Gotong-gotong Tenda di Talaga Bodas

Oke, semua pasti sudah pada tahu di mana itu Talaga Bodas. Kawah kecil yang berwarna putih yang katanya Kawah Putihnya Garut, pasti taulah ya. Sudah banyak artikel-artikel yang mengulas tempat ini, dank arena itu pula saat menginjakan kaki di sini, tempat ini sudah lumayan ramai. Sudah banyak took-toko di pinggirnya. “Ramainya baru-baru ini aja kok, mas.”, ujar ibu-ibu penjual di salah satu warung.

Talaga Bodas.
Walau kian ramai, tapi tak mengapa, rencana kami berdua untuk kemping di sini tetap tak tergoyahkan. Ohya, untuk menuju ke sini cukup mudah. Telaga cantik ini terletak di Desa Sukamenak, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, Jawa Barat.  Dari Garut, naik angkot Terminal Guntur-Sukawening kemudian turun di pasar Sukamenak. Dari pasar naik ojek atau carter mobil sayur/angkot ke Talaga, belum ada rute angkutan umum ke sana. Lama perjalanan dari Terminal Guntur kurang lebih satu jam.

Talaga Bodas ini terletak di Desa Sukamenak, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Rute perjalanan ke Kawah Putih di Garut ini tidak sulit. Jika menggunakan angkutan kota, Baraya, bisa naik dari Terminal Guntur-Sukawening, jarak tempuh dari Garut sekitar 14 km. Kalau dari Wanaraja ke lokasi 6 km, waktu tempuh hanya sekitar satu jam saja.

Pemandian Air Panas.
Kawah yang Masih Aktif.
Lokasi Camp Pertama
Setiba di lokasi sekitar pukul sebelas siang, langsung kami mencari lokasi yang enak buat mendirikan tenda. Saat itu, walau di weekend, pengunjung Talaga Bodas tidak begitu banyak. Sehingga kami cukup leluasa untuk mencari tempat bermalam. Setelah menyusuri pinggiran kawah dan agak masuk ke hutan, kami menemukan lokasi yang cukup strategis.

Berada di depan air terjun kecil terdapat sebuah tempat datar yang hanya cukup untuk satu tenda. Setelah menimang-nimang dan tidak menemukan lokasi yang bagus, tenda pun mulai didirikan. Mungkin karena sudah terbiasa, tidak perlu waktu lama untuk mendirikan Lafuma Campo 2 ini. Tenda ini cukup ringan dan mudah didirikan (bukan promosi, hehe..).

Pemandangan Dari Pintu Tenda.
Air Terjun dari Atas.
Setelah tenda berdiri tegap, kami segera mengeluarkan isi tas dan memasak untuk santapan siang yang berupa sayur mayur dan nasi yang dibeli di pasar. Nikmat sekali, menyantap masakan seadanya sambil mendengarkan gemercik air terjun persis di depan pintu tenda.

Namun, tak berapa lama saat asyik ngobrol dan menyeduh kopi hitam, datang dua pemuda, yang dari tampang sepertinya orang lokal, ke tenda kami. Awalnya kami sempat kaget dan curiga. Ternyata, maksud munculnya dua orang asing ini hanya mengingatkan kami untuk tidak mendirikan tenda di situ, persis di depan air terjun. Lokasi tersebut ternyata rawan longsor.

Hmm…  bodohnya kami, mau tidak mau harus segera memindahkan lokasi tenda.
 
Air Talaga Bodas.
Sungai Talaga Bodas.
Jalan Menyusur Talaga.
Lokasi Camp Kedua
Mendapat peringatan akan bahaya longsor, kami segera mencari lokasi bertenda yang aman. Daratan agak luas yang tidak begitu jauh dari bibir kawah menjadi tujuan kami. Di lokasi tersebut penuh dengan alang-alang, namun di beberapa tempat sudah rata. Tampaknya di situ sering dipakai untuk bertenda juga.

Kebodohan kami yang kedua, malas mengepak tenda ke dalam tas, aku dan Lei merelakan diri besusah-susah menggotong tenda dari lokasi tenda yang pertama ke tempat baru. Padahal jalan yang harus dilewati berupa turunan jalan setapak yang lumayan terjal dan rimbunnya pepohonan. Hehe... tapi seru juga.

Sunrise di Talaga Bodas.
Gunung Sadahurip.
Beberapa pengunjung yang melihat kelakuan kami hanya menampakan wajah keheran dan bingung. Dan kami pun hanya melenggang dengan pedenya. Kalau dihitung, jarak yang harus ditempuh untuk menuju lokasi tenda yang kedua cukup jauh. Sekitar 300 m.

Yah, itulah sedikit pengalaman konyol ketika kemping di Talaga Bodas. Sebaiknya jangan ditiru kawan, hehe.. Keep safe, clean, and fun climbing. (dm 122713)

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...