Showing posts with label Share. Show all posts
Showing posts with label Share. Show all posts

Suka Duka menjadi Promopacker

“Eh, jalan-jalan yuk ke Thailand, ada promo neh dari maskapai A*r*sia. Tapi tahun depan jalannya.”, ajak seorang teman. Di lain kesempatan seorang teman mengajak jalan ke Vietnam dengan tiket promo juga. Backpacking sedang booming akhir-akhir ini pada destinasi Asean yang murah meriah dan semakin digenjot dengan promo-promo dari berbagai maskapai budget. Ada yang menawarkan bayar sekali jalan untuk tiket pulang pergi, free seat, sampai diskon yang gila-gilaan.

On the Plane.
Belakangan ini gaya berpergian dengan mengandalkan tiket promo memang makin marak. Para promopacker makin banyak bermunculan dari kalangan muda, pekerja yang masih lajang, dengan penghasilan kelas menengah. Dengan tiket promo, biaya perjalanan bisa sangat murah dan waktu perjalanan yang dapat di-planning jauh-jauh hari.

Semarak Kemerdekaan dari Banggai

Sudah berhari-hari Banggai diguyur hujan, bahkan dua hari terakhir hujan turun dari pagi sampai pagi lagi. “Ntar kalau bendera sudah dikerek, sudah, berhenti hujannya.”, kata orang lokal. Semoga saja benar, tentu upacara peringatan kemerdekaan bakal menjadi amburadul jika tiba-tiba hujan datang. Pukul tujuh pagi itu, saya sudah berada di dalam barisan upacara di kilang gas Donggi Senoro. Inilah pertama kalinya mengikuti upacara dalam nuansa perusahaan.
 
 

Jika dipikir-pikir, sedikit terasa lucu atau bisa juga dikatakan ironis. Ketika inspektur upacara membahas soal Indonesia yang telah lepas dari tangan penjajah, upacara ini didirikan oleh perusahaan bermodal negara Jepang, salah satu mantan penjajah Republik Indonesia. Dua orang yang berdiri di depan saya, juga adalah ekspatriat Jepang yang merupakan petinggi maincontractor di proyek kilang gas ini.

Pengalaman Rental Sepeda Motor di Bali

Bagi yang ingin menikmati Bali hanya dalam rentang waktu tiga empat hari tentu mendambakan sarana transportasi yang aman dan cepat. Menggunakan transportasi umum akan menjadi sangat tidak efisien dan boros waktu jika dalam waktu yang hanya beberapa hari tersebut ingin mengunjungi banyak tempat sekaligus. Menjelajah pantai-pantai yang belum terjamah, menyusur jalur pedesaan sambil menikmati persawahan, atau sekedar jalan-jalan di kota tentu akan mudah dilakukan jika menggunakan sarana transportasi sendiri.

Menanyakan Arah.
Di Bali, magnet bagi wisatawan Indonesia bahkan mancanegara, rental sepeda motor atau mobil adalah pilihan yang tepat, praktis, dan nyaman. Pada kesempatan berkunjung ke Bali tempo hari saya memilih sepeda roda dua ini sebagai sarana transportasi selama di sana. Dan benar saja, mudah sekali. Praktis dan fleksibel. Memudahkan untuk berpergian ke tempat tujuan dan tentunya sangat menghemat biaya.

Life Just a Click, Goodbye Our Librarian

Saat sedang asyik menyelesaikan laporan yang menggunung, smartphone satu-satunya berdering sekali, pertanda ada pesan masuk. Ah, paling itu hanya pesan dari salah satu group berisik yang kuikuti. “Temans, emang Sandy meninggal?”, sebaris pesan itu langsung mengusik fokus dari laporan yang menuntut untuk dikirim siang itu juga. Jikalau ada kabar orang tua atau saudaranya teman yang meninggal tersiar, jujur aku hanya melihat sekilas, lalu turut mengucapkan belasungkawa, dan kembali ke rutinitas, that’s all.

