Showing posts with label Jawa Tengah. Show all posts
Showing posts with label Jawa Tengah. Show all posts

Andong, Gunung Kecil yang Hits

Sepuluh tahun lalu, saat masih kuliah di Semarang, tidak ada yang kenal gunung kecil satu ini. Saat itu memang demam pendakian tidak seramai sekarang yang mana para pendaki berlomba-lomba mendaki gunung-gunung kecil dengan medan yang tidak terlalu berat dengan view yang cantik untuk sekedar berfoto. Nah, salah satu gunung tersebut yakni Gunung Andong.


Pose Wajib Puncak Gunung, Untung Bawa Payung.

Gunung yang memiliki ketinggian 1,726 mdpl ini terletak di Dusun Sawit, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Lokasi persisnya saya sendiri sudah lupa karena waktu itu menggunakan kendaraan roda dua dari Semarang, kalau tidak salah cukup dekat dari pusat Kota Magelang, tidak sampai satu jam.


Kembang, Anakan Gunung Sindoro

Sebagai pendaki gunung yang suka ga tahan lihat gunung kece di Instagram, saya langsung ngiler melihat foto-foto Gunung Kembang yang akhir-akhir ini mulai banyak bersliweran di media sosial satu itu. Tingginya pun ternyata tidak begitu tinggi, hanya 2.340 mdpl, sehingga tipe gunung ini sangat cocok untuk trip sehari bagi kuli bangunan yang tidak punya hari libur lama macam saya.

Gunung Kembang dengan Latar Gunung Sindoro.

Tidak berpikir dan planning lama-lama, ketika ada long weekend di bulan November kemarin, langsung saja saya kontak teman-teman yang kira-kira masih di Semarang untuk pergi mendaki gunung cantik satu ini. Tidak butuh waktu lama, dapat dua mangsa yang siap menemani! Findi dan Hasan, teman zaman di kampus dulu.

Sepi di Pakuwaja

Sudah cukup lama saya tidak mendaki gunung di Jawa Tengah, dan lebih lama lagi saya tidak menyusuri jalur tengah Jawa Tengah yang aduhai ketika membelah Gunung Sumbing dan Sindoro. Teringat dulu suka melewati jalur ini bersama Bluemerry, sepeda motor kesayangan, berkendara asyik membelah kabut tipis sore hari. Ada beberapa gunung indah di bagian tengah Pulau Jawa ini, salah satunya Gunung Prau yang lagi ngehits beberapa tahun belakangan ini.

Puncak Pakuwaja.
Ingin sekedar menikmati suasana gunung tempo dulu, saya memutuskan mendaki gunung yang belum banyak terdengar di telinga orang. Apalagi saya mendaki di saat long weekend libur Hari Kemerdekaan, tidak terbayang pasti semua gunung penuh bak pasar malam. Setelah googling sana-sini, saya memilih gunung kecil di Dataran Dieng. Pakuwaja namanya, gunung 2.390 mdpl ini berdiri tepat di depan Gunung Prau, basecampnya pun ‘berhadapan’ yakni Patak Banteng untuk Gunung Prau dan Parikesit untuk Gunung Pakuwaja.

Sehari di Kebumen

Bagi saya, Kebumen adalah kabupaten kecil di pesisir pantai selatan Jawa yang biasa saja. Tidak pernah sekalipun terlintas untuk mengkhususkan menjadikan kabupaten ini sebagai destinasi wisata. Yah, di samping jarak yang lumayan jauh, waktu cuti juga terbatas. Maklum, karyawan kantoran yang kudu kejar setoran, hehe..

Benteng Merah.
Oleh karena itu, ketika ada jeda di tugas kantor di Cilacap, langsung saja merencanakan untuk singgah di Kabupaten yang sudah berdiri sejak 1677 ini. Melihat beberapa postingan instagram teman, tempat yang paling ingin kusinggahin adalah Benteng Van Der Wijck dan Pantai Menganti. Memang tidak salah pilih, kedua tempat ini memiliki landscape yang sayang untuk dilewatkan.

Mendaki Gunung Slamet

Berdiri menjulang setinggi 3.428 meter dari permukaan laut menjadikan Slamet sebagai gunung tertinggi di Jawa Tengah. Rumornya, Slamet dianggap gunung suci pada masa Kerajaan Majapahit sehingga kawasan ini tetap tidak terjamah. Hal ini pula yang menyebabkan dialeg penduduk di kakinya sedikit (baca: tetap) berbeda dengan penduduk Jawa yang lain. Kalau di Bayuwangi ada Bahasa Osing, di kaki Slamet di kenal dengan nama Bahasa Ngapak.

Di Puncak Slamet.
Bersama dengan Sindoro dan Sumbing, Slamet terkenal dengan sebutan triple S. Kesamaan huruf awal dan lokasi yang berdekatan mungkin menjadi latar belakang adanya istilah ini. Keindahan gunung satu ini sayang untuk dilewatkan. Jalur dengan vegetasi hutan yang lebat dan terkesan mistis. Sementara selepas Pos 5 kita akan disuguhi pemandangan di atas awan yang luar biasa. Indah sekali. Namun seperti kedua saudaranya, di sepanjang jalur Gunung Slamet tidak memiliki sumber air.

Mencumbu Puncak Prau dari Dieng

Pada tulisan sebelumnya, aku mengupas pendakian Gunung Prau dari sisi utara, yakni dari Kabupaten Kendal. Jika pada jalur Kendal membutuhkan waktu hampir enam jam, dari Dieng kita hanya membutuhkan dua jam saja. Tidak perlu heran, hal ini dikarenakan start pendakian yang sudah tinggi. Di samping itu, pendakian ke puncak dari Dieng makin seru mengingat jalurnya yang langsung menanjak ke atas, menuju padang bunga di Puncak Prau.

Bunga Daisy.
Perjalanan ke Puncak
Untuk menuju Basecamp Prau, start pendakian gunung 2.565 mdpl ini dimulai, kita harus menuju Dieng terlebih dahulu. Dieng paling mudah dicapai dari Wonosobo, Jawa Tengah. Basecamp gunung ini berupa gedung pemerintahan desa yang merangkap basecamp di bagian belakangnya. Gedung ini terletak persis di pinggir jalan Wonosobo-Dieng. Kurang lebih 500 meter dari pintu gerbang Kawasan Wisata Dieng.

Gunung 3000 mdpl di Pulau Jawa

Sebagai pusat pemerintahan, Pulau Jawa menyimpan banyak gunung-gunung yang bisa membuat kita berdecak kagum. Secara total terdapat 12 gunung yang memiliki ketinggian di atas 3000 mdpl. Semua gunung tersebut terbentang dari ujung barat ke ujung timur pulau dengan populasi terbanyak tersebut. Selain indah, gunung-gunung dengan tinggi sepertiga ketinggian Gunung Everest tersebut sangat menantang untuk didaki.

Kerucut Puncak Arjuno.
1.       Pangrango 3.019 mdpl
Di daftar pertama terdapat gunung Pangrango yang terletak  paling barat dari deretan gunung 3000 m di Jawa. Rute yang jelas dan banyaknya sumber air membuat gunung satu ini menjadi favorit para pendaki, terutama yang berasal dari ibukota. Puncaknya seh biasa aja dengan tugu triangulasi, tetapi di sebelahnya terdapat Lembah Mandalawangi yang banyak ditumbuhi edeilweis. Sedap sekali tentunya.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...