Teringat Akan Kereta K3

Sumpek, harus berdesak-desakan, dan gelesotan di lantai gerbong karena tidak kebagian tiket mungkin adalah pemandangan yang lumrah pada kereta K3 dulu. Kereta api bak supermarket berjalan yang menawarkan segala jenis barang dan jajanan kepada penumpang. Portable charger, boneka, baju batik, pecel, gorengan, hingga oleh-oleh khas tiap daerah yang dilewati dapat kita peroleh tanpa keluar gerbong. Bahkan tanpa berdiri dari kursi. Ya, itulah sedikit gambaran kereta api ekonomi atau yang dikenal dengan kereta K3.

Adek-adek Penumpang K3.
Nama K3 ini sebenarnya berasal dari sistem penomoran tingkatan kereta api. Kelas ekonomi dikategorikan ke dalam kelas tiga. Oleh karena itu di gerbongnya tertulis K3, semisal K3 99207 mempunyai arti kereta kelas ekonomi dengan tahun pembuatan 1999. Digit ketiga dan empat adalah tahun pembuatan, sedangkan digit kelima adalah jenis bogie dan dua digit terakhir adalah nomer urut.

Kenikmatan Kereta K3 Saat Mudik
Untuk merasakan nikmat yang sesungguhnya saat menaiki kereta K3 tentunya saat masa-masa mudik dan arus balik. Harga tiket yang murah tentu menjadi serbuan bagi semua orang yang hendak mudik ke kampung halaman. Biasanya tiket yang memiliki nomer kursi sudah habis dalam hitungan hari, sementara sisanya harus rela berhimpit-himpitan di dalam gerbong.

Keril Digantung di Luar Gerbong.
Penjual Kopi.
Entah kenapa tiket terus saja dijual tanpa melihat kapasitas gerbong. Setiap sudut gerbong sudah terisi manusia. Dari lantai gerbong yang sempit, di bawah kursi yang untuk bergerak saja susah, hingga tak jarang kamar mandi pun berubah fungsi menjadi tempat barang dan manusia. Bayangkan kondisi yang sudah sumpek itu ditambah penjual yang lalu lalang seenaknya. Melintasi orang yang tidur di lantai melewati kursi ke kursi. Bak akrobat saja sambil berteriak, “Kopi.. kopi.. aqua.. aqua.. mizon.. mizon..”.

Pernah suatu ketika harus naik kereta Matarmaja dari Semarang ke Malang saat lebaran.  Yang namanya mau naik gunung tentu bawaan juga segede gaban dan berangkat dari Semarang yang merupakan stasiun tengah bagi Matarmaja membuatnya makin parah. Hendak masuk ke dalam gerbong saja susah, apalagi mencari tempat buat keril. Alhasil keril nangkring di belakang gerbong, diikat dengan ikat pinggang. Ketika di dalam gerbong, jangankan duduk, menggerakan kaki saja sulit. Sehingga sepanjang jalan ke Malang harus berdiri berjam-jam sambil menahan pegal dan terus berdoa semoga keril di luar gerbong tidak jatuh.

Tiduran di Kereta.
KAI.
Tawang Jaya Idolaku
Bagi warga Semarang dan sekitarnya yang merantau di ibukota tentu kenal sekali pada kereta satu ini. Tawang Jaya yang merupakan kereta K3 dengan trayek Semarang Poncol – Pasar Senen kerap menjadi pilihan para perantau dengan gaji pas-pasan – atau pekerja yang kehabisan duit buat jalan-jalan, hehe.. Pada saat weekend, kepadatan kereta ini seperti saat hari raya saja.

Penumpang paling banyak tentunya saat weekend sehingga pulang jumat malam dan kembali minggu malam. Malam jumat dan minggu tidur di kereta dengan bangku yang keras sementara sabtu malam dapat tidur di hangatnya rumah. Namun bagiku lebih ekstrem lagi, sabtu malam pulang ke Semarang dan minggu malam sudah harus kembali lagi ke Jakarta!

Menyantap Mie di Pojokan.
Segelas Kopi.
Gerbong K3.
Jika kita tidak dari jauh-jauh hari membeli tiket maka pastinya sudah tahu bakal tidur di lantai. Karena itu sudah mahfun jikalau saat di statisun kita membeli koran, bukan untuk dibaca, tetapi untuk alas di dalam gerbong. Bagi penumpang yang sudah agak siap bakal sedia kursi lipat kecil. Tempat favorit tentu ada di pinggir pintu gerbong. Lebih lega dan manusiawi, masih bisa sedikit bernafas dari deraan pedagang asongan yang tanpa henti lewat di atas kepala.

Banyak cerita yang dapat kita peroleh di kereta ini. Cerita dari kelas ke menengah ke bawah. Dari kisah hidupnya sampai berita dan gossip-gosip perkereta apian ter-upadate. Kadang penuh derita, kadang seru. Untungnya sekarang PT KAI sudah mengeluarkan kebijakan tidak ada tiket berdiri sehingga pemandangan ini tidak ada lagi. Salut KAI. (dm 022214)

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...