Sandy.
But this time someone I knew, someone my age, died so suddenly. Pikiranku langsung terbayang ke masa kuliah dulu. Oke, aku memang termasuk mahasiswa yang paling tidak betah di kampus. Jarang masuk, sering telat, kadang pulang lebih dulu, dan kalaupun masuk selalu duduk di deretan tengah, buka buku komik, baca, dan kemudian tidur. Meskipun begitu, sebagai orang yang suka baca, perpustakaan adalah tempat favoritku di kampus. Dan nama yang disebut di pesan tersebut adalah penjaga perpustakaan itu.

Teringat Akan Kereta K3

Sumpek, harus berdesak-desakan, dan gelesotan di lantai gerbong karena tidak kebagian tiket mungkin adalah pemandangan yang lumrah pada kereta K3 dulu. Kereta api bak supermarket berjalan yang menawarkan segala jenis barang dan jajanan kepada penumpang. Portable charger, boneka, baju batik, pecel, gorengan, hingga oleh-oleh khas tiap daerah yang dilewati dapat kita peroleh tanpa keluar gerbong. Bahkan tanpa berdiri dari kursi. Ya, itulah sedikit gambaran kereta api ekonomi atau yang dikenal dengan kereta K3.

Adek-adek Penumpang K3.
Nama K3 ini sebenarnya berasal dari sistem penomoran tingkatan kereta api. Kelas ekonomi dikategorikan ke dalam kelas tiga. Oleh karena itu di gerbongnya tertulis K3, semisal K3 99207 mempunyai arti kereta kelas ekonomi dengan tahun pembuatan 1999. Digit ketiga dan empat adalah tahun pembuatan, sedangkan digit kelima adalah jenis bogie dan dua digit terakhir adalah nomer urut.

Kesialan-Kesialan Saat Naik Motor

Terkadang, jalan-jalan akan lebih asyik jika ditempuh dengan menggunakan sarana roda dua. Lebih flesibel dalam melewati rute yang kita tuju, lebih irit ongkos, dan tentunya lebih leluasa melihat pemandangan sekitar. Motor juga lebih lihai dalam menyusup di tengah kemacetan jalan raya. Namun, kadang kala, atau bagiku sering kali, kita mengalami kesialan saat naik motor. Kesialan yang semestinya dapat kita hindari.
 
Baluran (doc. Erika).
Hal-hal kecil dapat terjadi karena kelalaian atau terlalu bersemangat saat touring. Tapi, justru terkadang hal ini menjadi bumbu yang asyik saat perjalanan kita. Apa seh yang menarik dari perjalanan yang berjalan 100% lancar sesuai rencana? Bagiku jelas tidak ada. Bumbu-bumbu kejutan dan kesialan menjadi pemanis sekaligus asamnya perjalanan yang lezat.

Da, Dha, dan Arti Sebuah Nama

Ada pepatah yang mengatakan “Apalah arti sebuah nama?”. Aku bilang pepatah tersebut 100% keliru! Nama sangat penting artinya. Coba bayangkan nama Anda diganti kambing atau babi, dan ketika Anda komplain, orang yang memanggil cuma berkata “Kawan, apalah arti sebuah nama?”. Di beberapa kultur budaya, seperti Jawa, nama sangat penting artinya.

By the Name of D.
Sri Baginda Sunan Paku Buwana II membalik nama Kartasura menjadi Surakarta karena dianggap nama yang pertama banyak menimbulkan musibah dan bencana. Pada beberapa daerah, anak kecil yang sering sakit-sakitan harus diganti namanya agar sakitnya sembuh. Dianggap nama yang sebelumnya tidak cocok atau membawa sial.

I Forgot my Phone

Sebuah video di youtube yang layak menjadi perenungan bagi kita dewasa ini. Bagi kita generasi dua jempol dan kepala menunduk. Kita lebih mementingkan untuk share segala aktivitas kita sehari-hari ketimbang untuk menikmatinya dengan sepenuh hati.


