Dalam perjalanan pulang, aku dan Leila, teman seperjuangan dalam memburu baju lebaran di pasar yang penuh sesak itu terpaksa melewati jalur yang berbeda. Sebagai pendatang di kota metropolitan yang berbekal modal nekat dan ingatan samar-samar, alhasil kami nyasar entah kemana. Dan karena harga diri kami masih terlalu tinggi untuk bertanya, maka plang penunjuk jalan dan ‘dugaan samar-samar’ menjadi patokan utama untuk mencari jalan pulang.
Merdunya Alunan Biola di Taman Suropati
Penat, panas, gerah. Itulah yang kurasakan ketika tertarik dalam arus massa di Pasar Tanah Abang. Sebagai pusat grosir terbesar se-Asia Tenggara, tempat ini memang menawarkan harga yang terjangkau kalangan menengah ke bawah, maka tak heran jika ribuan orang memadatinya setiap hari. Apalagi pada hari-hari menjelang lebaran seperti ini, tidur di kosan sepertinya merupakan pilihan yang lebih baik.
Dalam perjalanan pulang, aku dan Leila, teman seperjuangan dalam memburu baju lebaran di pasar yang penuh sesak itu terpaksa melewati jalur yang berbeda. Sebagai pendatang di kota metropolitan yang berbekal modal nekat dan ingatan samar-samar, alhasil kami nyasar entah kemana. Dan karena harga diri kami masih terlalu tinggi untuk bertanya, maka plang penunjuk jalan dan ‘dugaan samar-samar’ menjadi patokan utama untuk mencari jalan pulang.
Dalam perjalanan pulang, aku dan Leila, teman seperjuangan dalam memburu baju lebaran di pasar yang penuh sesak itu terpaksa melewati jalur yang berbeda. Sebagai pendatang di kota metropolitan yang berbekal modal nekat dan ingatan samar-samar, alhasil kami nyasar entah kemana. Dan karena harga diri kami masih terlalu tinggi untuk bertanya, maka plang penunjuk jalan dan ‘dugaan samar-samar’ menjadi patokan utama untuk mencari jalan pulang.
[mybestfriend:bluemerry]
Serpong, 14.08.11
Biru mendominasi warna tubuhnya yang masih cakep walau tampak sticker sudah mengelupas di beberapa bagian. Jok yang mulus siap menyambut pantat mana saja yang mengajaknya jalan-jalan. Lampu spionnya masih saja seksi dan selalu siap memberitahu kabar dari arah belakang.
Penunjuk bensin yang bersikukuh untuk berhenti kerja, tergantikan suara indah dari arah tangki bensin ketika kau goyang-goyangkan joknya. “Klothak-klothak” artinya full gaz dan kalau tidak ada bunyi yang terdengar, itu artinya sebaiknya cepat-cepat mencari Pom Bensin terdekat. Sangat hemat energi sekali, sangat Go Green sekali.
Biru mendominasi warna tubuhnya yang masih cakep walau tampak sticker sudah mengelupas di beberapa bagian. Jok yang mulus siap menyambut pantat mana saja yang mengajaknya jalan-jalan. Lampu spionnya masih saja seksi dan selalu siap memberitahu kabar dari arah belakang.
Penunjuk bensin yang bersikukuh untuk berhenti kerja, tergantikan suara indah dari arah tangki bensin ketika kau goyang-goyangkan joknya. “Klothak-klothak” artinya full gaz dan kalau tidak ada bunyi yang terdengar, itu artinya sebaiknya cepat-cepat mencari Pom Bensin terdekat. Sangat hemat energi sekali, sangat Go Green sekali.
Lampu yang kompakan dengan penunjuk bensin, tetap saja menolak kerja walaupun sudah dilakukan berbagai macam penambahan fasilitas. Mana menempel ke badan hanya dengan bantuan seutas tali prusik karena bautnya sudah pensiun. Shockbreaker depan , lampu sign, AKI, dan kapas rem masih menjalankan tugasnya walaupun dalam masa purnatugas.
Subscribe to:
Posts (Atom)
