Jalan-jalan Narsis di Sunda Kelapa

Untuk sekedar menikmati akhir pekan di Jakarta yang murah meriah, Sunda Kelapa tempo doeloe adalah pilihan yang tepat. Bekas pusat pemerintahan jaman Hindia Belanda ini sekarang sudah bertransformasi menjadi kawasan wisata yang menarik untuk dikunjungi. Jalan santai bersama teman-teman, refreshing menikmati suasana, atau sekedar hendak berfoto narsis ramai-ramai dapat dilakukan di kawasan Kota Tua.

Taman Fathahilah
Banyak spot-spot menarik yang bisa dijadikan latar untuk pose narsis kita. Dengan detail bangunan dan ornament yang khas abad pertengahan tentu akan membuat foto bergaya oldies kita lebih keren lagi. Pada akhir pekan suasana akan ramai sekali. Ondel-ondel, band jalanan, dan pantomin akan menghibur pengunjung.

Semeru Semarak

Saat itu pukul tujuh malam, langit malam meneteskan gerimis kecil ketika kami tiba di Ranukumbolo. Di pinggiran danau yang luas itu telah ramai oleh ribuan pendaki. Ada yang tengah asyik memasak makan malam, mengobrol, atau berteriak-teriak mencari temannya. Atau ada juga yang seperti kami berdua, kebingungan mencari tanah lapang untuk mendirikan tenda.

Ratusan tenda di Ranukumbolo..
Tak bisa dipungkiri, gunung tertinggi di Pulau Jawa ini memang menjadi primadona bagi para pendaki gunung. Selain dari segi keindahan alam yang tiada duanya, kisah tentangnya pun ikut mendongkrak popularitas gunung ini. Sebut saja kisah Soe Hok Gie yang menjadi semacam ‘dewa’ bagi para pecinta alam.  Kisah lain yang tak kalah serunya yakni cerita fiksi 5 cm yang memilih Semeru sebagai setting utama. Tentu, tidaklah bijak jika kita mencerca pendaki yang ke Semeru berkat kisah-kisah tersebut.

Gunung 3000 mdpl di Pulau Jawa

Sebagai pusat pemerintahan, Pulau Jawa menyimpan banyak gunung-gunung yang bisa membuat kita berdecak kagum. Secara total terdapat 12 gunung yang memiliki ketinggian di atas 3000 mdpl. Semua gunung tersebut terbentang dari ujung barat ke ujung timur pulau dengan populasi terbanyak tersebut. Selain indah, gunung-gunung dengan tinggi sepertiga ketinggian Gunung Everest tersebut sangat menantang untuk didaki.

Kerucut Puncak Arjuno.
1.       Pangrango 3.019 mdpl
Di daftar pertama terdapat gunung Pangrango yang terletak  paling barat dari deretan gunung 3000 m di Jawa. Rute yang jelas dan banyaknya sumber air membuat gunung satu ini menjadi favorit para pendaki, terutama yang berasal dari ibukota. Puncaknya seh biasa aja dengan tugu triangulasi, tetapi di sebelahnya terdapat Lembah Mandalawangi yang banyak ditumbuhi edeilweis. Sedap sekali tentunya.

Semarang dalam Sehari

Ramai tetapi tidak sampai macet seperti di Jakarta. Nuansa Jawa yang kental walau tidak seperti Jogya. Kota yang kecil tetapi tidak kalah dengan kota besar lainnya. Penduduk yang heterogen hidup rukun bersama. Itulah beberapa gambaran singkat tentang Kota Semarang, ibukota Jawa Tengah. Kota yang terletak di pesisir pantai utara Jawa ini memiliki banyak objek wisata yang menarik untuk dikunjungi. Jika kawan sempat singgah selama sehari di Kota Semarang, berikut adalah beberapa alternatif tempat-tempat yang bisa dikunjungi.

