Gunung Kecil Bernama Ungaran

Bagi kebanyakan orang, pasti mengaitkan Semarang dengan banjir dan pesisir. Memang kota kecil ini pernah terkenal akan kanal-kanalnya yang indah ketika VOC masih Berjaya. Namun, pada pagi hari ketika cuaca cerah tanpa kabut, kita dapat melihat satu gunung kecil di arah selatan. Berdiri tampak malu-malu terpisah dari deretan pegunungan di tengah Pulau Jawa. Gunung kecil ini bernama Ungaran.
 
Gunung Ungaran.
Bagi warga Semarang dan sekitarnya, Ungaran sudah menjadi seperti Gunung Gede Pangrango bagi warga Jakarta. Lokasi yang dekat dan tipikal gunung yang landai menjadi pemicu bagi warga Semarang untuk menjajal puncak 2.050 mdpl ini. Ada tiga jalur untuk menggapai puncak Ungaran, Pasar Jimbaran dan Candi Gedong Songo yang berada di Kabupaten Semarang dan Pabrik Teh Medini yang berlokasi di Kabupaten Kendal. Dari ketiga jalur tersebut, hanya Gedong Songo yang langsung ke Puncak.

Dukuh Promasan
Jika kita mendaki dari Jimbaran atau Medini, kita akan menemui Dukuh Promasan. Secara wilayah, dukuh yang tidak mendapat aliran listrik ini termasuk ke dalam Kabupaten Kendal. Di dukuh ini hanya ditinggali sekitar 15 rumah yang saling berdekatan. Di Promasan kita dapat menikmati keindahan kebun teh yang menghampar luas. Tidak perlu jauh-jauh ke Puncak. Dari Jimbaran atau Medini, Promasan dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 2 jam.

Pos Mawar, Pintu Masuk Pendakian Ungaran dari Jimbaran.
Promasan di Pagi Hari.
Hampir keseruluhan warga Promasan berkerja sebagai pemetik daun teh. Selain itu, beberapa warga menawarkan rumahnya sebagai tempat singgah bagi para pendaki. Ongkosnya pun murah sekali, dari gratis karena telah menjadi langganan sampai 2000 rupiah (tahun 2010). Kita pun dapat memesan nasi dengan menu seadanya yang tentunya nikmat dan murah.

Jika lebih ingin merasakan pendakian dengan nuansa tenda, kita juga dapat mendirikan tenda di sekitar Promasan. Banyak tempat-tempat yang tepat untuk itu. Dari di dekat mushola satu-satunya di Promasan sampai kebun teh yang luas. Alternatif lain yakni mendirikan tenda di mulut Gua Jepang. Ya, di sini juga terdapat sebuah gua buatan Jepang saat Perang Dunia ke-2. Gua kecil dengan beberapa kamar yang gelap.

Suasana Gua Jepang (doc. anonim)
Pemandian Umum di Promasan.
Tentang sumber air tidak perlu dikuatirkan. Ungaran adalah satu-satunya gunung di Jawa Tengah yang kaya akan sumber air. Bahkan di Promasan dibuat semacam pemandian umum. Nikmat rasanya membersihkan diri di sini. Selain dingin, air yang mengalir dari pancuran segar sekali.

Puncak 2.050 mdpl
Biasanya pendaki yang bermalam di Promasan akan berangkat pukul 3 pagi untuk summit attack. Perhitungan waktu yang cukup untuk bisa menikmati matahari terbit di Puncak Ungaran. Jika untuk menuju Promasan jalur masih terbilang landai, berbeda halnya jalur ke Puncak. Tanjakan dan pepohonan yang cukup rapat akan menghiasi sepanjang perjalanan.

Candi Promasan.
Sebagai gunung mati, Puncak Ungaran tidak dihiasi adanya kawah. Hanya pelataran 5 x 10 meter dengan sebuah tugu triangulasi saja. Dari puncak kita dapat memandang indahnya Kota Semarang dari atas gunung dengan latar Laut Jawa. Di sebelah timur terdapat rawa pening yang tampak mungil dengan latar Gunung Merbabu.

Biasanya juga, pendaki yang pertama kali ke Ungaran akan pulang melalui jalur Gedong Songo. Seperti yang aku sebutkan di atas, pada jalur ini kita akan langsung menuju Puncak. Tetapi seringnya jalur ini dipakai untuk turun dari puncak. Sebabnya tak lain dari adanya Candi Gedong Songo. Tentu asyik setelah puas mendaki Ungaran dilanjutkan dengan menikmati sisa-sisa peradapan Hindu silam di Semarang. Dengan catatan dengkul masih kuat buat naik turun candi, hehe…

Jalur Puncak - Gedong Songo.
Gunung satu ini memang cocok untuk digunakan sebagai alternatif menghabiskan waktu di akhir pekan. Jarak yang dekat, kontur gunung yang tidak begitu terjal, dan sumber air yang melimpah. Perizinan pun mudah dan murah. Walau dengan segala kemudahan tersebut, keindahannya tidaklah murahan. Keep safe, clean, and fun climbing. (dm 070913)

2 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...