Laumarang, Rajanya Air Jatuh di Luwuk

Setahun lebih berlalu sudah saya tinggal di Banggai, dan kian hari ternyata makin banyak saja lokasi menarik yang dapat dikunjungi. Pada kesempatan kali ini saya mendapat informasi tentang air jatuh (sebutan untuk air terjun di Banggai) yang berada tidak jauh dari Luwuk, pusat pemerintahan Kabupaten Banggai. Namanya Air Jatuh Laumarang, yang menurut orang sini namanya berasal dari nama Pak Laumarang, orang yang pertama kali membuka lahan dan menemukan air jatuh tersebut.

Air Jatuh Laumarang.
Untuk menuju kesini tidak begitu sulit. Dari arah Luwuk kita menuju ke Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro Kalumpang yang hanya 10 menit dengan kendaraan roda dua atau empat. Ohya, karena jalurnya yang lumayan susah, sebaiknya tidak menggunakan moda roda empat dari sini, jalan kaki paling hanya satu jam saja dari Kalumpang. Kemudian ambil jalan naik di sebelah kanan, jalan lumayan menanjak dan pada musim hujan akan menjadi licin serta berlumpur karena memang belum diaspal.

Pada pertigaan pertama ambil ke kanan dan tak berapa lama akan terlihat jembatan kayu kecil di sebelah kanan. Di sini terdapat rumah penduduk yang dapat kita mintai tolong untuk menitipkan sepeda motor. Dari sini, air jatuh sudah tidak jauh lagi, kurang lebih 30 menit berjalan kaki. Kita akan berjalan menyusur sungai yang mengalir deras di sebelah kanan. Pada dua pertiga jalan masih landai dan mudah dilalui. Namun tantangan akan kita temui pada sepertiga akhir jalan, sangat curam dan mengharuskan kita untuk sedikit merayap-rayap hanya berpenganan pada akar pepohonan. Asyik sekali.

Memang tidak begitu jauh dari pusat kota, namun sekadar refreshing di akhir pekan, kami memilih untuk mengunjungi Laumarang sambil bertenda. Berangkat saat petang dari Luwuk, kami terpaksa melalui medan yang sulit tadi pada malam hari. Mengendarai sepeda motor pada tanjakan dan jalan tanah yang licin memang gampang-gampang susah, Dhoni, teman saya, sempat oleng dan terjatuh karenanya.

Kami mendirikan tenda tidak persis di air jatuhnya, namun kira-kira 200 m dari situ. Ada tempat yang memang biasa digunakan untuk mendirikan 3-4 tenda yang berada tepat di pinggir sungai. Untuk mempersedap suasana berkemah, kami membawa ikan mentah untuk dibakar sebagai sajian utama. Hmm.. bau harum ikan bakar yang menguar dari atas api unggun sungguh membuat air liur menetes deras. Nikmat sekali.

Pagi hari, diiringi kicauan burung dan deru sungai di samping tenda, perasaan gundah dan jenuh bekerja seminggu terakhir serasa menguap, hilang tanpa bekas. Memang, alam adalah tempat me-recharge batin yang paling ampuh. Setelah mengisi perut dengan mie goreng telor dan kopi panas, kami siap berangkat ke air jatuh.

Seperti yang tadi sudah diulas, sepertiga jalan terakhir ke air jatuh benar-benar curam. Kita harus menuruni jalur (atau tebing lebih tepatnya) yang licin. Pegangan hanya dari akar-akaran. Dan karena lembab, maka semua pegangan harus kita pastikan kuat menahan beban kita. Tak terasa, hampir 15 menit sendiri untuk menurunin jarak yang cuma 10 m. Dari dasar turunan tadi kita harus turun ke sungai untuk sampai ke air jatuh. Menyusuri derasnya air dan hantaman air-angin dari Air Jatuh Laumarang.

Besar adalah gambaran yang pas untuk air jatuh ini. Dengan ketinggian hampir 30 m dan lebar 20 m, Laumarang mengingatkanku akan kemegahan Curug Malela. Tanpa mandi pun, kita dapat basah kuyup hanya berdiri di depannya terkena hantaman air-angin dari curahan air dari atas. Ditambah lagi bentuk air jatuh yang menjorok ke dalam tebing, maka dipastikan pasti basah kuyup.  Hati-hati terhadap kamera, jikalau bukan underwater camera, sebaiknya pikir dua kali jika hendak menjepret-jepret di sini.

Jalur Menuju Laumarang (1).
Jalur Menuju Laumarang (2).
Jalur Menuju Laumarang (3).
Laumarang (2).
Tempat Bertenda.
Rumah Terakhir.
Jalan ke Laumarang.
Makan di Tenda (doc. Dhoni).
Keindahan dan keagungan Laumarang memang tiada duanya di Luwuk. Bagi saya, pecinta air terjun, Laumarang saya nobatkan sebagai raja air jatuh di Luwuk.  Yuk mari jelajah alam Banggai. (dm 22Nov14)

12 comments:

  1. jalannya cukup serem juga ya :|

    tapi lihat curugnya segeeer banget

    ReplyDelete
  2. Salam kenal, Mas

    Di air terjun Laumarang naik sampai keatasnya ngga ? Ternyata diatasnya betul2 keren. Jadi air terjunnya ada 3 tingkat.

    Btw, saya dan teman2 JGC mau ngetrip ke Togean. Minat gabung ga Mas ? Brkt tgl 20 malam dan pulang tgl 22. Mumpung ada libur 2 hari. Insya Allah ini kunjungan ketiga buat kami ke Taman Nasional Togean yg lebih ngetop di manca negara ketimbang di Indonesia.

    Rencana jml peserta 20 orang dan saat ini baru 11 org yg daftar karena banyak temen2 petualang yg sdh pada demob.

    Saya jg ngeblog meski asal2an dan ngga terlalu aktif. Banyak petualangan selama tugas disini saya rekam di www.memoirs-musafir.blogspot.com

    ReplyDelete
  3. Akhirnya ada temen JGC yang komen, hehe.
    Iya. Ada lagi di atasnya cuma sayang kemarin ndak sempet naik karena lain hal

    Wah, ne pagi aku mau ke togean. Udah di ampana. :-)

    ReplyDelete
  4. Mantab lahh kalo begitu.
    Enak ya kalo byk waktu luang..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waktu luangnya sama kok mas sama sampeyan. Kan sebagai subcont ngikut maincont.. .hehe.
      Ne bolos karena sudah ndak ada kerjaan.. :-D

      Delete
  5. Saya baru tiba di luwuk, bisa gak ngasih info tempat wisata di luwuk yg bisa dikunjungi via angkot?

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...