![]() |
| Kapal El Savador. |
Salakan
adalah ibukota untuk Kabupaten Banggai Kepulauan, salah satu ‘kota’ yang
lumayan ramai pada semenanjung Sulawesi bagian timur. Terdapat tiga kabupaten
yang menyandang nama Banggai, yakni Banggai yang beribukota di Luwuk, Banggai
Kepulauan dengan pusat di Salakan, dan paling timur terdapat Banggai Laut
dengan ibukota Banggai. Salakan yang terletak di Pulau Peling, pulau terbesar
di Banggai Kepulauan juga terkenal akan hasil alamnya terutama ikan, mutiara,
coklat, dan durian.
‘Knight
Ship’
Masih ingat
salah satu adegan di buku Harry Potter
and the Prisoner of Azkaban di mana Harry tanpa sengaja menumpang Knight
Bus ke London? Yang unik dari bus tersebut adalah tiadanya kursi melainkan
digantikan dengan puluhan ranjang untuk penumpang. Sama halnya dengan Kapal El
Savador yang akan mengantarku ke Salakan ini: tidak ada kursi penumpang,
alih-alih disediakan deretan kasur dengan ‘nomer kasur’ di depannya. Langsung
saja imajinasiku meluncur ke sosok bus antik di kisah karangan J.K. Rowling
tersebut.
![]() |
| Suasana di Dalam Kapal El Savador. |
![]() |
| Anak Pulau Salakan. |
Adanya kasur
ini memang tepat mengingat kapal ini selalu beroperasi malam hari dari Luwuk.
Kapal kayu yang dapat memuat kurang lebih seratusan penumpang akan menunaikan
tugasnya dalam waktu 4-5 jam. Perjalanan pun jarang diterjang ombak tinggi,
malahan seperti naik kereta api. Gugusan kepulauan Banggai menjadi seperti
barikade alami yang melindungi Luwuk dari arus Samudra Pasifik. Oleh karena
itu, tanpa sadar kapal sudah berlabuh di Salakan sementara aku masih tertidur
pulas, hehe..
Tugu Trikora
Ternyata,
Salakan mempunyai nilai sejarah yang tinggi. Di sinilah lokasi armada kapal
perang Indonesia pada peristiwa Trikora bersembunyi. Baik kapal perang Angkatan
Laut Indonesia, kapal niaga yang ikut membantu penyerangan, sampai kapal selam
berkumpul di sini menunggu komando. Posisinya memang sangat strategis. Dekat
dengan Papua dan terlindungi dengan baik oleh bentuk Pulau Peling yang seperti
huruf U dan adanya Pulau Bangkalan di depannya.
![]() |
| Salakan. |
![]() |
| Tugu Trikora. |
Untuk
mengenang peristiwa bersejarah tersebut, dibangunlah sebuah Tugu Trikora di
Salakan. Dari tugu ini kita dapat melihat seluruh ‘kota’ Salakan dan gugusan
pulau di depannya. Indah sekali, walau pada awalnya akan cukup membuat ngos-ngosan untuk menuju ke lokasi tugu
berada. Sayangnya, kondisinya tidak begitu terawat. Banyak rumput liar pada
tangga, jalan masuk menuju tugu, dan di bawah tugu bersejarah itu sendiri.
How
to get there?
Terdapat
tiga kali penyebrangan Luwuk-Salakan dalam sehari dengan jenis armada laut yang
berbeda. Kapal feri yang dapat mengangkut mobil berangkat pada siang hari,
kapal kayu dapat untuk mengangkut sepeda motor berangkat pada malam harinya
pukul sembilan dari Luwuk. Dan jika terburu-buru dapat menumpang kapal cepat
Marina Baru dengan waktu tempuh hanya satu setengah jam. Sementara dari Salakan
ke Luwuk juga terdapat tiga kapal setiap harinya. Untuk kapal kayu cukup
merogoh kocek 40 ribu per orang, sementara kapal cepat dihargai dua kali lipat
kapal kayu. Sementara untuk motor/mobil dikenakan harga lumayan tinggi, karena
itu sebaiknya sewa mobil saja ketika sampai Salakan.
Di Salakan
terdapat tiga penginapan yang terletak tidak jauh dari dermaga. Selain Tugu
Trikora, objek wisata yang dapat dinikmati yakni: deretan pantai dengan air
sebening Kristal, Air Terjun Tembang di Desa Luksagu, gua, dan Danau Lemelu di
Bulagi.
![]() |
| Air Terjun Tembang. |
![]() |
| Pantai Tinakung. |
Arus yang
tenang mengantarku pulang ke Luwuk, tak terasa langit sudah mulai berwarna
jingga. Lumba-lumba tampak asyik berlompatan di belakang kapal cepat yang
melaju di atas laut sebening kristal. Tiba-tiba, segala gundah yang selama ini
hinggap di hati seperti menguap entah kemana berganti damai dan syukur. Terima kasih,
Tuhan. See u, Salakan. (dm 050714)







mantapppppppp
ReplyDeleteTerima kasih. :-)
ReplyDeleteBagi yang mengetahui nama taher/ito dan mariama di salakan kab.luwuk kepulauan sulawesi tengah tolong di infokan pada nama tersebut diatas bahwa saudaranya atas nama ABD. Razak / yondo lagi sakit keras di kendari sulawesi tenggara.
ReplyDelete