![]() |
| Bus Tiga Perempat Mataram-Calabai. |
Menuju Tambora dari Mataram (Rute Desa
Pancasila)
Sebelumnya
perlu diketahui bahwa Tambora terletak
di Pulau Sumbawa bagian utara. Untuk menuju ke sana paling mudah kita mencari
angkutan ke Calabai (kota kecil dekat Pulau Satonda) kemudian turun di Kadindi,
sebuah desa kecil di Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu. Kadindi terletak sebelum
Calabai, jadi jangan sampai terlewat sampai Calabai. Dari Kadindi kita harus
naik ojek ke Desa Pancasila, basecamp pendakian Gunung Tambora. Atau kalau
berbanyak atau pintar merayu Pak Sopir, bus dapat mengantar langsung ke Desa
Pancasila.
Saya ingin
mengupas transportasi darat menuju Calabai dari dua bandara terdekat, yakni
dari Lombok dan Bima. Jika kawan berangkat dari Lombok, pastikan sudah di
Terminal Bertais sebelum jam sembilan pagi. Terdapat dua bus yang menuju
Calabai setiap hari dari Mataram, yakni Mulya Sejati dan Sri Rejeki dengan jam
pemberangkatan yang sama, jenis bus yang sama, dan harga tiket yang sama: Rp.
150.000,00 (2014). Namun dari bisik-bisik penumpang, bus yang saya sebut
belakangan kurang bertanggung jawab terhadap barang bawaan kita, entah benar
atau tidak.
![]() |
| Suasana di Dalam Bus. |
![]() |
| Muatan yang Overload. |
Harga
tersebut sudah termasuk tiket penyebarangan ke Sumbawa dari Lombok tapi tanpa
makan selama 17 jam perjalanan menuju Calabai. Jadi bagi kawan yang suka beser,
pikirkan baik-baik karena kesempatan ke toilet cuma dua kali: saat di feri dan
jam makan malam di warung antah berantah. Jika lancar maka akan sampai di
Kedindi pukul dua dini hari (yang pastinya sudah tidak ada ojek menuju Desa
Pancasila) karena itu minta tolonglah agar diantar sampai ke Desa Pancasila.
Tambahan,
terminal di Mataram terkenal akan calo-calonya yang “sangat ramah”, penumpang
belum turun dari taksi/bus saja sudah ditawari aneka destinasi pilihan.
Kalaupun tidak tertarik, mereka akan “dengan senang hati” membawakan barang
barang bawaan kita. Karena itu, sebaiknya membeli tiket di agen resmi bus yang
hendak kita tuju, lebih bagus lagi tidak perlu ke terminal, hehe..
Menuju Tambora dari Bima-Dompu
Jika memang
sudah tertinggal bus ke Calabai, kita dapat menuju Dompu terlebih dahulu dengan
waktu yang kurang lebih sama kemudian dilanjut bus ke Calabai keesokan harinya.
Dompu menjadi semacam persinggahan di jalur Bima-Jakarta, karena itu jenis bus
yang dapat kita pilih pun beragam, mulai dari ekonomi sampai AC eksekutif.
Sementara bagi
kawan yang tidak mau berdesakan selama 17 jam dapat mengambil penerbangan ke
Bima dari Jakarta untuk dilanjut angkutan darat selama empat jam ke Dompu.
Mengingat bus Dompu-Calabai cuma berangkat sehari dua kali yakni pukul enam
pagi dan dua siang, maka pastikan kedatangan di Dompu dari Bima direntang waktu
tersebut, kalau tidak terpaksa bermalam di Dompu atau rental mobil yang
pastinya lumayan mahal.
Bus
Dompu-Calabai juga bus tiga perempat yang sama seperti bus Mataram-Calabai
dengan tarif Rp. 15.000,00. Per 2014, jalan menuju Calabai sudah diperbaiki
yang katanya sebagai persiapan 200 tahun meletusnya Gunung Tambora pada April
2015 sehingga waktu tempuh hanya 3 jam saja.
Satu yang
unik saat melewati jalur darat Sumbawa, sepanjang jalan kita akan disuguhi pemandangan
sangat khas Tambora: padang rumput tempat peternakan kuda dan sapi. Pada siang
hari musim panas akan terkesan tandus dan gersang. Tiap padang dibatasi pagar
pohon untuk mencegah hewan ternak lari dari ladang penggembalaan. Eksostis bagi
mata saya.
