Pada long weekend kali ini, saya akhirnya
bisa menginjakan kaki kembali di Papandayan, gunung kecil di Garut yang
tersohor akan pesona hutan matinya. Ini adalah kali ketiga saya. Terakhir ke
sini pada tahun 2013 silam, dua tahun yang lalu. Saat itu saya dalam rombongan
delapan orang, namun kini hanya berdua saja dengan kekasih. Pendakian perdana
sebagai latihan untuk pendakian selanjutnya dengan medan yang lebih berat.
![]() |
| Warung dekat Kawah. |
Agak kaget
juga dengan kondisi Papandayan kini, bagi saya, Papandayan bukan lagi sebuah
gunung, tetapi lebih cocok disebut tempat wisata, hehe.. Namun tetap saja kita
harus melihatnya dari berbagai sudut pandang. Dari sisi penduduk sekitar, anemo
masyarakat akan “gunung” tentu berarti prospek pendapatan tambahan dari segi ekonomi.
Tak ayal, sekarang bermunculan warung-warung yang menjajakan cemilan, nasi
goreng, minuman panas, cinderamata, bahkan sampai peralatan pendakian.

