutup. Karena luas areal dan desain masjid, tentu lebih enak dikunjungi saat matahari sudah mulai tenggelam. Berfoto dengan latar belakang masjid di kala senja tentu akan menjadi kenang-kenangan yang manis.

Malam, Saatnya Wisata Kuliner
Malam hari adalah saat yang pas untuk berwisata kuliner. Tempat kuliner yang baru-baru ini terkenal adalah Kampung Semawis yang terletak di Pecinan. Banyak pilihan menu kuliner yang dapat dipilih di sana. Sementara Pecinan sendiri cukup menarik untuk dikunjungi. Kawasan warga Tiong Hoa yang termasuk luas ini terasa kental akan nuansa Cina di tiap sudutnya. Seringkali pada akhir pekan kita juga dapat menyaksikan pertunjukan barongsai di Kampung Semawis.

Simpang Lima di Malam Hari.
Simpang Lima selain ramai di pagi hari, malam hari juga tidak kalah meriah. Banyak warga Semarang yang melewatkan malam di sini, sekedar duduk-duduk, bermain inline skate, atau berwisata kuliner. Kalau di Jogya kita mengenal angkringan, di Semarang kami menyebutnya sego kucing atau kucingan. Nama ini lantaran porsinya yang imut seperti porsi makan kucing. Ada juga Pecel Yu Sri yang terkenal atau beragam pilihan seafood.

Terakhir, sebelum meninggalkan Kota Semarang tentu tak lengkap jika tidak membawa oleh-oleh. Buah tangan khas Semarang yang terkenal tentu saja Lumpia, Wingko Babat, atau Bandeng Presto! Lumpia dapat kita beli dengan pilihan kering atau basah (sudah/belum digoreng). Wingko Babat juga tersedia dalam berbagai pilihan rasa. Khusus untuk Bandeng Presto, jika kawan masih lama akan mengkonsumsinya baiknya membeli yang vakum karena bisa bertahan sampai dua minggu. Sementara yang sudah digoreng cuma bertahan maksimal sampai 3 hari. Semua oleh-oleh ini dapat diperoleh di Jalan Pandanaran, dekat dengan Simpang Lima.

Itulah sedikit tips wisata sehari di Semarang. Selamat berkunjung di Kota Atlas. J (dm 050813)

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...