Spot Narsis di Gede Pangrango

Dewasa ini, dengan makin mudahnya proses mengabadikan segala hal ke dalam bentuk gambar membuat salah satu tujuan pendakian atau perjalanan yakni mengambil foto. Akui saja. Di samping bisa sebagai ajang pamer di berbagai media sosial, foto diri atau bersama rekan-rekan yang keren tentu akan menjadikan sebuah perjalanan makin manis untuk dikenang.
 
Tanjakan Setan.
Pada kesempatan kali ini, aku memilih Gede Pangrango sebagai lokasi  yang yahut untuk menjadi latar belakang foto kita. Gunung kembar Gede dan Pangrango ini memiliki jalur dan ketinggian yang tidak begitu menguras stamina. Foto di gunung yang keren tidak mesti melulu harus di puncak. Jalur pendakian Gunung Gede Pangrango dari Jalur Cibodas misalnya, sayang jika dilewatkan begitu saja.
 
Telaga Biru.
Di bagian awal pendakian ke Gede dari Cibodas, kita akan menjumpai sebuah telaga yang bernama Telaga Biru. Uniknya, air dari telaga ini berwarna kebiruan sehingga mendapat nama demikian. Airnya memang makin menyusut, tapi masih okelah untuk berfoto-foto.
 
Jembatan Kayu.
Dari Telaga, kita kan menjumpai rawa-rawa. Nah untuk memudahkan para pendaki dan pengunjung, dibuatlah Jembatan Kayu sepanjang hampir 300 m. Menurutku, di Indonesia cuma Gedelah satu-satunya gunung yang memiliki jembatan kayu semacam ini. Semacam trademark tersendiri.
 
Air Terjun Cibeureum.
Pengunjung Gunung Gede non pendaki via Cibodas biasanya menuju  Air Terjun Cibereum. Menjulang setinggi kurang lebih 30 m, air terjun ini sayang dilewatkan untuk sesi foto-foto.
 
Air Panas.
Satu lagi keunikan Gede-Pangrango yakni di tengah jalur pendakian kita akan melewati Sumber Air Panas. Kala pagi hari saat matahari sudah sedikit terangkat di langit, ditambah uap air panas, dan pepohanan di kanan-kiri tentu akan menjadikan foto yang dramatis. Seperti nuansa dalam Middle Earth, negeri khayalan Tolkien.
 
Curug Pinggir Jalan.
Selain Air Terjun Cibereum, di tengah jalan juga terdapat satu lagi Air Terjun pinggir Jalan. Entah apa namanya, namun di sini juga oke buat sekedar foto-foto. Berdiri di sungai, set slow motion, pasti oke hasilnya.
 
Pose di Tanjakan Setan.
Tanjakan Setan. Nah, pada spot yang ini kawan pasti akan terlihat adventurous sekali. Minta teman untuk ambil gambar dari atas sementara kita berpegangan tangan seperti layaknya pemanjat tebing. Keren dah! Ohya, untuk mendapatkan momen yang pas kudu sabar, karena jalurnya yang susah, biasanya di sini terjadi penumpukan pendaki. Pernah aku dan teman menunggu sampai setengah jam demi mendapatkan clear shoot. :p
 
Puncak Gede.
Puncak kepuasan dari sebuah pendakian tentu ketika kita berhasil mencapai puncak. Dan Puncak Gede memang menawarkan pemandangan yang oke punya. Lereng yang terjal dan kawah aktif tentu akan menjadi latar yang keren.

Alun-alun Surya Kencana

Sekitar 30 menit dari Puncak Gede, terdapat Alun-alun Surya Kencana berupa padang edelweis yang membentang dari ujung ke ujung.  Mau foto jungkir balik, loncat, lari, gaya di belakang edelweiss, atau sekedar berdiri cool dapat dilakukan di sini.
 
Lembah Mandalawangi.
Lembah Mandalawangi juga seperti Alun-alun Surya Kencana namun terletak di Puncak Pangrango. Puncak Pangrango sendiri biasa saja, tidak begitu bagus. Walau tidak seluas Surken, edelweiss di sini tidak kalah indahnya.
 
Jalur ke Gede.
Itulah sedikit alternatif tempat yang asyik untuk berfoto-foto ria. Namun jangan salah, di sepanjang jalur pendakian pun kita tetap dapat menyalurkan hobi narsis karena Gede-Pangrango memang gunung yang indah. Keep safe, clean, and fun climbing. (dm 121613)

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...