![]() |
| Pelabuhan Pototano. |
Di bangku
depan saya duduklah ibu-ibu dengan putrinya yang masih kecil yang membawa
berkarung-karung buah kelapa. Heran, kenapa beliau rela membawa segitu
banyaknya barang dan berdesak-desakan, saya pun iseng bertanya. Apakah di Pulau
Sumbawa, khususnya di Calabai tidak ada buah kelapa? Dijawab dengan santai, “Ndak, banyak pohon kelapa di sana, ini
buat oleh-oleh saja.” Hehe.. tampakanya logika saya belum sampai untuk
memikirkan sampai ke situ.
Hmm… semoga
perjalanan ini menyenangkan, let’s hike!




Hahaaa....seru euyyy...!!!!
ReplyDelete*menunggu lanjutannya*
hehe... seph seph... makasie udah mampir uni.
Deletewah keren kakak...trimaksih ulasanya sangat membantu,,
ReplyDelete#sambilnunggukisahselanjutnyah :)
Sama-sama, senang bisa berguna bagi kawan sesama trekker.
DeleteSabar ya, besok launching kok. Ciehhh bahasanya, hehehe...
salim sepuh salam kenal kk ,,iya nih kk lagi galau menentukan moda apa yang mau dijadikan tumpangan untuk tiba di calabai pada tgl 8 april nanti,,,makelum lah pekerja terkungkung kalender :(
ReplyDeletedengan waktu yang super singkat tapu musti dg biaya murah :(
sesuai salah satu tulisan kk ,,yang promopacker #eikeh bangett yaaakk :D
#Bangga :D
Wahh... mantapppp...
DeleteNdak papa, sama kok sama aku, hehehe....
Ya tulisan saya sepertinya sudah cukup jelas. tinggal rajin mantengin jadwal dan harga tiket pesawat aja.
Kemarin mau lewat bima, tapi sepertinya pesawat cuma ada dari Jakarta atau Lombok, dan karena berhubung aku dari Semarang, maka penerbangan dari Surabaya-Lombok paling pas buatku. Penerbangan ke Bima sampainya juga sore (kalau ndak salah cuma sehari sekali) jadi pasti nginpe juga di Dompu. sama aja jatuhnya walau lebih nyaman, hehe...
Hallo mas salam kenal sebelumnya..:)
ReplyDeleteMas apakah punya info bagaimana menuju satonda dari calabai?
Mungkin mas nya punya infonya saya boleh dibantu kah?
Trima mas..
Salam kenal mas/mbak. Makasie udah mampir. Wah kemarin ada rencana ke satonda tapi ndak jadi. Setahuku itu penyebrangan per kapal lumayan mahal. Lupa harganya.. hehe.. bentar.. ada temen yang tau nomer pemilik perahu buat penyebrangan keknya. Tak tanyain dulu.
Deleteboleh nanya mas, kalo mau ke tambora dari surabaya, paling efisien waktu yang mana ya ?,, saya cuman punya waktu sedikit buat kesana ni
ReplyDeletehttp://obeliksndut.blogspot.co.id/
Ya pesawat mbak. hehe..
DeleteKalo boleh tau jadwal bus malam ke ke calabai dari Lombok dompu gan?
ReplyDeleteKalau bus malam ke Calabai saya kurang tahu, Mas/Mbak. Mungkin bisa ambil bus arah Bima.
DeleteSalam lestari!
ReplyDeleteTerima kasih untuk catatan pendakian dan perjalanannya. Sangat informatif lho... Saya senang bacanya dari awal sampai akhir.
Kalau dari Desa Pancasila kembali menuju ke Lombok, naik bis nya dari terminal mana Mas Dhani? Dan kalau masih simpan, bolehkah saya minta info nomor telepon Pak Syarief?
Terima kasih sebelumnya :)
Terima kasih, senang bisa membantu. untuk pulang, ada kok dari Calabay yang langsung ke Lombok. Namun kalau ketinggalan seperti saya tempo lalu, bisa ke dompu, dari sana banyak bis ke lombok dari bima. Nomornya sepertinya sudah raib deh, hiks..
Deletejam berapa aja keberangkatan bis dari mataram calabai
ReplyDeleteSudah saya tulis di artikel di atas mas/mbak.
DeleteAda no yang bisa di hubungi nggk
DeleteAda no agrn yang bisa di hubungi nggk
ReplyDelete+62 823-4069-3138 Pak Saiful.
DeleteAdano yang bisa di hubungi enggk
ReplyDelete