![]() |
| Beriringan. |
Ketika
memutuskan untuk mengikuti sebuah pendakian massal, ada baiknya kita
mempertimbangkan beberapa hal. Karena walapun kita ikut sebagai peserta yang
menjadi tanggung jawab panitia penyelenggara, saat di atas gunung, tidak
sepenuhnya apa yang kita rencanakan berjalan sebagaimana kita bayangkan. Shit happen, my friend.
Kredibiltas panitia. Hal ini penting
sekali diketahui, jika kita tidak mengenal baik panitia penyelenggara,
berhati-hatilah. Beberapa penyelenggara
terkadang tidak begitu mengenal medan dengan baik, ada juga yang hanya taraf
coba-coba. Dan beberapa yang lain tidak memperhatikan dan menjaga peserta
dengan baik.
Salah satu
cirinya biasanya kita tidak bisa membedakan panitia dengan peserta, mereka
seolah tidak mau disebut panita. Padahal sebagai konsumen yang membayar, kita
berhak atas pelayanan mereka. Biasanya pula ketika kondisi chaos, mereka-mereka ini kabur paling dulu. Pernah mengalami
pendakian massal paling buruk saat di Ciremai 2008 silam, ketika ribuan pendaki
terkatung-katung tidak jelas dan seluruh panita kabur entah kemana.
![]() |
| Ramai. |
Fasilitas dan janji yang bombastis. Janji-jani
seperti akan mendatangkan bintang tamu tertentu, akan mengadakan serangkaian
acara yang wah, atau bahkan fasilitas tambahan yang beraneka ragam patut kita
curigai jika biaya yang kita keluarkan serasa terlalu murah. Bagi saya, tujuan
utama ikut pendakian massal tentu saja mendaki gunung idaman, bukan fasilitas
tambahan yang membebani harga.
Biaya yang realistis. Semisal mendaki gunung
yang terletak jauh dari meeting point
dan mendapatkan fasilitas yang wah namun dengan harga yang murah sekali, kita
patut curiga dari mana sumber pendanaannya. Apakah dari sponsor atau hanya dari
peserta? Penmas yang hanya terdiri dari segelintir orang sangat jarang diliirik
oleh pihak sponsor, apalagi untuk gunung-gunung “kecil” yang sudah dikenal.
Tidak ada yang namanya kerja sukarela apalagi beramal, penmas pasti mencari
untung.
Jumlah peserta. untuk poin terakhir ini
adalah untuk keselamatan kita sebagai peserta dan bentuk cinta kepada gunung. Jumlah
peserta tentu harus sepadan dengan kemampuan panita. Idealnya satu panita
mengkondisikan 4-8 peserta mengingat kerasnya medan gunung yang didaki. Hal ini
juga memungkinkan panitia dapat mengkontrol dan menjaga peserta dengan baik. Di
sisi lain, pendakian massal yang diikuti oleh ribuan peserta tentu akan
berimbas buruk bagi gunung yang dituju. Sampah organik dan anorganik yang
ditinggalkan dalam waktu yang singkat akan mengganggu ekosistem gunung.
Renungkanlah lagi untuk mengikuti penmas dengan peserta mencapai ribuan.
![]() |
| Foto Bersama. |
-2.jpg)


No comments:
Post a Comment