Lebih memilih untuk menjalin komunikasi yang intens dengan teman atau bahkan orang yang tidak dikenal yang berada jauh dari kita, alih-alih orang di sekitar kita saat itu. Ironis memang. Kita asyik mengajak ketemuan atau kopdar di socmed, tetapi saat sudah bertemu malah sibuk sendiri-sendiri dengan gadget masing-masing.

Bunda Tuti dan Sampah

Saat turun dari Puncak Prau, ada sesosok pendaki tipikal pendaki ibukota berduit: gear serba deuter dengan stick pole di tangan. Jika biasanya pendaki (termasuk yang menulis) ingin turun secepatnya, ibu satu ini malah dengan sabar memunguti sampah-sampah di sepanjang jalur turun. Dari bungkus permen sampai botol air mineral beliau pungut satu-satu. Ternyata, ibu itu adalah sosok yang selama ini hanya kukenal lewat millist dan facebook.
 
Bunda Tuti Saat Memunguti Sampah.
Bermula dari mailing list aku mengenal sosok satu ini. Kala itu hendak mencari barengan buat ke Kerinci, namun sayang pada akhirnya harus batal terlaksana karena waktu yang tidak sejalan. Dari millist berlanjut ke social media facebook. Kebetulan pula ibu satu ini lumayan doyan bergentanyangan di dunia maya, sehingga komunikasi tidak terputus walau tidak sempat naik gunung bareng. Beliau mengaku sebagai Tuti Jail.

20 Lokasi Berkemah yang Harus Dikunjungi Sebelum Mati

Tulisan dan foto dalam post kali ini bukanlah hasil karyaku. Di sini aku cuma meposting ulang apa yang sudah kubaca dari internet (banyak sumber yang memuat isi yang sama, entah mana yang asli) dan kemudian menerjemahkan ke dalam Bahasa. Tempat-tempat yang diulas sungguh menawan hati dan sayang rasanya kalau tidak dishare, siapa tahu ada dari pembaca yang berencana ke sana dan kita bisa sharing cost, syukur-syukur dibayarin, hehe.. 

So, here we go!

1. Arches National Park, Utah

 


Jalan-jalan ke Loakan Buku Bekas

Sebagai orang yang ‘kadang’ mengaku dan dijuluki kutu buku, aku senang menyempatkan untuk mengunjungi loakan buku bekas yang selalu ada di kota-kota besar. Walau sekarang ini buku bacaan sangat mudah untuk didapatkan baik di toko buku besar maupun secara online, hunting buku di loakan bagiku tetap memiliki sensasi yang berbeda. Berhasil mendapatkan buku bagus dan langka yang original tentu menjadi suatu kebanggan tersendiri.

Pemandangan di Shopping.
Loakan buku yang paling terkenal mungkin adalah Kwitang yang sekarang sudah tidak ada lagi. Popularitas Kwitang makin terangkat berkat sebuah film remaja Ada Apa dengan Cinta garapan Rudy Soedjarwo. Gara-gara film ini pula, ketika pertama kali ke Jakarta dahulu, tempat pertama yang ingin kudatangi adalah loakan buku Kwitang, and I did!

Semeru Semarak

Saat itu pukul tujuh malam, langit malam meneteskan gerimis kecil ketika kami tiba di Ranukumbolo. Di pinggiran danau yang luas itu telah ramai oleh ribuan pendaki. Ada yang tengah asyik memasak makan malam, mengobrol, atau berteriak-teriak mencari temannya. Atau ada juga yang seperti kami berdua, kebingungan mencari tanah lapang untuk mendirikan tenda.

Ratusan tenda di Ranukumbolo..
Tak bisa dipungkiri, gunung tertinggi di Pulau Jawa ini memang menjadi primadona bagi para pendaki gunung. Selain dari segi keindahan alam yang tiada duanya, kisah tentangnya pun ikut mendongkrak popularitas gunung ini. Sebut saja kisah Soe Hok Gie yang menjadi semacam ‘dewa’ bagi para pecinta alam.  Kisah lain yang tak kalah serunya yakni cerita fiksi 5 cm yang memilih Semeru sebagai setting utama. Tentu, tidaklah bijak jika kita mencerca pendaki yang ke Semeru berkat kisah-kisah tersebut.

