Mengejar Matahari di Lenyek

Selepas subuh kami mulai memacu sepeda motor keluar dari rumah. Suasana sekitar masih gelap, udara masih cukup tajam untuk membuat tubuh kedinginan. Jaket tebal, sarung tangan, slayer untuk menutup mulut, dan helm membalut tubuh kami menyusur jalanan pagi itu, berpacu dengan sang surya yang sebentar lagi keluar dari peraduan. Kami memang sengaja berangkat dini hari hari untuk bisa menikmati terbitnya mentari pagi di Lenyek, alhasil kami seperti mengejar matahari.

Mentari Pagi di Lenyek.
Estimasi perjalanan dari Kota Luwuk ke Lenyek sekitar 30-45 menit. Dengan dua sepeda motor membelah dinginnya pagi, kami berpacu dengan waktu. Jangan sampai ketika sampai, mentari sudah tinggi di atas. Jalanan masih lengang, hampir tidak ada pengguna jalan lain selain kami. Sepertinya kami memang benar-benar kurang kerjaan, hehe..

Bagi warga Luwuk, nama Lenyek tentu sudah tidak asing lagi. Lenyek adalah desa kecil yang berada di Kecamatan Salodik yang terletak di daerah perbukitan. Desa ini juga bukan tempat wisata, tidak ada tiket masuk, tidak ada penjual souvenir, atau warung-warung layaknya tempat wisata. Yang membuat saya sampai tiga kali datang ke Lenyek adalah lanndscapenya yang indah. Hamparan rerumputan dengan perbukitan di belakangnya, sebuah sabana kecil tempat sapi-sapi merumput dengan damai.

Ya, tiga kali saya mendatangi tempat ini. Kali pertama sendirian dengan sepeda motor, gagal total menjepret pemandangan alamnya gara-gara hujan badai. Sendirian di tengah jalan saat hujan badai hanya berteduh dari payung lipat adalah suatu pengalaman yang tidak ingin saya ulangi lagi. Bagaimana tidak, layaknya hujan turun dari atas, hujan kala itu turun dari samping, sehingga payung saya arahkan ke samping kanan.

Fiuh. Kali kedua bersama teman, lumayan, cuaca masih bersahabat walau ada sedikit mendung di latar belakang, masih belum puas. Masih belum bisa mendapatkan latar langit biru yang jernih. Nah, pada kali ketiga ini kami bertiga ingin menikmati matahari pagi di Lenyek. Semoga tidak ada hujan, tidak ada mendung, langit cerah sentosa, hehe...

Semburat kecil keemasan sudah mulai nampak di ufuk timur, sepeda motor kami baru sampai di pertigaan masuk ke arah Bualemo dari jalan lintas provinsi Luwuk-Palu. Tidak mau ketinggalan, kami memacu lebih kencang. Sepuluh menit kemudian, kami sudah sampai di Lenyek, mencari tempat untuk memarkir sepeda motor, dan mulai asyik jepret sana, jepret sini, mencari angle yang yahut.

Benar dugaanku, suasana Lenyek di pagi hari membuat perasaan damai dan tenang. Semburat keemasan mentari pagi di ufuk timur dan rerumputan hijau menjadi perpaduan yang apik. Sapi-sapi mulai terlihat merumput dengan tenang. Indahnya.









Asyik berfoto, ketika mentari sudah semakin tinggi kami putuskan untuk segera kembali ke Luwuk. Sampai bertemu lagi Lenyek. (dm 28 Januari 2015)

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...