Melanjutkan
kisah sebelumnya, ketika kami
sampai, para pengunjung sudah mulai meninggalkan tempat ini. Kian sepi. Wajar
saja, jarum jam sudah menunjukan pukul tiga sore. Setelah mendapatkan tempat
untuk bermalam, berupa tanah lapang yang cukup jauh dari kerumunan pedagang,
kaki-kaki ini sudah gatal minta diajak main ke pinggiran kawah. Okelah, kali
ini kuturutin apa maumu, memutari kawah Gunung Bromo dalam satu lingkaran
sempurna!
 |
| Bromo dari Plawangan. |
Ketika
hendak melaksanakan niat ini, Chuank, teman pendakiku yang kesehariannya
menjadi loper koran ingin turut serta. Lumayanlah ada teman bercengkrama.
Sedikit cerita, teman satu ini sangat luar biasa. Di tengah upah berjualan
koran yang sedikit, dia menyempatkan menabung untuk dapat naik gunung setahun
sekali. Dan tahun ini dia memilih Semeru. Salut!