Tips Ikut Open Trip di Laut, Darat, dan Gunung

Berpergian ikut dengan agen tur? Kenapa tidak. Sah-sah saja jalan-jalan dengan agen tur, tidak perlu malu dikatakan sebagai bukan traveler sejati, bla.. bla.. bla.. Saya sendiri beberapa kali menggunakan jasa agen untuk berpergian ke suatu tempat, karena terkadang lebih murah dan dapat menikmati perjalanan. Tentu segala sesuatunya sudah diatur dan kita diharuskan untuk mengikutinya.
  
Rental Sepeda Motor di Krabi.
Bagi saya pribadi, pertimbangan untuk menentukan akan menggunakan jasa agen tur atau yang lebih beken dikenal dengan istilah open trip lebih terutama dari faktor medan yang akan didatangi, namun tentu saja budget sangat berpengaruh di sini, maklum, pejalan kere, hehe.. Nah, mari kita bahas satu-satu dari medan yang akan dijelajahi.

Trip di laut
Jalan-jalan di laut atau pulau selalu berhubungan dengan kapal. Tidak seperti di darat, sarana transportasi dengan kapal sangat terbatas karena susahnya akses dan mahalnya biaya yang harus dikeluarkan. Transportasi kapal secara massal paling sebatas ke pulau-pulau besar, itupun kadang tidak ada setiap hari, apalagi jam seperti metromini. Tidak mungkin juga kita berpergian seorang diri dengan berenang atau naik sepeda macam Laksamana Aokiji (tokoh dalam One Piece, hehe..).

Berwisata di pulau-pulau selain terbatas dalam hal transportasi, untuk urusan perut juga susah-susah gampang. Kalaupun masih bisa menemukan penjual makanan pada pulau yang berpenghuni, biasanya harganya pasti di atas rata-rata. Iya kalau tujuannya pulau berpenghuni, kalau pulau kosong? Tentu harus menyediakan bekal makanan sendiri.

Karena alasan itulah, menggunakan paket tur atau open untuk wisata ke laut menurut saya sangat masuk akal. Di satu sisi lebih mudah, kita tidak perlu mencari-cari kapal untuk mengantar kita atau menyesuaikan jadwal kapal yang susah-susah gampang, di sisi lain tentu saja lebih murah. Pengalaman saat berwisata di Karimunjawa secara ngeteng, setelah dihitung hitung ternyata tidak jauh berbeda bahkan lebih mahal daripada mengikuti paket trip (saat itu saya hanya berdua). Kecuali kawan berbanyak orang sehingga bisa mencarter kapal sendiri.


Trip di Darat
Untuk wisata di darat, maksudnya di tempat yang masih bisa dijangkau dengan moda aspal atau rel dan masih terdapat peradapan. Untuk jenis ini, saya pribadi lebih memilih untuk berpergian sendiri tanpa mengikuti open trip atau agen tour. Kecuali anda mendambakan kenyamanan, dengan merencanakan semuanya sendiri tentu kita akan lebih merasakan ‘nikmatnya’ suatu perjalanan secara menyeluruh, tawa, tangis, kecewa, marah, dan kejadian tidak terduga lainnya yang akan menjadi bumbu manis untuk dikenang.

Berpergian di darat relative lebih mudah dilakukan dibanding di laut ataupun gunung karena kemudahan aksesibilitasnya. Kalaupun tidak ada transportasi umum, kita masih bisa rental sendiri dengan biaya yang jauh lebih terjangkau, mentok-mentoknya jalan kaki atau nebeng orang, hehe.. Banyak cara pokoknya, tidak perlu kuatir tersesat atau hilang. Namun tetap saja harus berhati-hati selama di jalan, kewaspadaan tetap harus dijaga.

Trip di Gunung
Gunung selalu menjadi medan yang ekstrem, setinggi apapun dan semudah apapun jalur yang hendak dilalui. Akses yang harus ditempuh dengan jalan kaki atau lewat udara untuk kondisi darurat, terputusnya jalur komunikasi karena tiadanya jaringan, atau kondisi alam yang rendah oksigen dan cuaca yang tidak memerlukan persiapan yang optimal. Oleh karena itu, jika teman belum memiliki pengalaman yang cukup, pendamping yang baik sangat diperlukan.

Karena alasan itulah, pada trip ke Gunung, pikir masak-masak jika ingin dalam open trip. Tidak jarang agen trip hanya mencari untung sehingga tidak begitu concern akan faktor keselamatan. Tiga orang panitia untuk mengorganisir tiga puluh peserta tentu suatu tindakan yang beresiko. Sudah banyak kasus peserta ditelantarkan saat pendakian, entah itu tersesat, mengalami cidera tetapi tidak mendapat pertolongan, dan banyak kasus lainnya.

Carilah agen trip yang terpercaya, yang menawarkan perlindungan selama perjalanan baik dalam sisi safety atau logistik. Kebanyak agen trip ke Gunung hanya menawarkan jasa untuk transportasi menuju basecamp dan perizinan masuk, saat di atas sana, resiko tanggung masing-masing, hehe..

Pantai Kuta.
Tentu sebelum memutuskan ikut suatu agen tour, sebaiknya kita sedikit melakukan research terlebih dahulu tentang kredibilitasnya. Di jaman social media sekarang ini, informasi seperti itu gampang sekali ditemukan. Ketika ada kejadian tidak mengenakan setiap orang sudah bisa menyatakannya ke publik lewat social media. Jangan sampai kita menjadi ‘korban’ berikutnya, kan.


Pada akhirnya, semua kembali ke diri masing-masing bagaimana paling tipe perjalanan yang paling disukai dan dapat dinikmati. Tidak ada yang namanya cemen kalau pakai agen tour atau ‘sejati’ kalau nggembel di jalan for the sake of lowest budget trip! Selamat jalan-jalan, kawan. (dm 24 Maret 2016)

2 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...