Sebagai orang yang mempunyai komitmen tinggi akan tontonan
yang berkualitas dan anti-bajakan, ciee…, saya selalu memilih untuk menikmati
film di layar lebar. Yah, alasan lainnya seh saya tidak punya dan tidak ingin
punya televisi sampai sekarang. Nah dari situ banyak pengalaman-pengalaman
menarik yang saya alami.
| Ilustrasi. (doc anonim) |
Sempat saya bekerja di daerah Serpong dengan mall –yang diikuti
bioskop tentunya- yang seabrek. Jika ada film bagus yang sedang diputar, bisa
seminggu 3-4x saya meluangkan waktu ke bioskop terdekat. Karena itu juga saya
lebih memilih menonton di hari kerja, selain tentunya lebih murah, suasana di
dalam lebih sepi dan jarang suara berisik anak kecil.
Hal ini pula yang menyebabkan saya pernah menonton suatu
film sendirian, teater 1 pula! Benar-benar hanya saya seorang diri di ruangan
yang berkapasitas 200 orang itu. Saya masih ingat bener judul film yang saya
tonton kala itu, Green Lantern. Bak bioskop pribadi saja, sendirian di ruangan
seluas itu saya duduk di F15, kursi favorit saya, hehe…
Saya juga termasuk orang yang perfeksionis, film yang bagus
harus ditonton di studio yang bagus pula. Ceritanya lagi nungguin film The
Hobbit, cerita novel kesukaan yang diangkat ke layar lebar. Untuk film sebagus ini
studio IMAX adalah pilihan yang pas, harus disini pikir saya. Nah, langsung
saja ketika film keluar saya meluncur ke Gandaria City. Yang membikin berkesan
adalah kala itu saya habis naik gunung di daerah Sukabumi naik motor. Memacu motor
dari Sukabumi, sempet nyasar di Ladang Sawit, ngantri tiket dengan ransel dan
tubuh kucel penuh lumpur, hehe…
Cerita seru lainnya pernah saya alami saat nonton Oblivion. Setelah
membeli tiket sayapun masuk ke teater yang pintunya, anehnya, ditutup dan tanpa
penjaga, padahal saya pikir waktu itu sudah terlambat. Saat mulai menonton, pun
film sudah mulai, lebih aneh lagi kok sepertinya sudah sampai bagian ending neh,
dan bener saja 15 menit kemudian film selesai! Pas saya amatin tiket dan jam
tangan, ternyata saya salah masuk teater dan film saya belum diputar. Gubrak. Langsung
saja saya keluar dan masuk ke teater dan pada jam yang benar, hehe…
Yah dari seringnya nonton di bioskop, saya jadi tau kalau ingin
menonton dengan layar paling lebar di suatu bisokop, pilihlah teater 1. Biasaya
teater lainnya memilik layar yang minimal sama atau lebih kecil. Untuk urusan tempat
duduk, paling sep itu di deret E-G dengan posisi angka di tengah, mana enak
nonton di deretan paling depan pinggir pula. Saya juga paling menghindari
nonton di bioskop yang 50% atau lebih filmya memutar film horror-erotis-gak-bermutu
karena isinya pasti orang pacaran semua, males kan nonton kanan kiri lagi pada
cepokan.
Untuk memilih film yang ditonton saya suka menggunakan
review dari imdb.com (bukan promosi loh ya). Yang saya suka dari situs ini
disitu ada semacam poling dari orang yang sudah nonton kemudian memberikan
nilai dari 0-10. Nah, dari situ saya mengartikan kalau ada suatu film yang
mendapat angka 8 ke atas itu artinya wajib tonton sedangkan 6-8 itu artinya
tontonlah kalau sempat. Dan untuk film yang dibawah angka 6 sebaiknya gunakan
uang Anda untuk beli popocorn. Di sisi lain film dengan angka 9 ke atas
sebaiknya ditonton di teater dengan layar super lebar dan suara super mantep!
Terakhir, harapan saya kalau Anda suka nonton, tolong jangan
ngobrol atau berisik plus jangan mainan hape di dalam karena itu mengganggu
kenikmatan menonton film. Sekian. (dm 05/13)
No comments:
Post a Comment