Sudah lama
kudengar dengung riuh pancuran airnya. Sebagai seseorang yang mengaku waterfall hunter, barang tentu wajib
mengunjungi air terjun satu ini. Namun, setelah cukup lama bermukim di tanah
Sunda, baru pada tahun keempat aku berkesempatan untuk merasakan riuh airnya
dari dekat. Merasakan hembusan angin berair dari air terjun raksasa ini secara
langsung. Malela benar-benar membuatku terlena.
Curug Malela
terletak di Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat. Ada dua
jalur yang dapat dilalui untuk menuju ke sana. Jalur yang umum yakni dari
Padalarang menuju Rongga, jalan yang beraspal melewati pemukiman dan pasar yang
seringkali menjadi biang kemacetan. Jalur satunya, yang mungkin membutuhkan
sedikit keberanian (dan kondisi kendaraan yang prima), melalui Ciwidey. Dari
Ciwidey ambil ke arah Rongga, kita akan melewati hutan dengan jalan yang hanya
sedikit terjamah aspal, sisanya bebatuan.
Hanya berdua
dengan seorang teman dari Karawang, kupilih Blumerry sebagai kendaraan menuju
ke sana. Rencana semula yang hendak berangkat pagi-pagi harus kandas sebelum
berjalan. Ketika hendak menjemput teman di Bekasi, Blue mogok hingga harus
ganti mesin. Baru 15 jam kemudian, tepatnya pukul tiga sore perjalanan ke
Malela bisa dilanjutkan. Fiuh.
Rute yang
kami ambil yakni dari Bekasi melalui Cibarusah untuk menuju Jonggol guna
menghindari jalur puncak. Dari jonggol dilanjut ke Padalarang kemudian belok
kanan menuju Rongga. Dari Rongga baru mencari lokasi persis Curug Malela,
maklum, kami berdua belum pernah ke sana. Hanya mengandalkan GPS, Guide Penduduk Sekitar.
| Kecil Sekali. |
Setelah
rehat sejenak, pukul lima pagi perjalanan kami lanjutkan. Tidak ada hambatan
yang berarti kecuali ketika melewati pasar, pedagang yang tumpah ruah ke jalan
dan pengemudi yang tidak mau mengalah menjadi biang kemacetan. Baru pukul sepuluh
kami sampai di Rongga.
Malela, Here I am
Tak seperti
gaungnya yang sudah terkenal luas, akses dari Rongga ke lokasi curug amat
memprihatinkan. Jalur tidak bisa dilewati kendaraan roda empat, motor pun harus
ekstra hati-hati karena medan yang berbatu dan terjal. Bahkan pada satu titik
ada yang berada pada kemiringan 45 derajat. Bak offroad saja. Bagi pengguna
mobil harus parker di perkampungan terakhir untuk dilanjut ojek motor atau
jalan kaki.
| Jalan Menuju Malela. |
No comments:
Post a Comment