Cidera yang Sering Terjadi Saat Travelling dan Penanganannya

Saat melakukan perjalanan tentu kita tidak berharap akan mengalami suatu kecelakaan, baik kecil maupun besar, dari sekedar luka lecet atau bahkan sampai patah tulang. Tentu alangkah baiknya pula jika kita mengerti dan dapat melakukan pertolongan yang baik dan benar. Kadangkala bentuk pertolongan pertama yang tepat dan cepat dapat menentukan hidup mati kita atau orang lain.

Ilustrasi.
Ketika melakukan trekking yang jauh masuk ke hutan atau daerah yang sepi tanpa ada peradapan, bantuan akan susah didapatkan. Jangankan mengharap bantuan medis,  desa terdekat terkadang baru dapat ditemui sehari dua hari perjalanan. Berikut adalah beberapa cidera yang sering ditemui saat berpergian dan bagaimana untuk pertolongan pertamanya.

1.       Luka
Luka/perdarahan terjadi bilamana pembuluh darah robek. Sesuatu yang bocor harus ditutup, oleh karena itu fokuskan untuk menghentikan kebocoran, atau dalam hal ini, menghentikan perdarahan terlebih dahulu. Kita dapat menggunakan akronim TIT: Tekan dan tutup daerah luka, Istirahatkan, dan Tinggikan daerah cidera. Jangan lupa juga untuk membersihkan daerah cidera agar tidak terjadi infeksi.

2.       Cidera otot atau tulang
Prinsip dasar penanganan pertama cidera satu ini sangat sederhana, yakni IF: Imobilisasi (tidak menggerakan daerah cidera) dan Fiksasi (mematikan gerakan daerah cidera). Otot atau tulang yang patah akan semakin parah atau bahkan mencederai daerah sekitarnya jika digerakan. Daerah cidera di sini mencakup lokasi cidera hingga batas kedua sendi. Sehingga untuk mematikan daerah cidera kita harus mengfiksasi kedua sendi tersebut.

3.       Luka bakar
Secara garis besar, luka bakar dibagi menjadi tiga tingkat berdasarkan tingkat keparahannya. Derajat 1, dimana kulit terlihat berwarna kemerahan, cukup dialiri air dengan suhu ruangan selama 10 menit. Pada derajat 2, dimana ditandai adanya lepuhan, penanganannya masih sama dengan derajat 1 ditambah jangan memecah lepuhan.

Pada kondisi paling ekstrem, derajat 3, kulit akan sepenuhnya hilang hingga tembus ke otot. Untuk itu segera aliri air, tutup daerah luka dengan kain basah, dan awasi jika terjadi hipotermia. Ohya, jangan lupa untuk melepas benda logam yang melekat di daerah luka bakar.

4.       Kehilangan Kesadaran
Istilah yang sering kita dengar yakni pingsan, kondisi dimana korban mengalami penurunan kesadaran dikarenakan otak kekurangan asupan oksigen. Pingsan dapat disebabkan oleh banyak faktor: kelelahan, kepanasan, kekurangan asupan energi, dehidrasi, dan lain sebagainya. Penanganan yang dapat dilakukan cukup sederhana: posisikan korban telentang, tinggikan tungkai, dan longgarkan pakaian/celana korban. Hindari memberikan bau-bauan pada korban, jika masih belum sadar sebaiknya dirujuk ke fasilitas medis terdekat.

5.       Memar
Memar adalah perdarahan yang terjadi di dalam jaringan tubuh, pembuluh darah robek namun darah tidak keluar. Tanda yang terjadi yakni berwarna biru kehitaman dan terjadi nyeri, serta gejala nyeri di daerah luka. Untuk teknik penanganan hampir sama dengan penanganan luka dan bisa ditambahkan dengan penggunaan es untuk mengurangi bengkak yang terjadi.

6.       Keracunan makanan
Memakan makanan yang asing tentu berpotensi menyebabkan gangguan lambung atau bahkan keracunan bagi tubuh kita. Entah tubuh kita yang menolak atau memang makanan tersebut mengandung racun bagi tubuh. Penanganan yang dapat dilakukan: rangsang korban untuk memuntahkan makanan yang baru dimakan, berikan air putih atau susu yang banyak kepada korban, berikan norit atau arang kalau tidak ada, dan segera bawa ke fasilitas medis terdekat.

7.       Hipotermia
Diartikan sebagai kondisi suhu tubuh yang turun di bawah suhu normal (36.5 - 37.5 derajat Celcius), hipotermia tidak selalu terjadi di daerah ketinggian, ketika berenang di laut pun kita berpotensi mengalami hipotermia. Penanganan yang dapat dilakukan yakni: mengganti pakaian korban yang basah, selimuti, dan berikan minum air hangat secara perlahan. Bisa juga menggunakan heat transfer dari tubuh penolong. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat di sini.

8.       Tersedak
Tersedak dapat diartikan sebagai tersumbatnya saluran nafas oleh benda asing. Biasanya benda asing tersebut berupa makanan yang kita makan, seperti bakso, daging, buah, dan lain sebagainya. Jika tidak segera mendapat pertolongan, korban dapat mengalami henti nafas dan meninggal. Ketika korban masih sadar, korban terlihat mengalami kesulitan bernafas dan berbicara serta kedua tangan memegang leher. Tindakan yang dapat dilakukan yakni berdiri di belakang korban, kepala ditundukan ke depan, letakan kedua tangan (mengepal) di ulu hati (di bawah tulang dada) dan lakukan hentakan ke dalam-atas sebanyak 4-5 kali.

Itulah beberapa kasus yang sering ditemui dan bagaimana pertolongan pertama yang mungkin berguna bagi kawan pejalan atau orang di sekitar kita. Happy travelling. :) (dm 053014)

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...