Beach Hopping di Bali Selatan

Siapa yang tidak kenal Bali? Destinasi favorit wisata ini menjadi primadona bagi Indonesia bahkan dunia. Malahan, saking terkenalnya, kadang kala turis mancanegara salah mengira bahwa Bali dan Indonesia adalah dua negara yang berbeda. Segala jenis wisata dapat kita temukan di Bali, tidak terkecuali pantai. Pulau Dewata ini banyak menyimpan pantai-pantai yang menawan hati. Nah, kali ini saya ingin sedikit menulis pengalaman tempo hari beach hopping di pantai bagian selatan Bali.

Pantai Padang-padang.
Hampir di sepanjang pinggiran pantai telah menjadi spot wisata yang dikelola dengan baik. Dengan berbekal rental sepeda motor lima puluh ribu sehari, menyusuri jalanan di pesisir selatan Bali menjadi pengalaman yang menyenangkan. Lupakan saran-saran tempat tujuan favorit, terkadang kita bisa menemukan pantai yang indah dengan tidak terduga-duga.

Mengingat lokasi penginapan saya di Kuta, maka tentu saja Pantai Kuta menjadi pemberhentian yang pertama. Tentu pantai satu ini sudah sangat mainstream dengan kemudahan akses dan menjamurnya penjual di tepi pantai. Namun untuk sekedar menghabiskan sore dengan berjalan kaki dari penginapan, Kuta lumayan untuk didatangi.

Berikutnya, dekat dengan Kuta kita dapat menjumpai Pantai Jimbaran. Biasa saja, tidak ada yang istimewa seperti layaknya pantai pasir putih. Yang menjadi terkenal mungkin karena di sini banyak berjualan tempat makan yang menyediakan menu laut yang mengundang selera.

Pantai Balangan. Sampai di pantai ini adalah sebuah kebetulan. Berbekal navigasi gps di smartphone untuk menyusuri jalan di pinggiran pantai, tanpa sengaja melihat ada plan kecil di pertigaan jalan. Dan tanpa dinyana, Balangan ternyata pantai yang indah dengan pasir putih dan pengunjung yang tidak begitu ramai. Malahan, 95% pengunjung saat itu didominasi turis mancanegara. Di sini juga terdapat kursi-kursi pantai yang disewakan dengan harga lima puluh ribu per sekali pakai.

Menginjak ke pantai berikutnya, dengan sedikit nyasar dan kebingungan, sampailah di Pantai Dreamland. Jalan masuk ke pantai ini menjadi satu dengan sebuah resort dan tanpa ada petunjuk jalan sama sekali. Gaungnya, Dreamland menjadi seperti private beach dengan pemandangan yang menawan. Namun, tidak semua informasi itu benar. Bisa jadi dulu Dreamland menjadi pantai idaman, namun kini tidak lagi. Deretan pertokoan yang menuju pantai terkesan kumuh, warung di pinggir pantai pun terlihat tidak terurus. Walau pantainya tetap bersih meski kecil.

Pernah menonton film Eat, Pray, Love? Nah, pantai berikutnya menjadi salah satu setting film tersebut. Ya, Pantai Padang-padang memiliki panorama yang menawan sehingga menjadi setting di film yang dibintangi Julia Robert ini. Pasir putih dipadu dengan batu karang yang sebagian berlumut hijau, Padang-Padang menjadi favorit saya dari sekian pantai di Bali Selatan. Betah berlama-lama di sini.

Pada destinasi berikutnya, saya tidak yakin dengan nama pantainya. Warga sekitar menyebutnya Uluwatu, namun dari beberapa situs yang ada, sepertinya pantai ini dinamakan Blue Point. Memang lokasinya tidak jauh dari uluwatu, namun di sini kita dapat turun ke bawah dan berenang dengan santai. Perlu diketahui, deretan pantai di Uluwatu berupa tebing tinggi yang langsung menghadap Samudra Hindia. Hati-hati, jalan turun ke bawah lumayan terjal. Pantainya sendiri berupa karang, dan di sela-sela karang terdapat spot-spot yang asyik untuk berenang. Spot-spot tersebut bak laguna, jernih dan tanpa ombak. Ah, seperti kolam renang saja.

Terakhir, mengakhiri perjalanan hari itu, saya singgah di Pantai Uluwatu. Di sini adalah spot yang magis untuk melihat matahari terbenam di Samudra Hindia. Di pantai ini juga terdapat Pura Uluwatu yang terkenal, sehingga untuk masuk ke area wisata kita diharuskan memakai pakaian yang sopan. Tidak perlu kawatir jika terlanjur memakai celana pendek, disediakan kain penutup yang dipakai di pinggang.

Dan saat menikmati sunset di sini kita tidak bakal sendirian, banyak monyet-monyet nakal yang berlarian kesana kemari mencari makan. Tips penting! Jangan memasukan tangan ke dalam tas jika didekat mereka, karena dikira hendak mengambil makanan. Bakal dikejar sampai dapat. Masukan semua makanan ke dalam tas jika memang tidak ingin berbagi dengan mereka.

Menikmati Sore di Pantai Kuta.
Nelayan Menaikan Perahu.
Pantai Balangan.
Pantai Dreamland.
Pintu Masuk ke Blue Point.
Uluwatu.
Let's walk.
Hari semakin larut, saatnya pulang kembali ke penginapan. Sayang tidak sempat mampir ke Pantai Pandawa yang katanya juga tidak kalah indah dengan Padang-padang. Ah, Bali, I missed you already. (dm 10 Juli 2014)

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...