[Catper] Rinjani

Matahari sudah mulai keluar dari peraduan ketika akhirnya aku berhasil menginjakan kaki di titik 3.767 mdpl yang amat terkenal ini. Hampir enam jam perjalanan kala pagi buta kutempuh dari pos terakhir. Jalur yang terjal berpasir, angin kencang, dan dingin menguji baik mental maupun fisik. Rinjani yang cuma ada di alam mimpiku selama tiga tahun terakhir ini akhirnya terwujud ke alam nyata pukul tujuh pagi yang cerah itu.
 
Danau Segara Anak.
Kesempatan untuk menginjakan kaki di Gunung Rinjani datang pada libur lebaran tahun 2010 setelah sempat dua tahun tertunda. Hanya berdua dari Jakarta kami menuju Lombok melalui jalur udara untuk mempersingkat waktu. Sebenarnya kalau hanya menuju puncak, cukup membutuhkan waktu dua hari satu malam (2D1N). Akan tetapi, jauh-jauh dari Jakarta rugi kalau cuma dua hari di Rinjani.



Sembalun-Plawangan
Terdapat dua jalur ‘nasional’ untuk menggapai titik tertinggi di Pulau Lombok ini, yakni Sembalun dan Senaru. Karena plan utama kami adalah puncak, maka kami memilih Sembalun untuk memulai pendakian dilanjutkan menikmati segarnya Danau Segara Anak, baru pulang melalui Senaru.
 
Penumpang Pick Up Masbagik - Sembalun.
Pos 1 di Tengah Savana Kerinci.
Trek Pos 3 - Plawangan.
Setelah bermalam di Basecamp Sembalun, pukul lima pagi kami memulai perjalanan agar sampai di Plawangan sebelum gelap. Dari basecamp sampai ke Pos 3, kita akan disuguhi Savana Gunung Rinjani yang luas. Trek masih landai, sumber air hanya ada di Pos 3, itupun air rembesan yang sebaiknya disaring dulu sebelum diminum. Selepas Pos 3, jalur akan mulai menanjak dan sebagai pamungkas terdapat ‘Tanjakan Penyesalan’ yang bakal membuat kita merasa menyesal nanjak Rinjani, hehe…

Selepas menyesal di Tanjakan Penyesalan, dijamin kawan akan ketagihan nanjak Rinjani ketika sampai di Plawangan. Bagiku, Plawangan adalah lokasi bertenda yang paling keren! Bagaimana tidak, pos terakhir sebelum puncak Rinjani ini berhadapan langsung dengan indahnya Danau Segara Anak. Selain sumber air yang melimpah, di sini kita juga akan ditemani monyet-monyet manis yang suka usil mengambil logistik pendaki. Segelas kopi panas dengan kawan-kawan dikala senja sambil memandang danau tentu akan menjadi pengalaman yang tidak terlupakan.
 
Trek Plawangan-Puncak.
Puncak RInjani.
Sial, Gagal ke Danau!
Walau cuma berdua, ketika berangkat dari Sembalun kami menjadi tim beranggotakan enam orang. Namun, hanya empat orang yang memutuskan untuk summit attack. Temanku dan seorang dari Bandung tetap di tenda karena kondisi fisik. Ketika sampai di puncak, ternyata dua teman masih jauh di belakang. Walau matahari sudah agak tinggi, tetapi suhu masih mampu membuat kami menggigil hingga memutuskan untuk turun sejam kemudian tanpa menunggu rekan yang belum sampai di puncak.
 
Menikmati Danau Segara Anak dari Plawangan.
Monyet Plawangan.
Ternyata dua rekan tersebut masih di tengah jalur ke puncak padahal waktu hampir menunjukan pukul 10 pagi. Satu orang drop. Silahkan anggap aku egois, tetapi bagiku, memaksakan diri hingga merepotkan orang lain dan (terutama) merusak plan bersama itu lebih egois lagi. Langsung saja otak tekniku mengkalkulasi: estimasi waktu ke puncak + turun + istirahat + perjalanan Plawangan – danau. Dan hasil perhitungan menghasilkan kesimpulan bakal camp semalam lagi di Plawangan!

Mengingat waktu waktu liburan yang terbatas walau sudah dibelain bolos dua hari, maka dampak dari ekstra sehari di Plawangan berujung aku gak mungkin berkunjung ke Danau Segara Anak. Sial!
Full Team Plus One.
Demi mengejar pesawat ke Jakarta, terpaksa aku harus menempuh jalur Sembalun lagi untuk pulang. Sementara kelima rekan yang mempunyai waktu libur lebih lama dan menempuh jalur darat menuju danau untuk lanjut pulang lewat Senaru. Walau tidak sempat mencicipi indahnya Danau Segara Anak, tetapi keindahan Rinjani dari Sembalun sudah membuatku berdecak kagum. Di perjalanan pulang, dalam hati kuberjanji bakal balik kesini lagi suatu saat nanti. (dm 170813)

How to get there (Sembalun) :
*Data 2011
 

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...