Bersantai di Danau Segara Anak

Di luar tenda mulai terdengar hiruk pikuk para pendaki walau udara masih dingin menusuk. Sinar mentari pagi sedikit terlambat sampai ke tempat ini, terhalang tebing-tebing tinggi. Tak ingin ketinggalan menikmati suasana pagi di pinggir danau, kulepas sleeping bag, dan membuka pintu tenda. Hanya berjarak kurang dari sepuluh meter, Danau Segara Anak menjadi santapan nan lezat bagi mata yang lapar. Ah, akhirnya, yang dulu cuma angan kini menjadi nyata.

Heaven.
Di pinggir danau, para pendaki dan warga sekitar sudah asyik memancing ikan. Berbagai jenis joran menjulur ke tengah danau, mencoba peruntungan di pagi itu. Danau yang indah ini memang terkenal akan ikan mas dan mujair sebagai penghuninya. Dari sebesar jari sampai lengan orang dewasa dapat kita pancing. Mau digoreng atau dibakar, sama enaknya, sama gurihnya.

Buku dan Kopi
Jika biasanya para pendaki ingin menghabiskan hari di tempat indah ini dengan memancing, aku ingin menghabiskan waktu dengan buku novel yang bagus dan secangkir kopi. Mungkin sambil ditemani cemilan kacang atom. Ya, bagiku itulah kenikmatan yang tiada duanya. Duduk di depan tenda yang teduh dengan buku berkualitas, cappuchino yang masih panas, dan pemandangan indah Danau Segara Anak di depan mata. Indahnya hidup ini.

Pada hari ketiga pendakian, kami memang ingin menghabiskan seharian di danau. Bersantai sejenak dari pendakian ke puncak yang kami lakukan kemarin. Puncak 3.767 mdpl itu memang sangat menguras tenaga, dari perlanan ke camp terakhir di Plawangan Sembalun, summit attack, dan turun ke danau. Jalur yang cukup ekstrem dan suhu dingin harus dapat kita tangani.

Tidak terasa, lembar demi lembar buku novel yang kubeli kemarin di Bali menemani pagiku di pinggir danau. Tidak terasa, siang sudah menjelang. Kopi pun sudah tinggal ampasnya. Hanya beranggotakan tiga orang, sedari pagi aku memang sengaja tinggal di tenda untuk menikmati hobi membaca dan sekalian jaga tenda saat kedua teman asyik pergi memancing ikan.

Kolam Air Panas
Selain menikmati keindahan danau, Gunung Rinjani juga menawarkan pesona lain yakni pemandian air panas. Letaknya persis di belakang danau, cukup berjalan sepuluh menit menyusur aliran sungai. Bentuk pemandian ini hanya berupa kolam-kolam alami di sela batu-batu. Pada satu sisi terdapat tebing dan air terjun, sementara sisi lainnya kita dapat melihat keindahan alam Rinjani. Siapa yang bisa menolak berendam air panas di tengah keindahan alam ini?

Pemandian air panas ini menjadi tujuan, tidak hanya para pendaki, tetapi juga penduduk lokal. Maka tidak heran banyak warga lokal, baik dari Senaru maupun Sembalun, yang rela berjalan jauh hanya untuk berendam di sini. Mereka hanya membawa kain terpal untuk tidur, panci untuk masak, dan beras. Dari anak kecil sampai nenek-nenek berjalan kaki dengan hanya sandal jepit menempuh jalur yang sama dengan kami.

Segala letih dan lelah serasa menguap ketika kita masuk ke dalam kolam air panas. Panasnya pas, tidak terlalu panas, namun juga tidak dingin. Nyaman sekali. Para pendaki mancanegara pun tidak mau ketinggalan, dengan hanya memakai bikini, mereka asyik ikut berendam. Yah, selain pemandangan alam, ternyata ada pemandangan indah lain yang bisa dinikmati, hehe…

Air Terjun di Atas Kolam Air Panas.
Salah Satu Air Terjun di Rinjani.
Kolam Air Panas Danau Segara Anak.
Danau Saat Malam Hari.
Danau Segara Anak.
Kopi dan Buku.
Memancing di Danau.
Menikmati Pagi di Danau.
Hasil Tangkapan Memancing Ikan (Orang). :p
Jika kita agak sedikit turun dari kolam air panas, menyusuri aliran sungai, banyak air terjun yang dapat kita lihat. Berbelok ke kiri, terdapat sumber mata air yang dapat kita konsumsi, tidak mengandung belerang seperti air danau. Rasanya-rasanya ingin menghabiskan sehari-dua hari lagi di danau. Rinjani are damn awesome! (dm 16 Juli 2014)

2 comments:

  1. Pemandangan Danau Segara luar biasa,subhanallah bagus banget, pengen banget kesana.

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...