Bagaimana Menangani Korban Hipotermia?

Bagi penggemar olahraga outdoor, terutama mounteneering tentu tidak asing dengan kata hipotermia. Kata serapan yang berasal dari bahasa asing Hypothermia ini diartikan sebagai kondisi suhu tubuh yang turun di bawah suhu normal (36.5- 37.5 derajat Celcius). Kondisi ini bisa terjadi karena dua faktor, suhu lingkungan yang turun drastis dan atau kondisi tubuh kita yang menurun sehingga tidak bisa menyesuaikan suhu lingkungan sekitar.
 
Ilustrasi Orang Menggigil Kedinginan di Puncak.

Oleh karena itu, kasus hipotermia tidak hanya dapat terjadi di pegunungan dengan suhu yang ekstrem. Pada kaum manula yang kondisi tubuhnya tentu sudah menurun, dapat juga mengalami hipotermia di atas ranjang. Orang yang terlalu lama berenang di siang hari yang terik, korban kebakaran, atau bayi mudah terkena hipotermia.

Ciri-ciri Hipotermia
Penderita hipotermia dapat dikelompokan menjadi tiga berdasarkan tingkat keparahan yang terjadi. Pada hipotermia ringan, tubuh akan menggigil sebagai bentuk pertahanan terhadap dingin. Tubuh terasa dingin dan terjadi penurunan tingkat respon.

Pada kondisi selanjutnya, hipotermia sedang, tubuh akan menggigil makin keras. Kulit menjadi putih pucat sebagai konpensasi darah yang mengumpul di organ penting. Akan mulai sulit menggerakan tubuh. Pada jari-jari, telinga, dan bibir mungkin akan menjadi biru.

Ketika suhu tubuh makin menurun, korban hipotermia berat akan mengalami penurunan kerja paru-paru dan jantung sehingga aliran darah akan menjadi lambat. Korban akan mulai mengalami penurunan kesadaran, delusi, bingung, bahkan kadang amnesia. Tidak mampu menggerakan tangan. Pada kondisi yang ekstrem tubuh akan terasa panas sehingga korban akan membuka baju. Kebanyakan korban kasus hipotermia yang meninggal, ditemukan dalam keadaan telanjang.

Mekanisme Alami Tubuh
Perlu diketahui, tubuh kita memiliki mekanisme alami untuk melawan suhu dingin. Beberapa bentuk mekanisme tersebut jika diurutkan akan seperti berikut:
  • Rambut di kulit berdiri untuk dapat lebih menyerap panas lebih banyak.
  • Pori-pori tubuh akan menutup sehingga panas dari dalam tubuh tidak cepat keluar.
  • Tubuh akan menggigil sehingga dapat lebih banyak menghasilkan panas. Jadi kalau kedinginan, bergeraklah biar dapat menghasilkan panas. Hukum fisika sederhana.
  • Pada tahap selanjutnya darah yang berfungsi menghantarkan panas akan berkumpul di organ penting seperti jantung. Oleh karena itu permukaan kulit akan tampak memutih.
Camp di Cikasur.
Prinsip Penanganan
Di samping mekanisme alami tersebut, sebagai makhluk berakal kita dapat melakukan tindakan tambahan. Prinsip penanganan korban hipotermia sama seperti pada kasus lainnya, yakni jauhkan korban dari bahaya yang mengancam. Dalam hal ini adalah dingin. Jika memungkinkan, segera evakuasi korban dari tempat yang dingin. Namun jika tidak memungkinkan seperti kebanyakan kasus, lakukan langkah-langkah berikut:
  •  Lepaskan pakaian korban yang basah  dan ganti dengan yang kering. Jika dalam kasus tidak ada pakaian lain, jangan berikan pakaian Anda. Keselamatan penolong tetap nomer satu.
  • Pastikan tidak ada kontak langsung dengan tanah dan udara, lapisi dengan benda yang mempunyai sifat isolator yang baik seperti matras dan sleeping bag.
  • Berikan minuman hangat, namun berikan pelan-pelan agar tubuh korban tidak kaget.
  • Untuk mempercepat aliran panas ke tubuh korban, taruh sesuatu yang hangat (seperti air hangat yang ditaruh ke botol) ke sela arteri utama seperti ketiak dan selangkangan.
  • Dapat juga dibantu dengan menggosok-gosok tangan atau badan korban untuk menambah kehangatan.
  • Hindari memberikan alkohol. Alkohol memang  pada mulanya dapat memberikan rasa hangat karena sifatnya yang dapat melebarkan pembuluh darah, namun hal ini justru dapat memperburuk kondisi tubuh karena darah yang semestinya secara alami melindungi organ penting malah terdistribusi ke seluruh permukaan tubuh.
  • Pada kasus hipotermia berat, pastikan korban untuk selalu dalam kondisi sadar. Terus pertahankan komunikasi dengan korban.
  • Jika korban mengalami henti nafas, segera lakukan mekanisme Bantuan Hidup Dasar.
Kemping di Pinggir Danau (Doc. Juan).
Isi dalam postingan ini diambil dari berbagai sumber dan pengalaman pribadi. Sumber utama diambil dari First Aid Manual yang diterbitkan oleh St. John Ambulance, St. Andrew Ambulance Association and British Red Cross. Semoga dapat bermanfaat. (Dhani Mahendra, first aider who love to climb 301113).

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...