| Latihan Rutin. |
Ilmu
pertolongan pertama adalah ilmu ketrampilan. Seperti halnya seorang samurai
yang terus berlatih mengayunkan tebasan pedang hingga ribuan kali ke batang
kayu hanya untuk mendapatkan satu tebasan yang sempurna.
Padahal
belum tentu samurai tersebut akan menemui pertarungan di sepanjang hayatnya, namun
tetap saja setiap hari berlatih demi menyempurnakan
tebasan pedangnya. Begitu juga dengan first aider, tentu kita tidak tahu kapan
akan menghadapi sebuah kecelakaan. Barang tentu semoga saja tidak pernah
terjadi. Namun, sebagai seorang samurai pertolongan pertama, harus tetap siap
sedia.
Sedikit tapi Kontinu
Latihan
rutin tidak perlu dilakukan sampai berjam-jam, tidak perlu pula dilakukan
setiap hari. Poin paling penting dari latihan adalah dilakukan secara kontinu.
Tetapkan frekuensi dan periode latihan kemudian patuhi. Satu atau dua jam yang
dilakukan seminggu sekali pun sudah mencukupi.
Tidak perlu
pula mengharuskan jumlah peserta yang banyak. Dua orang jadilah! Malahan, makin
banyak peserta, nilai keefektivannya akan berkurang. Menurut saya, cukup batasi
sampai sepuluh orang. Jika lebih dari itu, buat kelompok lain dengan materi
yang sama.
Pilihan
materi pun tidak perlu muluk-muluk. Cukup ambil materi yang sederhana dan
menyeluruh. Jika materinya terlalu banyak, bagi dalam beberapa sesi. Semisal
untuk materi otot dan rangka, dapat dibagi menjadi beberapa sesi dengan tiap
sesi membahas bagian tubuh yang berbeda. Contoh lain untuk materi evakuasi yang
tentunya tidak cukup jika dipelajari dalam satu atau dua jam. Namun penting
untuk diingat, variasi materi penting dilakukan.
Seringkali
(dan hampir selalu) latihan urung diadakan karena tidak ada yang melatih.
Menurut saya hal itu hanya alasan yang dibuat-buat. Siapa saja bisa melatih,
karena di sini pelatih bukan sebagai sumber ilmu tetapi sebagai moderator.
Memang kevalidan ilmu harus tetap dijunjung tinggi, karena itu moderator harus
menyiapkan sumber rujukan yang terpercaya pada tiap sesi latihan. Syukur-syukur
sudah dipelajari terlebih dahulu.
Monoton itu membosankan
Semua pasti
setuju bahwa hal yang monoton pasti membosankan. Karena itu untuk menjaga
kualitas dan semangat berlatih perlu memvariasikan latihan rutin yang kita
lakukan. Tuangkan dan lakukan ide-ide yang out
of the box.
Latihan tidak
harus dilakukan di dalam ruangan atau lokasi latihan yang semestinya.
Sekali-kali lakukan latihan di rumah atau kos anggota, selain bisa menambah
keakraban, tentunya cemilan dan minuman dingin bisa mengiringi saat latihan. Di
tengah taman, di gunung, kampus, atau tempat apapun yang bisa me-refresh suasana hati kita. Namun perlu
diingat agar tetap menjaga suasana latihan tetap kondusif.
Selain pilihan
lokasi dapat juga menvariasikan dengan menghadirkan alat peraga. Pertolongan
pertama adalah materi praktek, bukan teori, karena itu usahakan untuk
menghadirkan alat peraga pertolongan pertama yang dibutuhkan.
No comments:
Post a Comment