| Kawah Bulan Sabit dari Kejauhan. |
Showing posts with label Cagar Alam. Show all posts
Showing posts with label Cagar Alam. Show all posts
Kawah Bulan Sabit?
Bukan! Bukan
sebuah kawah yang berbentuk bulan sabit. Bukan pula kawah sebuah gunung yang
bernama ‘Bulan Sabit’. Nama gunung tempat kawah ini berada yakni Gunung Merapi.
Tetapi bukan gunung berapi yang terletak di Jawa Tengah ataupun Sumatra Barat.
Lokasi persisnya berda di Kawasan Cagar Alam Kawah Ijen, di ujung timur Pulau
Jawa. Uniknya, pada kawahnya terdapat gundukan tanah dengan pepohonan di
atasnya yang menyerupai bulan sabit. Persis seperti bulan sabit.
Aturannya,
untuk menuju ke sini kita diharuskan mengantongi izin dari Dinas Perhutani
selaku pengelola Cagar Alam. Jalur untuk menuju ke sini pun tidak mudah
mengingat tiadanya akses yang jelas. Terdapat dua “rute” untuk menuju ke sini,
yang pertama dari Pos Paltuding, Banyuwangi, yang membutuhkan waktu enam hari.
Sementara jalur satunya cukup ditempuh dalam waktu 4 jam yakni dari bibir Kawah
Ijen, lokasi Blue Fire yang terkenal tersebut.
Blue Fire dan Pesona Kawah Ijen
“Miaaww…”,
terdengar suara tiga anak kucing yang tengah asyik bermain-main di depan warung
Pak Im. Walau udara semakin dingin dimana sore akan berganti malam, mereka
tampak makin asyik berlarian kesana kemari. Putih, Belang, dan Hutan adalah
tiga anak kucing liar kesayangan Pak Im. Kecerian mereka bermain petang itu aku
rasakan seperti sebuah tarian penyambutan bagiku di Kawah Ijen.
Blue
Fire
| Pesona Kawah Ijen. |
Sejak tahun
2009, tutur Pak Taufiq yang berprofesi sebagai pemandu lokal, Kawah Ijen mulai
terkenal ke seluruh dunia akan pesona api birunya. Turis-turis asing
berdatangan kesini cuma hendak menyaksikan blue
fire yang berada di Kabupaten Banyuwangi ini. Kawasan Cagar Alam ini
sebenarnya sudah dua tahun ditutup karena berstatus awas sehingga tidak ada
aktivitas penjualan tiket masuk. Meski begitu, jumlah kunjungan ke sini semakin
ramai saja dari tahun ke tahun.
Craziest Sempu
[25-26 Desember 2010]
Sudah lama Pulau Sempu menjadi headline di obrolan kami, empat buruh pabrik yang jenuh dengan segala rutinitas produksi tetapi belum punya cuti. Dan akhirnya rencana kami bisa terlaksa ketika suatu hari libur nasional jatuh di hari sabtu, ya SABTU, bukan jumat atau senin. Sudah banyak artikel terkait yang mengulas keindahan pulau satu ini, karena itu disini saya ingin share tenang betapa gilanya perjalanan kami kala itu. Travelling isn’t about the destination, but the journey, is it?
Sudah lama Pulau Sempu menjadi headline di obrolan kami, empat buruh pabrik yang jenuh dengan segala rutinitas produksi tetapi belum punya cuti. Dan akhirnya rencana kami bisa terlaksa ketika suatu hari libur nasional jatuh di hari sabtu, ya SABTU, bukan jumat atau senin. Sudah banyak artikel terkait yang mengulas keindahan pulau satu ini, karena itu disini saya ingin share tenang betapa gilanya perjalanan kami kala itu. Travelling isn’t about the destination, but the journey, is it?
Plan
kami sederhana, berangkat dengan kereta Matarmaja dari Pasar Senen untuk
dilanjut dengan moda aspal ke Pantai Sendang Biru, tempat penyebrangan ke
Lokasi Cagar Alam ini. Sementara untuk pulang, tiga teman saya memilih jalur
udara dari Surabaya dan saya dengan Matarmaja lagi menuju Jakarta. Let see our
plans goes.
Subscribe to:
Posts (Atom)