Hampir empat
bulan hanya bergumul dengan laporan, laporan, dan laporan selama tujuh hari
seminggu membuat kepala lama-lama terasa panas juga. Karena itu, walau badan
sedang tidak fit, kupaksakan mengiyakan ajakan teman untuk berburu air jatuh,
sebutan Warga Luwuk untuk air terjun. Lokasi air jatuh yang dimaksud ternyata
tidak begitu jauh dari kantor, pintu masuknya cuma sepuluh menit dengan
kendaraan bermotor. Dekat!
 |
| Air Jatuh. |
Ternyata,
warga sekitar pun jarang yang mengetahui adanya air jatuh ini. Warga yang tahu
pun hanya menyebutnya dengan air jatuh, tanpa nama. Info ke sana kami dapat
dari warga lokal yang kebetulan waktu kecil pernah kesana. Secara wilayah, air
jatuh ini masuk ke Desa Lamo, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai. Singkat cerita,
pulang kerja lebih awal dari biasanya, hanya berdua dengan teman yang juga buta
arah, kami menuju ke sana.