Sam Po Kong.
Selamat Pagi Semarang
Untuk mengawali wisata sehari di Semarang kita mempunyai banyak pilihan tempat, salah satunya adalah Kawasan Simpang Lima. Apalagi jika kawan mengunjungi Semarang di hari minggu, Car Free Day di Simpang Lima tentu sayang untuk dilewatkan. Simpang Lima adalah pusat kegiatan Kota Lumpia ini.

Jomblang dan Keegoisan “mapala”

Jogya, selain terkenal akan wisata budaya juga menyimpan banyak keindahan alam yang masih terjaga. Sebut saja Gunung Kidul yang banyak memiliki pantai-pantai yang sedap dipandang mata. Selain pantai, sebagai daerah karst, Gunung Kidul tentu banyak menyimpan gua yang menanti untuk dijelajahi. Pada liburan kali ini, aku berkesempatan untuk mengunjungi Gua Jomblang. Gua vertikal ini sangat terkenal akan fenomena alamnya, yakni ray of light.

Ray of Light.
Persisnya, Gua Jomblang terletak di Padukuhan Jetis Wetan, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu. Jalan menuju kesana cukup mulus, baru dari Desa Pancarejo ke lokasi, aspal akan digantikan jalan desa yang berbatu. Pukul sebelas malam, kami berenam meninggalkan Terminal Jombor dengan sepeda motor. Mengingat dari kami tidak ada yang tahu jalan, perjalanan menuju kesana adalah suatu pertualangan tersendiri. Dari ban bocor di malam buta sampai kunci motor hilang di jalan menjadi penghias malam itu.

Trip Paling Mengenaskan

Pernahkah kawan mengalami sebuah trip yang penuh dengan kejadian yang tidak mengenakan alias apes? Maksudku kesialan yang terus-menerus terjadi sehingga seperti hendak membatalkan perjalanan kita. Kalau ya, berarti kita senasib. Kalaupun tidak, silahkan simak cerita berikut, kisah perjuangan untuk menuju Ciwidey, Bandung.

Kawah Putih.
“Lei, ke Bandung modal patungan 50 ribu naik motor cukup ga?”
“Cukup!”
“Sabtu-minggu ini ke Bandung yuk!”
Ayukkk!!!!”

Blue Fire dan Pesona Kawah Ijen

“Miaaww…”, terdengar suara tiga anak kucing yang tengah asyik bermain-main di depan warung Pak Im. Walau udara semakin dingin dimana sore akan berganti malam, mereka tampak makin asyik berlarian kesana kemari. Putih, Belang, dan Hutan adalah tiga anak kucing liar kesayangan Pak Im. Kecerian mereka bermain petang itu aku rasakan seperti sebuah tarian penyambutan bagiku di Kawah Ijen.

Pesona Kawah Ijen.
Blue Fire
Sejak tahun 2009, tutur Pak Taufiq yang berprofesi sebagai pemandu lokal, Kawah Ijen mulai terkenal ke seluruh dunia akan pesona api birunya. Turis-turis asing berdatangan kesini cuma hendak menyaksikan blue fire yang berada di Kabupaten Banyuwangi ini. Kawasan Cagar Alam ini sebenarnya sudah dua tahun ditutup karena berstatus awas sehingga tidak ada aktivitas penjualan tiket masuk. Meski begitu, jumlah kunjungan ke sini semakin ramai saja dari tahun ke tahun.

Dempo yang Garang

Sebenarnya pendakian ke Gunung Dempo adalah plan B dari rencana awal hendak mendaki Gunung Kerinci. Sebuah pendakian dadakan ketika tiba-tiba mendapat libur seminggu sebelum kerja untuk pertama kalinya. Inilah pertama kalinya aku melakukan pendakian di luar Pulau Jawa. Dan Dempo pulalah gunung pertama yang membuatku drop sampai ke titik ingin menyerah menuju puncak.

