Tiga Gunung Asyik dari Ujung Barat Jawa

Pulau Jawa memang kaya akan gunung-gunungnya yang indah. Sebut saja Gede-Pangrango yang menawan, Argopuro dengan jalur terpanjangnya, Raung dengan jalurnya yang menantang, dan tentu saja Semeru puncak tertinggi di Jawadipa. Jika diamati, gunung-gunung tinggi tersebut kebanyakan tersebar di pulau bagian timur. Namun, siapa sangka di ujung barat juga terdapat rangkaian tiga gunung yang asyik untuk didaki.

Gunung Pulosari.
Walau puncaknya tidak sampai 2000 mdpl, ketiga gunung ini cukup menantang untuk didaki pada akhir pekan. Terletak di Kabupaten Pandeglang, ketiga gunung ini membentuk gugusan segitiga terbalik. Adalah Gunung Pulosari 1,346 mdpl, Gunung Karang 1.778 mdpl, dan Gunung Aseupan 1,174 mdpl yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Ketiga gunung ini menawarkan keindahannya sendiri-sendiri.

Gunung Pulosari
Dari ketiga gunung tersebut, Pulosari adalah yang paling ramai dan tentu saja, mudah dijangkau serta relatif mudah didaki. Di bawahnya terdapat basecamp layaknya gunung-gunung ‘terkenal’ di jawa dengan tempat penitipan motor, loket tiket, dan warung-warung yang menjamur. Tidak perlu kuatir masalah logistik saat pendakian karena selain di basecamp, di tengah jalur pun banyak warung yang berjualan. Bak berwisata di taman rekreasi alam, hehe..

Puncak Pulosari.
Kawah Pulosari.
Pulosari juga satu-satunya gunung yang memiliki kawah yang masih aktif. Bentuk kawahnya mirip dengan Kawah Ratu di Gunung Salak, walau dalam skala yang lebih kecil. Sampai kawah, jalur yang dilewati masih relatif landai dan lebar, baru dari kawah ke puncak, tantangan sebenarnya dimulai. Ada dua jalur menuju puncak dari sini, jalur ‘biasa’ dan jalur ‘air’ yang belakangan lebih susah karena kemiringan medannya.

Secara total dibutuhkan rata-rata tiga jam dari basecamp menuju Puncak Aseupan dengan berjalan santai. Terdapat air pada jalur pendakian dan jarang terdapat percabangan sehingga cocok untuk pendaki pemula. Cerita lengkap pendakian sayatempo hari ke Pulosari dapat dibaca pada tautan ini.

Gunung Karang
Gunung satu ini lumayan sering didaki, bukan hanya pendaki gunung namun juga ‘peziarah’. Tidak ada basecamp seperti di Pulosari, sebagai gantinya banyak rumah-rumah yang menawarkan tempat parkir sekaligus pemandu untuk ‘berziarah’, hehe.. Kesan mistis memang tidak bisa dilepaskan dari Gunung Karang, bagaimana tidak, untuk mendaki saja kita masih diharuskan untuk berziarah dulu di Kramat, makam yang dikramatkan oleh warga sekitar.
 
Jalur Gunung Karang.

Warung di Gunung Karang.

Dengan tinggi 1,778 mdpl gunung ini menjadi yang paling tinggi di antara ketiga gunung tersebut. Namun tidak perlu kawatir soal air, di tengah jalan kita masih dapat menjumpai warung-warung yang berjualan makan dan minum. Jalur pendakian juga jelas, hanya ada satu percabangan di atas sebelum puncak, namun ada penunjuk jalan yang dapat kita andalkan. Di Puncak Karang terdapat sebuah mushola dan ‘tempat berziarah’ yang dibungkus kain kafan, menambah kesan mistis gunung satu ini. Selain itu juga terdapat Sumur Pitu, yakni mata air dengan jumlah tujuh buah sumber.

Secara total, waktu pendakian Gunung Karang rata-rata dapat ditempuh dalam waktu tiga jam saja. Untuk cerita lengkap pendakian saya tempo hari ke Gunung Karang dapatdibaca pada tautan ini.

Gunung Aseupan
Memiliki tinggi paling kecil dibanding kedua gunung lainnya tidak menjadikan Aseupan semakin mudah didaki, sebaliknya, gunung satu paling sulit untuk diraih. Hal ini disebabkan selain medan pendakian yang sudah terjal masih ditambah kerapatan vegetasi yang tinggi. Hal tersebut dampak dari jarangnya pendakian yang dilakukan pada gunung ini, sehingga jalur pendakian tertutup dan susah ditembus. Seperti naik ke Gunung Perawan saja, hehe…
 
Jalur Gunung Aseupan.
Puncak Aseupan.
Pastikan membawa parang ketika mendaki Puncak Aseupan dan stamina yang prima. Lupakan soal basecamp, warung, atau sumber air ketika ke Aseupan, tidak bakal bisa ditemui di sini. Cukup izin ke kepala desa atau penduduk sekitar untuk naik ke atas, hal yang cukup lazim pada gunung-gunung di Jawa Tengah tempo dulu. Ohya, selalu perhatikan kaki karena banyak duri atau pacet yang siap sedia ‘menemani’ perjalanan kita.

Secara total rata-rata waktu tempo untuk menuju puncak dibutuhkan empat jam saja. Untukcerita lengkap pendakian saya tempo hari ke Gunung Aseupan dapat dibaca padatautan ini.

Itulah tiga gunung yang dapat didaki di Ujung Barat Pulau Jawa. Happy Climbing, keep safe, clean, and fun climbing. (dm 20 Maret 2016)

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...