Cara-cara Unik Turun dari Angkot



Siapa seh yang gak pernah naik angkot? Sarana transportasi yang pasti ada di setiap kota besar di Indonesia, mempunyai sebutan berbeda-beda di tiap daerahnya. Ada yang menyebutnya mikrolet, elf (baca: elep), kol (dari merk colt), taksi, bemo, dan lain sebagainya. Nah, kali ini saya ingin mengupas hal kecil dari angkot, cara orang atau ucapan orang yang naik angkot ketika hendak turun, unik-unik loh.


Contoh angkot di Kota Padang. (doc. steppinoff.blogspot.com)

Angkot (kepanjangan dari Angkutan Kota) sendiri saya definisikan sebagai sarana transportasi non travel dan non bus dengan kapasitas 10-15 orang. Di pedesaan istilah ini harusnya menjadi angkudes (angkutan pedesaan) tetapi orang seringkali tetap menyebut angkot untuk gampangnya. Kapasitas angkot sendiri relatif karena di daerah pedesaan bisa saja dipaksakan sampai dua kalinya plus barang bawaan tentunya, fiuh, yang penting keangkut kawan! 

Menuju Curug Semawur yang Tersembunyi



Harus diakui, jarang orang yang tau akan keberadaan curug satu ini kecuali orang lokal. Walaupun terletak di Kendal, pun, saya yakin tidak semua orang Kendal mengetahui keberadaannya. Ohya, lokasinya sendiri pun saya juga masih belum yakin masuk kabupaten yang terkenal akan rambak Dwijonya itu atau Batang. Yah kabupaten manapun itu, pintu masuk yang saya datangi kala itu dari Plantungan, Kendal.

Menikmati Jalan Setapak ke Curug Semawur.

Saya menemukan lokasi curug satu ini juga merupakan hasil dari ketidaksengajaan (baca: nyasar) saat akan menuju Gunung Prau. Terletak jauh di lereng Gunung Prau menjadikan akses kesana lumayan sulit dijangkau, pun sedikit plang penunjuk jalan yang bisa kita temui. Akses roda 4 pun juga agak susah mengingat jalan yang sempit dan berbatu.

Bioskop, aku cinta padamu



Sebagai orang yang mempunyai komitmen tinggi akan tontonan yang berkualitas dan anti-bajakan, ciee…, saya selalu memilih untuk menikmati film di layar lebar. Yah, alasan lainnya seh saya tidak punya dan tidak ingin punya televisi sampai sekarang. Nah dari situ banyak pengalaman-pengalaman menarik yang saya alami.

Ilustrasi. (doc anonim)
Sempat saya bekerja di daerah Serpong dengan mall –yang diikuti bioskop tentunya- yang seabrek. Jika ada film bagus yang sedang diputar, bisa seminggu 3-4x saya meluangkan waktu ke bioskop terdekat. Karena itu juga saya lebih memilih menonton di hari kerja, selain tentunya lebih murah, suasana di dalam lebih sepi dan jarang suara berisik anak kecil.

My Dream Journey



Kata-kata adalah doa. Sering sekali saya mendengar ungkapan ini, dan mungkin benar adanya. Masaru Emoto dalam bukunya, The True Power of Water, melakukan percobaan dengan “memberikan” sejumlah kata-kata ke tiap-tiap bejana yang diisi air dan melihat penampakan Kristal yang terbentuk darinya.

Nepal. (by Dmitri Alexander in adventure.nationalgeographic.com)
Dari situ didapatkan air yang diberikan kata-kata positif seperti ‘cinta’ dan ‘terima kasih’ menghasilkan bentuk kristal yang indah sekali. Dan sebaliknya, air yang diberikan kata-kata negatif seperti ‘bodoh’ dan ‘tidak bisa’ menghasilkan Kristal yang jelek bahkan tidak berbentuk.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...