Sumbing, Sumbing, dan Sumbing

Sumbing bagiku selalu berkaitan dengan angka tiga. Tinggi gunung ini tiga ribu tiga ratus. Gunung ini adalah salah satu dari triple S yang terkenal itu. Terdapat tiga rute pendakian yang umum digunakan oleh pendaki. Tiga kali pulalah aku mencoba menaklukan puncaknya, dan pada paruh ketigalah aku mencapai puncak dengan sukses hingga turun ke dasar kawah. Dialah Gunung Sumbing, gunung pada pendakianku yang ketiga.

Sindoro dari Sumbing.
Percobaan Pertama
Ingin menjajaki puncak 3.371 mdpl, langsung saja kuiyakan ajakan teman adiku untuk pergi ke Sumbing. Rute yang dipilih pun bukan jalur utama Garung, tetapi melalui Dukuh Kepencit, Parakan, Temanggung. Singkat cerita, kami gagal mencapai puncak dan aku hampir saja mati saat hendak turun.

Lama sesudahnya, ada beberapa hal yang dapat kupetik sebagai pelajaran. Pendakian dilakukan pada malam hari, kami berangkat dari Kepencit pukul tujuh malam. Hampir berjalan nonstop sampai puncak. Ketika turun, kami mencoba jalur baru ketika melihat ada rombongan lain yang lewat di jalur berbeda, jalur yang kami belum kenal betul. Alhasil kami tersesat.

Pengalaman paling pahit, pada turunan yang berbatu di jalan perladangan, aku malah berlarian hingga lepas kendali. Masih untung cuma kedua jari yang lepas sendi dan satu gigi yang tanggal. Masih saja bulu roma berdiri kalau mengingat kembali kontur jalan dengan batu-batu tajam serta kecepatan lariku saat itu hingga jatuh berguling-guling kebawah.  Pendakian kali ini gagal total!

Lereng Gunung Sumbing
Kawah Sumbing.
Percobaan Kedua
Gagal mencapai puncak pada pendakian lalu tak membuatku surut. Kali ini kuniatkan untuk sampai di puncak. Beranggotakan delapan orang, kucoba kembali peruntungan Sumbing dengan rute yang sama. Alasan lain, karena hanya rute itu yang kutau mengingat di antara kami berdelapan hanya akulah yang pernah ke Sumbing, itupun gagal.

Berkaca pada pendakian pertama, oke, tidak perlu membawa air terlalu banyak, cadangan air melimpah. Kata-kata yang kuaminin sendiri mengingat trek Gunung Sumbing yang berat dan minim bonus. Namun sepertinya alam berkehendak lain. Pada lokasi di mana sungai mengalir deras pada pendakian pertama ternyata telah kering kerontang. Gawat!

Setelah rute ke puncak jelas, berjalanlah aku sebagai sweeper untuk menyemangati yang lain. Hari sudah terang, terik pun mulai terasa. Sesampai di puncak, baru kusadari ternyata hanya tiga orang yang mencapai puncak. Lima orang rombongan di depan menghilang entah kemana. Baru saat turun kudapati mereka sedang beristirahat di tengah jalan, kelelahan dan haus yang sangat menahan laju mereka kepuncak. Walau sampai puncak, tapi tetap saja rasanya aku gagal mencapai puncak. Tidak ada kenikmatan dan kebanggaan seperti yang kuharapkan.

Percobaan Ketiga
Merasa gagal pada kedua pendakian terdahulu, terayu juga hati ini oleh ajakan teman ikut pendakian massal ke Sumbing. Pertimbangannya cuma dua: Pendakian massal, karena dilakukan secara [harusnya] terorganisir sehingga jarang gagal mencapai puncak dan pendakian kala itu melewati Jalur Klowoh, jalur yang belum pernah kulalui. Juga, katanya jalur ini baru dibuka. Hmm… 

Sungai di Dasar Kawah.
Belajar dari pengalaman pendakian kedua yang hampir mati kehausan, kuiisi ransel dengan air yang lebih dari cukup. Tak mau kualami lagi mengais-ais bebatuan untuk mencari air. Tak mau lagi melihat teman jatuh pingsan karena dehidrasi. Safety first!

Berangkat pukul delapan pagi dari basecamp, melewati rute yang panjang, baru pukul sembilan malam kami sampai di puncak. Akhirnya, aku dan seluruh tim pendakian bisa menjejakan kaki di puncak, bahkan tenda pun kami dirikan di puncak. Di pinggiran kawah yang curam itu.

Bergaya di Dasar Kawah (doc. Hanum).
 Pada pendakian ketiga ini, kusempatkan untuk turun ke dasar kawah. Jalurnya lumayan curam, namun layak untuk dilakukan. Dasar kawah gunung kembar ini digenangi air yang berasal dari aliran air kecil yang berbau belerang. Keindahannya membuatku betah berlama-lama di dasar kawah. Untuk pulang, kami tidak melewati rute berangkat, tetapi lewat Garung yang merupakan ‘jalur nasional’ pendakian Sumbing, agar lebih cepat sampai.

Happy climbing, keep safe, clean, and fun climbing! (dm 160913)

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...