Fotografi Buta di Arjuna Welirang

Yang aku maksud dengan fotografi buta ini bukan fotografi oleh orang buta, bukan pula memoto orang buta. Namun ketika kita memotret dalam kondisi tidak bisa melihat objek yang hendak kita foto. Bukan tidak ada view finder, bukan pula karena sedang aksi. Hal ini semata-mata disebabkan layar lcd kamera pocket yang rusak sehigga kita tidak bisa melihat objek yang hendak kita ambil, hehe..

Menyusur Gunung Arjuna.
Awal kisah sebagai mahasiswa kere yang agak narsis, ketika jalan-jalan yang pertama kali dicari yakni pinjaman kamera. Setelah cari sana-sini tiada hasil, tinggal kamera pocket Nikon Coolpix temen yang dapat dipinjam. Sialnya, lensa kameranya rusak dan memang desain kamera tersebut tidak menyediakan view finder. Okelah, daripada tidak ada dokumentasi sama sekali, foto-entah-bagaimana-hasilnya pun tak mengapa.

Untuk mendapatkan angle yang bagus, aku hanya mengandalkan intuisi. Bagaimana kira-kira posisi yang tepat. Susah memang, tetapi jika sudah terbiasa motret dengan kamera pocket tentu akan menjadi mudah. Selanjutnya tinggal feeling yang bermain.

Yang lebih susah diprediksi tentu saja fokus foto yang dihasilkan. Ketika kita tidak bisa langsung melihat hasilnya (harus dipindah dulu ke komputer) maka soal fokus pun hanya dapat melakukan yang terbaik dengan menekan tombol setengah cukup lama dan selanjutnya serahkan pada yang Maha Kuasa, hehe..

Tak diyana, setelah memindah ke komputer dengan hati berdebar-debar, hasilnya cukup memuaskan.  Malahan, bagus sekali. Cukup sedikit dicrop dan rotate, tidak ada yang tahu bahwa foto tersebut hasil dari coba-coba semoga bagus.

Silahkan dinikmatin. (dm 020614)

Sebelum Berangkat.
Menuju Pos 1.
Gerobak Pencari Belerang.
Pondokan Pencari Belerang.
View dari Puncak Welirang.
Puncak Welirang.
Menuju Puncak Kembar 1.
Menuju Puncak Arjuna.
Menuruni Puncak Kembar 2.
Punggungan Gunung yang Terbakar.
Segitiga Puncak Arjuna.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...