Semalam di Kuta Bali

Kurang lebih pukul sebelas malam ketika Bluemerry, teman perjalanan beroda duaku yang setia, tiba di Kota Denpasar. Jalanan yang lengang mmbuat diriku memacu Blue lebih cepat dari biasanya. Alhasil, aku sempat terpisah dari dua teman yang dibelakang. Untungnya kita sudah sepakat untuk bermalam di Pantai Kuta, bukan di hostel yang bertebaran di sana, tetapi di pantainya secara harfiah.

Hard Rock Cafe.
Berbekal semangat dan perlengkapan kemping, kami tamasya ke Bali. Rencanya untuk melewatkan malam pertama di Bali, kami akan bertenda di Pantai Kuta. Entah diperbolehkan atau tidak. Selepas perjalanan panjang dari Semarang, rasa lelah membuatku malas mencari kedua teman yang terpisah. Kutunggu di pantai saja, pikirku. Segera sistem navigasi di smartphone kuaktifkan untuk memandu ke sana.

Saat melewati Jalan Legian, suasana malam yang sepi digantikan hingar bingar kehidupan malam. Muda mudi pelancong dari manca tampak riuh menikmati malam dengan botol minuman beralkohol di tangan. Pernah seorang teman bercerita bahwa banyak muda mudi yang melakukan travelling dengan tujuan hanya untuk get drunk, club hopping tiap malam. Dan malam ini aku menyaksikannya. Beberapa bahkan melakukan aksi gila hingga bertelanjang bulat. Untung saja saat itu yang kulihat nona muda yang berparas cantik, lumayan buat segeran, hehe..

Kurang lebih setengah jam menunggu, akhirnya datang juga kedua temanku. Setelah tanya sana sini dan polisa polisi, positif boleh bertenda di pantai. Cuma saat pagi lokasi tersebut akan ramai oleh pedagang. “Tidak, masalah, Pak. Pagi-pagi kami sudah cabut lagi kok.”, celetuk teman saya.

Di Dalam Tenda.
Tenda sudah berdiri. Barang-barang sudah ditata. Eh, malah kantuk hilang entah kemana. Dan kebetulan ada seorang teman dari Semarang yang hendak mendaki Rinjani minta dijemput di Bandara Ngurah Rai dan ikut nebeng bermalam di tendaku. Segera saja kembali kupacu Blue ke bandara. Jarak Pantai Kuta dan bandara sebenarnya cukup dekat, tetapi karena banyak jalan searah menjadi cukup jauh. Sempat pula dua kali diomeli polisi Denpasar karena melanggar rambu, hehe..

Selepas menjemput teman pun kantuk belum bisa hilang. Padahal dari pagi berkendara nonstop dari Gresik. Malahan, malam itu kami asyik berfoto-foto di depan hard rock café dan mengobrol di KFC sampai pagi. Eh salah, sampai diusir penjaga restoran karena sudah mau tutup. :p

Karena sudah tidak ada tempat nongkrong yang asyik, kira-kira pukul tiga pagi kami kembali ke tenda dan berusaha untuk tidur barang sebentar. Ternyata tidur di atas pasir lumayan enak, empuk seperti di springbed, hehe.. Well, selamat malam, eh, pagi Kuta.

Pantai Kuta.
Tiga jam kemudian, suasana sekitar sudah mulai ramai. Pantai Kuta sudah dipenuhi oleh para wisatawan baik lokal maupun manca. Riuh pengunjung pantai membuatku tidak bisa tidur. Tak berapa lama, datangnya warga lokal yang meminta kami untuk pindah. Ternyata kami menduduki lapak jualan warga tersebut. Teringat obrolan semalam dengan bapak penjaga pantai, kami pun segera pindah lapak.

Walau cuma semalam di Kuta, tetapi kami sungguh menikmatinya. Tak disangka pantai yang seramai ini dengan banyak hostel membolehkan kita untuk bertenda di bibir pantainya. Paginya kami asyik menikmati Pantai Kuta bersama ratusan pengunjung lain. Sekitar pukul delapan, perjalanan kami lanjutkan ke Ubud. Bye-bye Kuta, see u next time. (dm 040813)

10 comments:

  1. akhirnyaaaaa,,,, cerita ini dimuat jugak,,,, dan ternyata fotoku masih tersimpan rapi di kamu ya Dan

    ReplyDelete
  2. eh mas, memang camping di pantai sana boleh? ga ada masalah ya? heheh saya juga berniat buat camping di pantai :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nyatanya aku boleh mas, asal pagi-pagi siap-siap diusir pedagang aja, hehe..

      Delete
  3. Mlm ini aq uda dipantai kuta,rencana awal mw dirikan tenda dibibir pantai,setelah izin ke satgas,eh malah diomelin g boleh camping disini,toh banyak hotel dcni katanya dengan sinis,,huffttt

    ReplyDelete
  4. Mlm ini aq uda dipantai kuta,rencana awal mw dirikan tenda dibibir pantai,setelah izin ke satgas,eh malah diomelin g boleh camping disini,toh banyak hotel dcni katanya dengan sinis,,huffttt

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...