Piknik di Hutan Belakang Kampus

Ingat kisah Nobita dan kawan-kawan yang suka bertualang di hutan belakang sekolah? Mencari serangga, berkemah, atau melakukan hal-hal yang menegangkan. Aku yakin kawan pasti ingat. Jika Nobita melakukannya saat masih di Sekolah Dasar, aku melakukannya ketika sudah menginjak bangku kuliah. Hehe.., bersenang-senang tidak mengenal umur kawan. Beruntunglah di belakang kampusku dulu terdapat ‘hutan’ yang masih permai sehingga aku dapat sedikit merasakan kecerian sahabat Doraemon ini.

Memasak Mie.
Berada di lokasi yang berbukit-bukit, kampusku  dibangun di tempat yang dulunya hutan. Kini, di belakangnya masih menyisakan sedikit bekas hutan. Sebagian telah berubah menjadi perkerbunan penduduk sekitar. Sebagian lagi menjadi tempat berlatih tentara sehingga kesan ‘hutan’nya masih terpelihara dengan baik. Mungkin malah sengaja dipelihara.

Asyiknya, pada bulan-bulan tertentu banyak hasil bumi yang dapat kita nikmati. Rambutan, nangka, atau jambu dapat kita temukan. Cukup keluarkan skill climbing pohon rambutan atau jambu dan perut dijamin kenyang. Anggap saja semua itu halal untuk dikonsumsi, hehe… Jadi selain enak buat jalan-jalan, perut pun dapat sedikit terisi buah-buahan gratis.

Masuk ke Hutan.
Menyusur Sungai.
Menyusur Sawah.
Kebun Rambutan.
Pohon.
Di Atas Bukit (doc. Dicky).
Serial komik Donald Bebek telah membentuk pemahamanku akan piknik: Bawa seprai, bawa makanan, duduk bersama sambil bermain dan ngobrol. Oleh karena itu yang namanya piknik, tentu kurang rasanya kalau tanpa makanan. Kalau si Desy menyediakan aneka kue dan sandwich, maka untuk kaum mahasiswa paling asyik membawa mie, sayuran, lengkap dengan kompor dan alat masak. Mungkin hanya sebatas mie, namun kenikmatannya berlipat puluhan kali karena dimasak dan disantap bersama-sama di tempat yang asyik pula.

Ah kenanganan masa itu. Miss that moment. (dm 022514)

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...