| Hard Rock Cafe. |
Saat
melewati Jalan Legian, suasana malam yang sepi digantikan hingar bingar
kehidupan malam. Muda mudi pelancong dari manca tampak riuh menikmati malam
dengan botol minuman beralkohol di tangan. Pernah seorang teman bercerita bahwa
banyak muda mudi yang melakukan travelling dengan tujuan hanya untuk get drunk, club hopping tiap malam. Dan malam
ini aku menyaksikannya. Beberapa bahkan melakukan aksi gila hingga bertelanjang
bulat. Untung saja saat itu yang kulihat nona muda yang berparas cantik,
lumayan buat segeran, hehe..
Kurang lebih
setengah jam menunggu, akhirnya datang juga kedua temanku. Setelah tanya sana sini
dan polisa polisi, positif boleh bertenda di pantai. Cuma saat pagi lokasi
tersebut akan ramai oleh pedagang. “Tidak, masalah, Pak. Pagi-pagi kami sudah
cabut lagi kok.”, celetuk teman saya.
| Di Dalam Tenda. |
Tenda sudah
berdiri. Barang-barang sudah ditata. Eh, malah kantuk hilang entah kemana. Dan
kebetulan ada seorang teman dari Semarang yang hendak mendaki Rinjani minta dijemput
di Bandara Ngurah Rai dan ikut nebeng bermalam di tendaku. Segera saja kembali
kupacu Blue ke bandara. Jarak Pantai Kuta dan bandara sebenarnya cukup dekat,
tetapi karena banyak jalan searah menjadi cukup jauh. Sempat pula dua kali
diomeli polisi Denpasar karena melanggar rambu, hehe..
Selepas
menjemput teman pun kantuk belum bisa hilang. Padahal dari pagi berkendara
nonstop dari Gresik. Malahan, malam itu kami asyik berfoto-foto di depan hard
rock café dan mengobrol di KFC sampai pagi. Eh salah, sampai diusir penjaga
restoran karena sudah mau tutup. :p
Karena sudah tidak ada tempat nongkrong yang
asyik, kira-kira pukul tiga pagi kami kembali ke tenda dan berusaha untuk tidur
barang sebentar. Ternyata tidur di atas pasir lumayan enak, empuk seperti di springbed, hehe.. Well, selamat malam,
eh, pagi Kuta.
| Pantai Kuta. |
Tiga jam
kemudian, suasana sekitar sudah mulai ramai. Pantai Kuta sudah dipenuhi oleh
para wisatawan baik lokal maupun manca. Riuh pengunjung pantai membuatku tidak
bisa tidur. Tak berapa lama, datangnya warga lokal yang meminta kami untuk
pindah. Ternyata kami menduduki lapak jualan warga tersebut. Teringat obrolan
semalam dengan bapak penjaga pantai, kami pun segera pindah lapak.
akhirnyaaaaa,,,, cerita ini dimuat jugak,,,, dan ternyata fotoku masih tersimpan rapi di kamu ya Dan
ReplyDeleteiya, kalau soal foto, aku selalu simpan dan susun dalam folder yang rapi. komplit. :)
DeleteEh ralat, namaku DHANI, ada huruf H nya!
Deleteiya Dani,,, pake H :P
Delete>,<
Deleteeh mas, memang camping di pantai sana boleh? ga ada masalah ya? heheh saya juga berniat buat camping di pantai :D
ReplyDeleteNyatanya aku boleh mas, asal pagi-pagi siap-siap diusir pedagang aja, hehe..
DeleteMlm ini aq uda dipantai kuta,rencana awal mw dirikan tenda dibibir pantai,setelah izin ke satgas,eh malah diomelin g boleh camping disini,toh banyak hotel dcni katanya dengan sinis,,huffttt
ReplyDeleteMlm ini aq uda dipantai kuta,rencana awal mw dirikan tenda dibibir pantai,setelah izin ke satgas,eh malah diomelin g boleh camping disini,toh banyak hotel dcni katanya dengan sinis,,huffttt
ReplyDeletehehe.. Anda belum beruntung mbak..
Delete