Guntur Puncak 3: Bareng Pendaki dari Negeri Jiran

Dua tahun semenjak pendakian saya ke Gunung Guntur, dimana kalau itu hanya bisa mendaki ke Puncak 2, akhirnya saya bisa menyempatkan untuk sekali lagi mendaki Gunung 2,249 mdpl ini. Kali ini, karena target yang dituju cukup berat bagi saya, saya putuskan untuk membawa peralatan lengkap dan bermalam semalam di Pos 3. Tentu saja dengan kawan lama, pendaki dedengkot Cikurai, Juan yang akhirnya mau menemani saya sekali lagi ke Guntur.

Puncak 3 Guntur.
Tidak terduga, jumat sore saat saya masih di kantor, bersiap-siap pulang cepat untuk menuju Terminal Kampung Rambutan dari Kota Cilegon, ada dm dari Instagram, ternyata pembaca blog saya yang menanyakan apakah bisa bergabung pada pendakian saya selanjutnya. Langsung saja saya jawab: meet me at Terminal Rambutan if you wanna join, tonight!

Guntur Puncak 2: Solo Climbing

Setelah hanya bisa menggapai Puncak 1 Guntur pada pendakian sebelumnya dan bertekad untuk kembali lagi, tidak butuh waktu ternyata bagi saya untuk kembali lagi. Hanya dalam dua bulan, saya kembali lagi menjejakan kaki di Basecamp Citiis Gunung Guntur. Entah apa yang merasuki, sepertinya sedang jenuh luar biasa sehingga saya memutuskan naik gunung lagi walau sendirian saja.

Tugu Triangulasi.

Kalau dipikir-pikir, ini pertama kalinya saya naik gunung sendirian. Sebelumnya saya selalu berpegang naik gunung jangan sendirian karena tidak aman, gunung bukanlah tempat berwisata. Kita tidak tahu apa yang akan menimpa kita di atas sana. Biasanya memang saya selalu berdua atau bertiga. Saya berani memutuskan naik gunung sendiri karena sudah pernah tahu jalurnya, gunungnya selalu ramai di akhir pekan, dan berdoa saya bertemu teman baru di pendakian ini.

Guntur Puncak 1: Nyasar ke Gunung Sebelah

Guntur ada gunung dengan landscape yang cantik di Jawa Barat, tepatnya di Garut yang terkenal akan deretan gunung-gunungnya. Ada yang bilang gunung 2,249 mdpl ini adalah miniature Gunung Semeru, mungkin disebut begitu karena trek pasirnya yang mirip ketika kita hendak menggapai Puncak Mahameru.

Walau Nyasar Tetep Pose.
Namanya miniatur, tentunya membutuhkan waktu yang tidak selama gunung aslinya, namun tidak bagi saya, butuh tiga kali mendaki puncak ini baru saya dapat mencapai Puncak Ketiganya. Ya, Gunung Guntur ternyata memiliki tidak hanya satu puncak. Ketika sampai di Puncak yang kita duga puncak, di kejauhan adalagi puncak yang lebih tinggi. Menjengkelkan memang.

Munara, Gunung Keramat dari Rumpin

Momen tahun baru memang seksi sekali untuk dijadikan waktu melakukan pendakian gunung. Melihat matahari tenggelam terakhir di tahun ini atau matahari terbit pertama di tahun baru dari puncak gunung tentu momen yang indah untuk dikenang, tentunya caption yang bagus saat posting foto di Instagram, hehe..

Matahari Terbit Terakhir di 2017.
Dulu mungkin masih nikmat, namun sekarang ini sudah tidak nikmat lagi. Di samping cuaca yang seringnya badai karena pada puncak musim penghujan, di sisi lain banyaknya pendaki yang mempunyai pemikiran demikian menjadikan gunung penuh bak pasar malam. Harus kuat bermacet-macet ria saat pendakian ke atas. Hal itulah kenapa saya memilih Gunung Munara, gunung kecil di Bogor yang tidak begitu terkenal untuk melihat matahari terbit terakhir di tahun 2017.


Andong, Gunung Kecil yang Hits

Sepuluh tahun lalu, saat masih kuliah di Semarang, tidak ada yang kenal gunung kecil satu ini. Saat itu memang demam pendakian tidak seramai sekarang yang mana para pendaki berlomba-lomba mendaki gunung-gunung kecil dengan medan yang tidak terlalu berat dengan view yang cantik untuk sekedar berfoto. Nah, salah satu gunung tersebut yakni Gunung Andong.


Pose Wajib Puncak Gunung, Untung Bawa Payung.

Gunung yang memiliki ketinggian 1,726 mdpl ini terletak di Dusun Sawit, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Lokasi persisnya saya sendiri sudah lupa karena waktu itu menggunakan kendaraan roda dua dari Semarang, kalau tidak salah cukup dekat dari pusat Kota Magelang, tidak sampai satu jam.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...