Pesta Durian Banggai

Mulai bulan Maret, suasana pasar-pasar di Banggai akan ramai dengan para pedangan durian. Tidak hanya itu, di sepanjang jalan Luwuk-Toili dengan mudah buah berkulit duri ini kita temui. Tak terkecuali di Batui, tempat saya singgah, setiap malam di pasar – di sini pasar beroperasi sampai larut malam – suasana makin meriah oleh penjual dan penikmat buah beraroma tajam ini. Ya, bulan Maret adalah saatnya warga Banggai untuk berpesta durian.

Belah Durian.
Mungkin yang membedakan durian di sini dengan di Jawa atau Sumatra yakni ukurannya yang tergolong imut. Kecil. Rata-rata hanya berdiameter 10-15 cm saja, daging buahnya pun tidak begitu tebal, biasa saja. Namun yang jelas, selama merasakan durian-durian imut itu hampir tidak pernah menemukan durian yang rasanya tidak enak. Semua enak, manis! Apalagi kalau tinggal makan, hehe..

Soal harga jangan ditanya lagi. Murah. Murah sekali malahan. Dari yang sebutir sepuluh ribu, sebutir lima ribu, sepuluh ribu dapat tiga, sampai yang sampai yang lima ribu dapat empat pun tersedia. Tinggal sesuaikan kocek – yang bisanya tidak perlu berpikir dua kali saking murahnya – langsung beli.

Memilih Durian.
Hasil Jarahan.
Tante Durian.
Dapat dimakan di tempat atau dibawa pulang. “Yak dipilih-dipilih, makan sini boleh, bawa pulang boleh. Busuk satu ganti satu.”, demikian teriakan lantang ibu-ibu penjual duren dari pulau sebelah. Wah, ternyata tidak cuma handphone dan alat elektronik saja yang bergaransi, durian pun digaransi oleh ibu yang meminta dipanggil Tante Durian itu.

Sebenarnya tanah di Banggai (sebutan untuk Kabupaten Banggai yang beribukota di Luwuk) tidak cocok untuk tempat bertumbuh durian. Durian yang ada di sini sebagian besar berasal dari Salakan yang terletak di Pulau Peling yang tercakup dalam wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan. Pulau Peling sendiri akan dengan mudah terlihat dari sepanjang pesisir Kabupaten Banggai yang terletak di Pulau Sulawesi ini.

Menurut Tante Duiran, dalam sehari beliau bisa menjual durian sampai 1300 butir. Wow! Jumlah itu baru dari satu pedagang, bayangkan dalam sehari berapa ribu butir durian yang dikapalkan dari Salakan? Bayangkan lagi berapa pohon yang ada di pulau kecil itu. Dalam benak ini rasanya Salakan itu bagai surga durian saja. Jadi makin penasaran ingin berkunjung secara langsung.

Durian Salakan yang Kecil.
Durian Salakan.
Bagi kawan yang tidak bisa memilih mana durian yang enak dan mana yang enak sekali tidak perlu takut. Saran saya, pilihlah durian yang berukuran kecil-kecil. Justru yang kecil-kecil itu biasanya rasanya lebih mantap. Membukanya pun tidak begitu sulit, biasanya sudah sedikit pecah di bagian ujungnya. Tinggal belah dengan jari, voila… buah durian siap disantap.

Namun, di Kabupaten Banggai sendiri juga menghasilkan durian yang berasal dari Nambo, dekat Kota Luwuk. Kontur duriannya lembut seperti mentega. Enak sekali. Dari segi ukuran juga tidak begitu besar, mirip dengan durian dari Salakan. Ketika sudah masuk ke mulut, ehmm.. kelembutannya bikin nagih!

So, mari kitorang basantap depe durian! (dm 032114)

2 comments:

  1. duriannya murah banget sepuluh ribu tiga :D btw, salam kenal dan makasih banyak sudah ikutan turnamen fotonya mas Dhani :)

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...