Jangan Lupakan Bawa Benda Kecil ini Saat Pendakian

Menikmati keindahan alam di daerah pegunungan memang penuh dengan tantangan. Kondisi alam yang tidak menentu, baik itu cuaca yang kadang suka berubah-ubah atau dari kontur alamnya yang kadang membuat kita kehilangan orientasi. Namun, tentunya hal-hal seperti inilah yang membuat pendakian makin berkesan dan diganjar dengan panorama alam pegunungan yang indah membuat pendakian menjadi seperti candu untuk selalu meminta diulang kembali.



Untuk menghadapi kondisi terburuk di gunung, kita membutuhkan persiapan yang baik. Baik dari segi tubuh kita yang harus dilatih terlebih dahulu, dibiasakan berolahraga agar tubuh dalam kondisi prima dan sehat, maupun dari segi perlengkapan yang harus dibawa. Selain perlengkapan ‘besar’ yang harus dibawa seperti tenda, alat masak, sleeping bag, matras, dan lain sebagainya, ada juga perlengkapan ‘kecil-kecil’ yang tidak kalah penting. Pada tulisan kali ini, saya ingin mengulas beberapa item yang sebaiknya tidak dilupakan dibawa ini.

Kompas. Tidak perlu jenis kompas bidik yang agak besar dan berat, cukup kompas kecil yang tahan banting dan dapat berfungsi dengan baik, bisa menunjukan arah utara dan selatan dengan jelas. Kita tidak pernah tahu apakah suatu pendakian dapat berjalan dengan mulus atau mungkin kita harus menghadapi kondisi tersesat di hutan. Pada kondisi inilah kompas penting sekali adanya. Selain itu, kompas juga bisa digunakan oleh yang beragam Islam mencari arah kiblat.

Peluit. Ketika tersesat, selain berpikir mencari jalur yang benar tentunya kita akan berteriak meminta tolong. Jika hanya semenit dua menit terus menerus berteriak tidak akan berpengaruh banyak, bayangkan jika harus terus berteriak selama satu dua jam atau bahkan satu dua hari. Capek? Pastinya! Ditambah kondisi fisik yang terkuras habis, jangan tambah harus capek-capek berteriak minta tolong, gunakan peluit sebagai gantinya. Lebih sedikit tenaga yang dikeluarkan dan suaranya pun lebih nyaring, lebih terdengar dalam jarak yang lebih jauh.

Pisau Lipat. Boleh saja membawa pisau golok, namun bagi saya pisau lipat tetap harus tersimpan di tas atau saku celana selama pendakian. Dalam kondisi biasa pun pisau banyak kegunaannya, apalagi saat harus bertahan hidup di tengah hutan. Ada yang suka pisau lipat yang multifungsi dengan perkakas lainnya, ada juga yang hanya pisau lipat. Saya lebih memilih yang terakhir karena lebih kuat dan tahan banting serta lebih nyaman dipegang. Lebih bagus lagi pilih pisau lipat yang sebagian sisinya bergerigi yang dapat digunakan sebagai gergaji.

Korek Api. Membuat perapian saat bertahan hidup sendiri adalah salah satu hal yang penting untuk dilakukan, selain untuk menghangatkan diri api juga berguna untuk memasak dan menjauhkan binatang buas. Serta api (baca: asap) juga dapat digunakan untuk memberikan tanda kepada rekan SAR akan lokasi kita tinggal. Begitu pentingnya api untuk kita, namun begitu susahnya membuat api tanpa alat bantu. Ohya, jangan lupa selalu bungkus korek api dalam plastic/wadah kedap air untuk memastikan dapat berfungsi dengan baik.

Banyak artikel yang mengulas cara membuat api dengan menggosokan dua batu api, batang kayu, sampai ada juga yang menggunakan botol air kemasan. Semua langkah itu menghabiskan waktu dan tenaga untuk dilakukan. Untungnya kita hidup di jaman korek api sudah diciptakan, jadi jangan lupa bawa korek api jika tidak ingin menghabiskan waktu berjam-jam menggosok-gosok batu untuk menciptakan api, hehe…

Jam Tangan. Sampai sekarang saya selalu membawa jam tangan jika pergi kemana saja dan pilihan saya selalu jatuh pada jam analog. Ketika tersesat, penting sekali untuk memperhatikan waktu, entah itu waktu perjalanan dari satu titik ke titik berikutnya, waktu matahari akan tenggelam, dan waktu matahari terbit. Di dalam hutam yang lebat terlebih ditambah cuaca hujan, tanpa bantuan jam tangan, kita akan kesulitan menentukan waktu dengan tepat. Selain itu, jam analog dengan bantuan matahari dapat berfungsi sebagai kompas darurat.

Jarum dan Benang. Pernah mengalami jaket robek di gunung? Atau mungkin kain tenda tiba-tiba sobek dan harus bermalam dalam dinginnya angin malam? Bayangkan jika saat itu dalam keril terdapat jarum dan benang, tentu permasalah kecil tadi dapat teratasi. Jaket dapat berfungsi kembali dengan baik, tenda dapat menghalau angin malam masuk ke dalam.

Telpon Genggam. Saya yakin benda kecil ini tidak pernah absen untuk dibawa. Ya, telpon genggam sangat penting dalam kondisi darurat (yang semoga ada signal). Telpon genggam yang baik yakni yang selalu aktif dan dapat menangkap signal dengan baik. Dalam pendakian kelompok sebaiknya sisakan satu telpon genggam yang selalu dalam kondisi aktif untuk kondisi darurat. Jika tidak dipakai sebaiknya dimatikan atau aktifkan mode pesawat agar baterai tidak habis untuk mencari signal. Gunakan pula provider yang mempunyai signal kuat pada daerah sekitar gunung yang hendak kita daki.

Mungkin apa yang saya sebutkan di atas hanya benda-benda kecil yang jarang berguna pada saat pendakian. Tetapi, benda-benda itu juga dapat berarti hidup mati kita di atas gunung. Tidak ada salahnya selalu bersiap untuk yang terburuk daripada kita menyesal kemudian. Semoga berguna. Keep clean, safe, and fun climbing. (dm 13 Oktober 2015)

1 comment:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...