Gunung 3000 mdpl di Pulau Jawa

Sebagai pusat pemerintahan, Pulau Jawa menyimpan banyak gunung-gunung yang bisa membuat kita berdecak kagum. Secara total terdapat 12 gunung yang memiliki ketinggian di atas 3000 mdpl. Semua gunung tersebut terbentang dari ujung barat ke ujung timur pulau dengan populasi terbanyak tersebut. Selain indah, gunung-gunung dengan tinggi sepertiga ketinggian Gunung Everest tersebut sangat menantang untuk didaki.

Kerucut Puncak Arjuno.
1.       Pangrango 3.019 mdpl
Di daftar pertama terdapat gunung Pangrango yang terletak  paling barat dari deretan gunung 3000 m di Jawa. Rute yang jelas dan banyaknya sumber air membuat gunung satu ini menjadi favorit para pendaki, terutama yang berasal dari ibukota. Puncaknya seh biasa aja dengan tugu triangulasi, tetapi di sebelahnya terdapat Lembah Mandalawangi yang banyak ditumbuhi edeilweis. Sedap sekali tentunya.

Trip Paling Mengenaskan

Pernahkah kawan mengalami sebuah trip yang penuh dengan kejadian yang tidak mengenakan alias apes? Maksudku kesialan yang terus-menerus terjadi sehingga seperti hendak membatalkan perjalanan kita. Kalau ya, berarti kita senasib. Kalaupun tidak, silahkan simak cerita berikut, kisah perjuangan untuk menuju Ciwidey, Bandung.

Kawah Putih.
“Lei, ke Bandung modal patungan 50 ribu naik motor cukup ga?”
“Cukup!”
“Sabtu-minggu ini ke Bandung yuk!”
“Ayukkk!!!!”

Berlebaran di Batui

Batui adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Dari Luwuk, Ibukota Banggai, masih harus menempuh perjalanan darat melewati pesisir pantai kurang lebih satu jam dengan kendaraan roda empat. Dan pada lebaran tahun ini, untuk pertama kalinya dalam 28 tahun, aku tidak merayakannya di kampung halaman. Untuk kali ini gema takbir kudengar dari Batui, kampung pesisir di Celebes.

Nelayan Batui.
Saat di tempat baru tentu kita merasa asing dan secara otomatis membandingkan dengan tradisi dan budaya tempat asal kita. Tak terkecuali saat di Batui aku merasakan shock culture tersebut. Banyak hal baru yang kualami di sini dan tentu menarik untuk diceritakan. Dari makanan, bahasa setempat, dan adat istiadat.

Tujuh Lokasi yang Asyik Buat Nenda

Bagi pecinta kegiatan di alam bebas khususnya yang berkaitan dengan gunung tentu akrab dengan aktivitas bertenda. Kadang kala kita harus mendirikan tenda di tempat yang terpencil dan seadanya. Tetapi ada juga lokasi bertenda dengan view yang membuat kita betah berlama-lama. Malahan kadang kita memang sengaja datang ke lokasi tersebut untuk sekedar bertenda alih-alih menuju puncak. Berikut adalah lokasi bertenda yang asyik menurutku. Asyik di sini aku definisikan dari segi ketersediaan sumber air, kenyamanan, dan view yang membuat kangen.

Plawangan.

1.    Plawangan
Plawangan sejatinya adalah pos terakhir sebelum mendaki ke puncak Gunung Rinjani. Lokasi yang berada di pinggir tebing ini mempunyai panorama yang sungguh tiada bandingannya. Dari sini kita dapat menikmati indahnya Danau Segara Anak dari ketinggian. Bayangkan saja pada sore hari duduk bersama kawan-kawan dengan segelas kopi panas di tangan, beuh.. nikmat kawan! Sumber air berada tidak jauh dari lokasi tenda yang dapat menampung sampai 30 tenda ini. Ohya, hati-hati akan logistik yang kita bawa karena banyak monyet nakal di sini.

