| Perkebunan Teh Nirmala. |
Berkendara di [Jalan] Batu
Dari
Cibadak, kita harus menuju Kantor TNGHS yang sekaligus menjadi pintu masuk sisi
timur. Di sini, kita terlebih dahulu harus mengurus perizinan memasuki kawasan
Taman Nasional seperti layaknya pada Taman Nasional lainnya. Cukup membayar
biaya retribusi 2500 rupiah dan mendaftar di buku tamu. So simply.
| Pos Penelitian Cikaniki. |
| Sungai Kecil di Tengah Loop Trail. |
Berangkat
dari Bogor pagi pukul lima kami sampai di sini pukul sepuluh pagi. Biasanya
pengunjung Halimun pasti mengunjungi Pos Penelitian Cikaniki, tak terkecuali
kami. Dari pintu masuk ke Cikaniki masih berjarak 17 km, dengan komposisi 10 km
pertama jalan beraspal dan sisanya jalan berbatu. Begitulah penuturan ranger
penjaga pintu masuk yang ramah itu. Tujuh kilo
jalan berbatu? Ah, Blue pasti bisa melaluinya. Bluemerry, Vega R warna biru
tahun 2004 ini memang sedang tidak begitu prima kondisinya.
Sepuluh kilo
pertama perjalanan masih lancar, walau banyak lubang menganga di jalan. Nah, pada paruh tujuh kilo berikutnya
penderitaan dimulai. Dalam benak, ketika mendapat info jalan berbatu, yang
dibayangkan yakni jalanan dengan batu kali yang ditata menggantikan aspal. Jauh
api dari panggang, jalur sepanjang tujuh kilo tersebut ditata dari batu-batu
yang telah dipecah sehingga terlihat runcing di permukaannya. Ditambah lagi shockbreaker yang rusak serta kontur
pegunungan yang naik turun, maka perjalanan tujuh kilo itu terasa makin
‘mantap’ saja. Pukul tiga sore baru kami bisa melihat Pos Penelitian Cikaniki.
Cikaniki, Citalahab, dan Cinopy
Banyak spot
menarik di Halimun. Sekitar 200 meter dari Cikaniki terdapat Air Terjun Macan yang mengucur langsung
ke pinggir sungai yang mengalir. Airnya pun jernih. Berjalan masuk ke dalam
hutan terdapat canopy trail yang sudah rusak sejak 2009 lalu, rumornya seh tahun depan (2013) mau diperbaiki. Yah, we’ll see.
| Canopy Trail. |
| Jamur yang Berpendar di Malam Hari. |
Nah, jamur berpendar di malam hari yang
sering dibicarakan orang dapat kita jumpai persis di sekitar tangga canopy trail dekat dengan Pos Cikaniki. Tentu
kita harus melihatnya pada malam hari dan katanya makin bagus lagi sehabis
hujan. Wujud asli jamur tersebut berwarna putih dengan diameter 2-4 mm. Kecil
sekali. Sehingga pada malam hari, kita seperti dikelilingi ratusan
kunang-kunang yang berpendar putih kehijauan.
Rancak bana.
Untuk urusan
menginap terdapat homestay di Citalahab.
Dengan harga 50 ribu per malam kita sudah dapat tidur nyenyak. Pagi hari di
Citalahab dapat kita habiskan untuk menikmati indahnya Perkebunan Teh Nirmala. Embun pagi dan matahari terbit adalah
kombinasi yang amat menyegarkan.
Aktivitas lain
yang dapat dilakukan yakni jungle trekking. Ada tiga pilihan
rute tergantung stamina kita. Rute terpendek yakni dari Citalahap menuju
Cikaniki melalui loop trail sejauh 1.8
km. Cukup menguras energi. Jalur rute ini cukup jelas sehingga bagi yang ingin
merasakan sedikit tantangan, tidak perlu memakai guide. Di sepanjang loop trail
kita dapat menikmati keragaman hayati TNGHS baik flora maupun fauna. Namun untuk
kedua rute yang lain sangat dianjurkan untuk memakai guide lokal.
| Air Terjun Macan. |
Puas
menikmati Halimun dan malas melewati jalur masuk kemarin, kami mencoba pulang
melewati pintu masuk sebelah barat. Dan benar saja, ternyata lewat sini jauh
lebih beradap bagi pantat kami. Walau masih berbatu, tetapi kondisinya lebih
bagus dan tidak begitu jauh. Ohya, pada perjalanan pulang kita dapat menemui Air Terjun Piit dan Pabrik Teh Nirmala.
| Citalahab. |
Untuk sekedar
menikmati suasana pegunungan, menurutku Halimun cocok sekali menjadi pilihan. Kondisi
hutan yang asri dan ragam pilihan aktivitas yang dapat kita pilih sesuai
selera. Semoga pada lain kesempatan aku dapat berkunjung ke sini lagi dan
semoga dapat menggunakan alat transportasi yang ramah pantat. :p (dm 140913)
No comments:
Post a Comment