Sore itu, aku
duduk berdua dengan kekasih di depan Gereja Blenduk. Di kanan-kiri pun banyak
muda mudi yang asyik ngobrol dan berfoto. Dari yang hanya kamera
handphone sampai DSLR dengan lensa yang
besar-besar. Memang, kawasan Kota Lama di Semarang adalah salah satu lokasi yang
digemari untuk melepas penat. Dengan detail bangunan dan ornamet yang khas
benua Eropa serta banyak terdapat kanal-kanal, maka tak heran jika Kota Lama
mendapat sebutan
Little Netherland.
 |
| Pabrik Rokok Praoe Lajar. |
Kota-kota
pusat pemerintahan pada jaman kolonial dahulu memang kerap meninggalkan
bangunan-bangunan yang megah dan sampai sekarang masih berdiri kokoh. Sebut
saja Kota Tua di Jakarta, Braga di Bandung, dan Semarang pun tak terkecuali
dengan adanya Kota Lama. Kawasan ini terletak dekat dengan jantung Kota
Semarang saat ini, tepatnya di sebelah Pasar Johar Semarang.
Banyak
bangunan bersejarah yang dapat kita nikmati keindahannya. Gereja Blenduk yang
menjadi landmark Kota Semarang dan masih digunakan sampai sekarang. Stasiun
Tawang yang sampai sekarang masih aktif digunakan untuk transit atau
pemberangkatan kereta bisnis-eksekutif. Jembatan Mberok yang menghubungkan
Pasar Johar dengan Kota Lama. Polder Tawang, sebuah tempat pembuangan air
sebelum dialirkan ke laut. Serta puluhan bangunan-bangunan kolonial yang
sekarang beralih fungsi menjadi gedung perkantoran perusahaan pemerintah atau
swasta.
 |
| Gereja Blenduk. |
 |
| Polder Tawang. |
 |
| Hotel di Depan Stasiun Tawang. |
Seperti bangunan
bergaya Eropa lainnya pada masa itu, Kota Lama juga dikelilingi benteng.
Sejarahnya benteng sempat dibangun dua kali karena benteng yang pertama tidak
mampu mengimbangi pertumbuhan kota yang pesat. Akhirnya benteng ini atau yang
dikenal dengan nama Vijfhoek dibongkar dan dibangunlah benteng kedua
yang lebih luas. Akan tetapi, sayangnya sekarang ini sisa-sisa dari benteng
yang pertama ataupun kedua sudah tidak dapat lagi kita saksikan dengan jelas
lagi.
 |
| Salah Satu Pojokan Kota Lama. |
 |
| Lorong-lorong Kota Lama. |
Dengan
struktur bangunan bergaya Eropa yang masih terjaga baik serta nuansa masa
kolonial yang masih kental, Kota Lama sering menjadi incaran para fotografer.
Pun beberapa kali kota yang pada masa jayanya dikenal dengan sebutan Outstadt ini sering menjadi lokasi
pengambilan film. Sebut saja Gie, kisah mahasiswa yang terkenal akan pemikiran
dan tindakannya melawan kebijakan-kebijakan pemerintah kala itu, mengambil
setting di Kota Lama.
Dengan luas
31 hektare, tentu akan melelahkan jika kalau harus menjelajahi semuanya. Untuk
itu berikut salah satu rute alternatif untuk menikmati Kota Lama dengan
berjalan kaki. Perjalanan diawali dari Kantor Pos Johar kemudian berjalan ke
arah Gereja Blenduk melewati Jembatan Mberok. Dari sini berjalan ke arah
belakang gereja menuju Stasiun Tawang. Di sepanjang jalan kita akan menjumpai
bangunan-bangunan tua yang tentu saja asyik dijadikan objek foto. Polder Tawang
pun tak kalah indahnya untuk diabadikan dalam kamera.
 |
| Rute Perjalanan di Kota Lama. |
 |
| Stasiun Tawang. |
Bergandengan
tangan berdua menyusur lorong-lorong Kota Lama serasa kembali ke masa lampau. Tentu
tak lupa kami berfoto dengan latar bangunan-bangunan tua yang indah itu. Asyik
menikmati suasana Kota Lama berdua, tak terasa hari sudah berganti malam.
Lampu-lampu penerang jalan sudah mulai menyala menyambut sang bulan dan kami
pun pamitan dengan sisa-sisa kemegahan jaman VOC dulu ini. Sampai bertemu lagi
Kota Lama Semarang. (dm 010813)
No comments:
Post a Comment