#kompetisi #mendaki #gunung

Terinsipirasi dari twit @sepatumerah tentang #kompestisi #travelling, saya ingin menuliskan suatu hal yang mirip pada kegiatan mendaki gunung. Saya sendiri mengartikan pendaki gunung adalah orang yang meluangkan waktunya untuk mendaki sebuah gunung dengan tujuan untuk menikmati keindahannya atau untuk memompa andrenalin mengingat kondisi alamnya yang ekstrem sekaligus indah. Bahasa kerennya climber.


Edeilweis Papandayan.
Sebagian pendaki menganggap mendaki gunung sebagai sebuah kompetisi. Merasa levelnya lebih tinggi jika telah mendaki gunung lebih banyak dari pada kompetitornya. Merasa lebih jagoan kalau bisa dan sudah pernah mendaki gunung yang lebih tinggi, lebih ekstrem, atau lebih cepat dari kompetitornya. Merasa lebih benar jika peralatan yang dibawa lebih lengkap, lebih bermerk, dan lebih terkini.

Cara-cara Unik Turun dari Angkot



Siapa seh yang gak pernah naik angkot? Sarana transportasi yang pasti ada di setiap kota besar di Indonesia, mempunyai sebutan berbeda-beda di tiap daerahnya. Ada yang menyebutnya mikrolet, elf (baca: elep), kol (dari merk colt), taksi, bemo, dan lain sebagainya. Nah, kali ini saya ingin mengupas hal kecil dari angkot, cara orang atau ucapan orang yang naik angkot ketika hendak turun, unik-unik loh.


Contoh angkot di Kota Padang. (doc. steppinoff.blogspot.com)

Angkot (kepanjangan dari Angkutan Kota) sendiri saya definisikan sebagai sarana transportasi non travel dan non bus dengan kapasitas 10-15 orang. Di pedesaan istilah ini harusnya menjadi angkudes (angkutan pedesaan) tetapi orang seringkali tetap menyebut angkot untuk gampangnya. Kapasitas angkot sendiri relatif karena di daerah pedesaan bisa saja dipaksakan sampai dua kalinya plus barang bawaan tentunya, fiuh, yang penting keangkut kawan! 

Bioskop, aku cinta padamu



Sebagai orang yang mempunyai komitmen tinggi akan tontonan yang berkualitas dan anti-bajakan, ciee…, saya selalu memilih untuk menikmati film di layar lebar. Yah, alasan lainnya seh saya tidak punya dan tidak ingin punya televisi sampai sekarang. Nah dari situ banyak pengalaman-pengalaman menarik yang saya alami.

Ilustrasi. (doc anonim)
Sempat saya bekerja di daerah Serpong dengan mall –yang diikuti bioskop tentunya- yang seabrek. Jika ada film bagus yang sedang diputar, bisa seminggu 3-4x saya meluangkan waktu ke bioskop terdekat. Karena itu juga saya lebih memilih menonton di hari kerja, selain tentunya lebih murah, suasana di dalam lebih sepi dan jarang suara berisik anak kecil.

My Dream Journey



Kata-kata adalah doa. Sering sekali saya mendengar ungkapan ini, dan mungkin benar adanya. Masaru Emoto dalam bukunya, The True Power of Water, melakukan percobaan dengan “memberikan” sejumlah kata-kata ke tiap-tiap bejana yang diisi air dan melihat penampakan Kristal yang terbentuk darinya.

Nepal. (by Dmitri Alexander in adventure.nationalgeographic.com)
Dari situ didapatkan air yang diberikan kata-kata positif seperti ‘cinta’ dan ‘terima kasih’ menghasilkan bentuk kristal yang indah sekali. Dan sebaliknya, air yang diberikan kata-kata negatif seperti ‘bodoh’ dan ‘tidak bisa’ menghasilkan Kristal yang jelek bahkan tidak berbentuk.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...