“Manifestnya mana?”, bentak Provost Lanud Halim Perdana Kusuma kepada kami. Pikirku, apa itu manifest, tidak tahu juga ejaannya benar atau tidak. Mana jam tangan sudah menunjukkan pukul 9 malam, kondisi fisik yang sudah capek semua setelah seharian berburu barang bantuan di Jakarta. Maka jawabku spontan, “Manifest itu apa ya, Pak?” yang disambut bentakan lagi. Sigh. Setelah usut punya usut, ternyata itu adalah sebutan untuk lembar daftar barang yang akan diangkut menggunakan pesawat Hercules yang akan kami tumpangi menuju Padang.
Hari itu (Jumat, 08/10/09) berangkatlah Tim UNDIP Tanggap Bencana yang terdiri dari berbagai elemen mahasiswa UNDIP. Setelah menghimpun dana bantuan di jalanan oleh rekan-rekan mahasiswa dari berbagai fakultas, sumbangan dari para dosen dan staf UNDIP, serta sumbangan dari pihak kampus, terkumpulah dana sebesar Rp. 115.000.000,-. Bantuan untuk saudara sebangsa di Bumi Andalas.
Adalah M. Imam Baihaqi, Menteri Pengabdian Masyarakat BEM KM sebagai ketua rombongan tim kali ini dan berperan untuk mengurus birokrasi-birokrasi yang terkait. Ahmad Fauzan dari UKM Pramuka Racana Diponegoro mengurusi masalah-masalah teknis di lapangan. Dhani Mahendra dari UKM KSR PMI Unit UNDIP Semarang yang berperan mengurusi Management Disaster, tentang bagaimana penanganan bencana yang sudah menjadi makanan wajib bagi UKM pertama yang bercokol di PKM Tembalang tersebut. Serta perwakilan mahasiswa Padang, Fasco Buana dan Hamdillah Usman sebagai penghubung dan guide selama di Padang.
Hari pertama kami habiskan untuk berburu barang bantuan di Kota Metropolitan baru kemudian akan didistribusikan secara langsung ke masyarakat, sesuai amanah yang tim terima. Mulai dari tenda, kain terpal, selimut, susu dan makanan bayi, serta pembalut wanita adalah barang bantuan yang akan kami salurkan.