Gede Pangrango? Baca ini Sebelum Ke Sana

Gunung satu ini mungkin adalah gunung yang paling sering didaki. Gunung ini pula mungkin menjadi gunung yang paling ribet (baca : teratur) soal urusan perizinan. Pada bulan-bulan tertentu, gunung ini mungkin menjadi satu-satunya gunung yang memberlakukan penutupan pendakian secara berkala. Mungkin. Gunung yang terletak di Jawa Barat ini bernama Gede-Pangrango.

Perjalanan ke Gede.
Gunung Gede Pangrango sejatinya adalah dua gunung yang terletak di satu kawasan seperti halnya Gunung Arjuna Welirang di Jawa Timur. Gunung Gede memiliki ketinggian puncak 2.958 mdpl sedangkan Puncak Pangrango berada 61 meter lebih tinggi. Walau lebih tinggi, Puncak Pangrango berupa gunung mati berbeda dengan Gede yang terdapat kawah aktif.

Jalur Pendakian
Terdapat tiga jalur pendakian yang umum dipakai dan dibuka oleh Balai Taman Nasional Gede Pangrango (TNGP) selaku pengelola. Jalur tersebut memiliki karakteristik sendiri-sendiri. Jalur ‘nasional’ tentu saja jatuh kepada Jalur Cibodas. Di samping terletak dekat dengan akses jalan utama Bogor-Cianjur, jalur ini memiliki karakteristik jalur yang cantik dan lengkap. Dari air terjun, jembatan kayu, air panas, sampai tanjakan setan yang menantang. Disamping jalur yang jelas dan lebar, pendaki akan menemui banyak ‘bonus trek’.

Pos Cibodas.
Pos Gunung Putri.
Air Terjun di Jalur Menuju Kandang Badak.
Untuk menuju Cibodas kita dapat menuju Terminal Baranangsiang terlebih dahulu baru dilanjut angkutan apa saja yang ke arah Cianjur. Turun di bawah plang TNGP untuk dilanjut angkot warna kuning ke Cibodas. Ohya, kantor utama TNGP dan beberapa relawannya berada di sini. Dari Cibodas kita dapat lebih leluasa untuk menggapai Puncak Gede atau Puncak Pangrango.  Percabangan berada di Pos Kandang Badak yang juga bisa digunakan untuk mendirikan tenda. Dari sini jarak tempuh kedua puncak relatif sama, terserah kita mau pilih yang mana.

Jika kawan ingin langsung menggapai Puncak Gede, sebaiknya gunakan Jalur Gunung Putri. Jalur yang masih berada di Kabupaten Bogor tepatnya di Cipanas. Jalur ini memiliki trek yang lumayan menanjak dengan sedikit jalur landai. Untuk bertenda, kebanyakan pendaki akan memilih Alun-alun Surya Kencana mengingat di sini terdapat sumber air dan pemandangan ladang edelweiss yang memikat. Puncak Gede hanya 30 menit dari Surya Kencana.
 
Jalur ke Puncak Gede.
Antrian di Tanjakan Setan.
Jalur Selabintana berada di Kabupaten Sukabumi. Jalur satu ini adalah jalur yang paling asoy dari ketiga jalur pendakian Gede Pangrango. Seperti halnya Jalur Gunung Putri, jalur ini juga langsung ke Alun-alun Surya Kencana. Sehingga bagi kawan yang hendak menuju Puncak Pangrango harus naik ke Puncak Gede terlebih dahulu, turun ke Kandang Badak, baru dilanjut ke Puncak Pangrango atau terus ke Lembah Mandalawangi.

Prosedur Booking
Sebagai gunung yang mungkin menjadi paling sering didaki, TNGP memberlakukan sistem kuota kepada para pendaki. Sehingga apabila jumlah pendaki dalam satu hari sudah melebihi kuota yang ditentukan, pendaftaran akan ditutup. Untuk mempermudah pemberlakuan sistem ini maka pendaki harus terlebih dahulu booking untuk mendapatkan simaksi (surat izin masuk kawasan). Booking dapat dilakukan secara langsung di Balai TNGP atau secara online melalui website booking.gedepangrango.org. namun perlu diingat, walau online, simaksi tetap harus diambil maksimal H-1 sebelum pendakian. Untuk lebih jelasnya dapat langsung ke situs resminya di gedepangrango.org.

Perlu dicatat juga, peraturan booking Gede Pangrango seringkali berubah. Dari yang hanya perlu mengemail KTP ke teman relawan dan bayar 7000 rupiah, booking dan bayar 350 ribu rupiah per rombongan, tes tertulis, sampai update terakhir (2013) yakni bisa melalui sistem booking online. Sebaiknya sebelum mendaki kontak dulu balai TNGP atau relawannya. Perizinan tetap ditujukan dan diurus di Balai TNGP yang berkantor di Cibodas, bukan ke relawan TNGP seperti Montana atau Green Ranger.

Puncak Gede.
Puncak Pangrango.
Peta Gunung Gede (Sumber: gedepangrango.org).
Banyaknnya pendaki yang mengunjungi Gede-Pangrango tentu akan berimbas pada kondisi ekosistem gunung. Karena itu secara berkala dilakukan penutupan pendakian pada bulan Agustus, Januari, Febuari, dan Maret.

Itulah sedikit informasi yang perlu diketahui sebelum mendaki gunung cantik ini. Happy Climbiing, keep safe, clean, and fun climbing. (dm 121513)

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...