Teringat
tayangan jeda salah satu stasiun swasta yang ikonik sekali saat saya masih
kecil, di mana terlihat ibu-ibu yang berjualan di atas sampan di sungai.
Gambaran yang apik dari pasar apung tradisional masyarakat Banjarmasin yang
masih melestarikan budaya leluhurnya. Sekarang, saya merasa sangat beruntung
dapat menyaksikan itu semua, secara gratis pula.
![]() |
| Pasar Apung Lok Baintan. |
Ibu-ibu tersebut
atau dalam bahasa Banjar dipanggil acil mendayung sampan dengan santai saling
menjajakan barang dagangan yang berwarna-warni. Meriah. Itulah yang gambaran
yang saya rasakan, selidik punya selidik, ternyata kebanyakan yang dijual
berupa aneka buah-buahan yang hampir sebagian besar belum saya ketahui. Lebih
karena penasaran, saya membeli sedikit-sedikit dari buah-buahan tersebut hanya
sekadar untuk mencicipi bagaimana rasanya.