Kota Pagaralam.
Cerita ini bermula dari kejadian yang kurang mengenakan di Rajabasa dan terbatasnya liburan kala itu. Sampai di Lampung ketika hari sudah larut, kami berdua langsung mencari bus ke arah Padang, tujuan kami adalah Muara Bungo untuk dilanjut ke Sungai Penuh. Dijanjikan sampai di Muara Bungo esok siang, langsung kami naik bus ekonomi yang entah apa namanya itu. Ternyata esoknya, pukul satu siang saja bus baru sampai di Lahat, Palembang, padahal jarak ke Mura Bungo masih dua pertiga perjalanan lagi. Ah sial, turunlah kami di Lahat dan putar arah ke Pagaralam untuk mendaki Gunung Dempo.

Berlebaran di Batui

Batui adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Dari Luwuk, Ibukota Banggai, masih harus menempuh perjalanan darat melewati pesisir pantai kurang lebih satu jam dengan kendaraan roda empat. Dan pada lebaran tahun ini, untuk pertama kalinya dalam 28 tahun, aku tidak merayakannya di kampung halaman. Untuk kali ini gema takbir kudengar dari Batui, kampung pesisir di Celebes.

Nelayan Batui.
Saat di tempat baru tentu kita merasa asing dan secara otomatis membandingkan dengan tradisi dan budaya tempat asal kita. Tak terkecuali saat di Batui aku merasakan shock culture tersebut. Banyak hal baru yang kualami di sini dan tentu menarik untuk diceritakan. Dari makanan, bahasa setempat, dan adat istiadat.

Tujuh Lokasi yang Asyik Buat Nenda

Bagi pecinta kegiatan di alam bebas khususnya yang berkaitan dengan gunung tentu akrab dengan aktivitas bertenda. Kadang kala kita harus mendirikan tenda di tempat yang terpencil dan seadanya. Tetapi ada juga lokasi bertenda dengan view yang membuat kita betah berlama-lama. Malahan kadang kita memang sengaja datang ke lokasi tersebut untuk sekedar bertenda alih-alih menuju puncak. Berikut adalah lokasi bertenda yang asyik menurutku. Asyik di sini aku definisikan dari segi ketersediaan sumber air, kenyamanan, dan view yang membuat kangen.

Plawangan.

1.    Plawangan
Plawangan sejatinya adalah pos terakhir sebelum mendaki ke puncak Gunung Rinjani. Lokasi yang berada di pinggir tebing ini mempunyai panorama yang sungguh tiada bandingannya. Dari sini kita dapat menikmati indahnya Danau Segara Anak dari ketinggian. Bayangkan saja pada sore hari duduk bersama kawan-kawan dengan segelas kopi panas di tangan, beuh.. nikmat kawan! Sumber air berada tidak jauh dari lokasi tenda yang dapat menampung sampai 30 tenda ini. Ohya, hati-hati akan logistik yang kita bawa karena banyak monyet nakal di sini.

Kota Lama, Little Netherland of Java

Sore itu, aku duduk berdua dengan kekasih di depan Gereja Blenduk. Di kanan-kiri pun banyak muda mudi yang asyik ngobrol dan berfoto. Dari yang hanya kamera handphone sampai DSLR dengan lensa yang besar-besar. Memang, kawasan Kota Lama di Semarang adalah salah satu lokasi yang digemari untuk melepas penat. Dengan detail bangunan dan ornamet yang khas benua Eropa serta banyak terdapat kanal-kanal, maka tak heran jika Kota Lama mendapat sebutan Little Netherland.

Pabrik Rokok Praoe Lajar.
Kota-kota pusat pemerintahan pada jaman kolonial dahulu memang kerap meninggalkan bangunan-bangunan yang megah dan sampai sekarang masih berdiri kokoh. Sebut saja Kota Tua di Jakarta, Braga di Bandung, dan Semarang pun tak terkecuali dengan adanya Kota Lama. Kawasan ini terletak dekat dengan jantung Kota Semarang saat ini, tepatnya di sebelah Pasar Johar Semarang.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...