Yuk ke Pulau Untung Jawa

Yey, akhirnya sampai juga di sini.”, teriak Lei, teman perjalanan saya, sewaktu menginjakan kaki di Pulau Untung Jawa. Saat itu sudah pukul tujuh malam. Dermaga kecil ini masih ramai pengunjung, maklum saja, malam itu bertepatan dengan malam tahun baru. Pulau yang masuk ke dalam gugusan Kepulauan Seribu ini menjadi serbuan wisatawan yang ingin menikmati suasana malam tahun baru di pulau.
Dermaga Pantai Untung Jawa.
Pulau Untung Jawa secara geografis masuk ke dalam Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta. Namun paling mudah ditempuh dari Kota Tangerang, kira-kira satu setengah jam dari pusat kota, disambung naik perahu wisata setengah jam. Pun kita tidak perlu mengeluarkan banyak biaya, kurang lebih 10 ribu untuk transportasi darat dan 10 ribu untuk menyebrang ke pulau sekali jalan. Dekat dan murah sekali.

Untuk menuju ke pulau ini dari pusat Kota Tangerang cari angkot ke Terminal Kampung Melalu yang akan melewati Cengkareng (belakang bandara Soeta) dan Teluk Naga yang pada sore hari kita dapat menyaksikan warganya asyik mandi/cuci di sungai pinggir jalan. Selain itu masih terdapat sawah hijau menghampar, pemandangan yang mungkin ‘tidak biasa’ untuk daerah ibukota dan sekitarnya.

Dari Terimal dapat dilanjutkan naik angkutan umum ke Pantai Tanjung Pasir, penyebrangan ke pulau terletak di sini. Motor atau mobil dapat diparkir menginap dengan biaya yang relatif murah. Dari pengalaman saya, sebaiknya tidak mengunjungi pulau ini pada peak season seperti libur tahun baru. Tiga kilometer sebelum mencapai pantai, motor dan mobil sudah harus antri masuk ke pantai. Macetnya ndak nguatin!

Apa yang bisa dilakukan di pulau?
Pulau Untung Jawa bukanlah pulau tidak berpenghuni, terdapat perkampungan dan beberapa di antaranya menawarkan homestay untuk bermalam. Ingin sedikit menikmati suasana pantai (baca: menghemat biaya, hehe..), kami membawa tenda untuk bermalam. Di sebelah kiri dari dermaga terdapat camping ground, namun (lagi-lagi demi menghemat biaya) kami mencari lokasi bertenda di sebelah kanan pulau yang tidak dipungut biaya. Belakangan saya ketahui, di bagian belakang pulau lebih asyik untuk bertenda, lebih sepi dan berpasir putih.

Soal makan tidak perlu pusing, banyak warung makan yang menawarkan menu hasil tangkapan laut. Dari ikan, cumi, kepiting, sampai kerang dapat kita pilih. Namun harganya juga menyesuaikan, lumayan mahal bagi kantong saya. Jika ingin menghemat biaya untuk makan, sebaiknya membawa makanan/minuman sendiri.

Aktivitas yang dapat biasa dilakukan pengunjung di pulau ini yakni bersepeda keliling pulau. Dari pinggir pantai, perkampungan penduduk, hingga hutan mangrove yang di pinggirannya dibuat lintasan untuk bersepeda. Selain itu, kita juga dapat menikmati aktivitas di pinggir pantai seperti umumnya, bermain air, berenang, atau menyewa perahu untuk menjelajah pulau-pulau yang ada di sekitar Pulau Untung Jawa.

Sampai di Pulau!
Tenda Kami.
Main-main Sepeda.
Suasana Penyebrangan di Pantai Tanjung Pasir.
Mari Makan!
Pulau kecil ini lumayanlah untuk menikmati waktu di akhir pekan. Kunjungan pun dapat dilakukan sehari saja, berangkat pagi dan sore harinya sudah kembali mengingat perahu penyebrangan tersedia hingga petang hari. Tidak terasa sudah seharian berada di pulau kecil ini, saatnya kembali pulang ke kota masing-masing. Selamat jalan-jalan. (dm 9 Agustus 2014)

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...