Showing posts with label Budaya. Show all posts
Showing posts with label Budaya. Show all posts

Jalan-jalan Gratis ke Pasar Apung Lok Baintan

Teringat tayangan jeda salah satu stasiun swasta yang ikonik sekali saat saya masih kecil, di mana terlihat ibu-ibu yang berjualan di atas sampan di sungai. Gambaran yang apik dari pasar apung tradisional masyarakat Banjarmasin yang masih melestarikan budaya leluhurnya. Sekarang, saya merasa sangat beruntung dapat menyaksikan itu semua, secara gratis pula.

Pasar Apung Lok Baintan.
Ibu-ibu tersebut atau dalam bahasa Banjar dipanggil acil mendayung sampan dengan santai saling menjajakan barang dagangan yang berwarna-warni. Meriah. Itulah yang gambaran yang saya rasakan, selidik punya selidik, ternyata kebanyakan yang dijual berupa aneka buah-buahan yang hampir sebagian besar belum saya ketahui. Lebih karena penasaran, saya membeli sedikit-sedikit dari buah-buahan tersebut hanya sekadar untuk mencicipi bagaimana rasanya.

Menyaksikan Upacara Tumpe di Batui

Para pria berpakaian serba merah itu tampak resah, langit mendung yang sedari tadi siang mulai menampakan gelagat memuntahkan kandungan airnya. Gerimis mulai turun tepat ketika mereka tengah berbaris dengan masing-masing memegang beberapa butir telur burung Maleo yang sudah dibungkus daun Kamunong, sejenis daun Palma. Ukuran yang besar membuatnya mudah terlihat, dan ironisnya itu juga yang membuat telur burung Maleo makin sulit didapat karena diburu banyak orang.
 
Para Pengantar Telur.
Walau ukuran burung Maleo kecil, tidak sampai sebesar ayam kampung, namun telur yang dihasilkannya bisa dua sampai tiga kali besar telur ayam. Kian hari, populasi satwa endemik Banggai ini makin sedikit. Mungkin, itu pula penyebab Upacara Tumpe yang biasanya diadakan di bulan September harus diundur ke awal bulan Desember. Kira-kira dibutuhkan 160 telur burung Maleo untuk mengadakan acara Tumpe.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...