Cidaon versus Sadengan

Bagi yang sudah pernah ke Ujung Kulon tentu tidak asing dengan nama Cidaon. Padang penggembalaan banteng yang terletak persis di depan Pulau Peucang ini memang menjadi salah satu daya tarik wisata utama Taman Nasional Ujung Kulon. Serupa di ujung satunya Pulau Jawa, yakni di Taman Nasional Alas Purwo, terdapat Padang Penggembalaan Sadengan. Bak de ja vu, kedua tempat tersebut mirip sekali.
 
Pagar Pembatas Sadengan.
Di kedua padang penggembalaan tersebut kita dapat melihat banteng liar dan merak yang sedang asyik merumput. Namun, jika kawan membandingkan antara keduanya, tentu akan sedikit kaget. Walau sama-sama Taman Nasional, namun kondisinya bak langit dan bumi. Yang di ujung barat tampak kumuh dan tidak terawat, sementara ujung timur terlihat teratur dan terpelihara.

Mengenai akses menuju lokasi, Cidaon lebih susah untuk dijangkau mengingat kita harus melintas di atas lautan sehingga pintu masuknya berupa dermaga kecil. Hal ini tentu menjadi keunikan tersendiri. Cidaon juga dapat ditempuh melalui jalur darat namun harus melalui lebatnya hutan Ujung Kulon. Sedangkan Sadengan lebih mudah dijangkau, bahkan mobil dapat parkir sampai depan padang penggembalaan.

Padang Penggembalaan Sadengan.
Padang Penggembalaan Cidaon.
Ketika kita berada di Cidaon, pengunjung dapat masuk jauh ke tengah padang penggembalaan. Niatnya seh ingin melihat lebih dekat, tapi justru hal ini membuat para hewan itu ketakutan dan tidak jadi merumput, masuk kembali ke dalam hutan. Di samping itu hal ini menurut saya juga hal yang berbahaya untuk dilakukan. Beda halnya dengan Sadengan, ada pagar pembatas yang menahan pengunjung untuk masuk ke padang. Tertib dan teratur.

Padang Sadengan.
Padang Cidaon.
Dari segi fasilitas yang ada, Cidaon nampaknya perlu diadakan pembenahan. Menara satu-satunya terlihat sudah rusak dan tidak meyakinkan untuk dipanjat. Entah sudah dimakan usia atau memang tiadanya perawatan. Sementara di Sadengan menara pandang masih terlihat kokoh, di samping itu juga terdapat meja-meja kayu untuk bersantai. Apik sekali.

Menara Pengamatan Sadengan.
Meja Kursi di Sadengan.
Menara Pengamatan Cidaon.
Menyapu di Cidaon.
Biasanya, jika kita ingin melihat para banteng merumput secara langsung, kita harus datang saat pagi atau sore hari yakni antara 06.00 – 09.00 dan pukul 15.30 – 17.00 WIB. Dan karena kondisinya, jangan kecewa jika tetap tidak bisa melihat banteng ketika berada di Cidaon. Pengunjung yang usil membuat takut banteng sehingga tidak jadi merumput.

Entah apa yang melatarbelakangi adanya perbedaan ini. Apakah dari sisi pendanaan, pihak pengelola Taman Nasional, atau faktor lainnya? Semoga semua Taman Nasional di Indonesia dapat menunjukan kualitasnya secara prima. (dm 020114)

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...