Hal-hal kecil dapat terjadi karena
kelalaian atau terlalu bersemangat saat touring.
Tapi, justru terkadang hal ini menjadi bumbu yang asyik saat perjalanan kita.
Apa seh yang menarik dari perjalanan yang berjalan 100% lancar sesuai rencana?
Bagiku jelas tidak ada. Bumbu-bumbu kejutan dan kesialan menjadi pemanis
sekaligus asamnya perjalanan yang lezat.
1.
Kehabisan bensin
Kesialan satu ini tentu tidak bakal
terjadi jika kita rajin mengecek indikator bensin, dengan catatan indikator
berfungsi dengan baik. Namun lain ceritanya jika indikator tersebut mati. Yang
ada kita harus menggunakan ilmu kira-kira, atau lebih canggih lagi: pasang
pelampung kecil di tangki, kalau digoyang-goyang bunyinya ‘klontang-klontang’, berarti sudah saatnya mampir ke pom bensin
terdekat. :p
2.
Ban bocor di jalan
Kalau yang ini tentu sulit kita
prediksi. Bisa dari faktor internal dari kita yang malas mengecek kondisi ban
atau faktor eksternal para tukang tambal ban yang nakal. Kalau Anda kaya dan
malas mendorong motor, naikin saja sambil jalan pelan-pelan. Paling-paling kudu ganti ban dalam, apesnya kudu ganti pelek. :p
Jika motor habis bensin atau ban
bocor tentu mau tidak mau harus dituntun. Masih mendingan kalau cuma ban bocor,
bisa dinyalain sambil dituntun. Paling apes
itu kalau bensin habis di malam hari, hujan lebat, nuntun sejauh satu kilo
lebih, dan parahnya diketawain mbak-mbak di pinggir jalan! #curcol
3.
Tersesat gara-gara GPS
Tersesat adalah wajar bagi orang yang
baru datang ke suatu daerah tertentu. Di era modern saat ini kita makin
dimanjakan dengan teknologi, sebut saja GPS untuk memberikan navigasi arah yang
hendak kita tuju. Namun bagaimana jadinya jika kita justru tersesat gara-gara
GPS saat hendak mencari jalan pintas? Tentu memalukan sekali! Hahaha.. *makin
lama makin pelan*
4.
Mati lampu
Pernah jalan malam dengan lampu depan
mati? Aku pernah. Bukan karena aku tidak bisa beli lampu atau malas membetulkan
motor. Namun entah kenapa, ketika sudah masuk bengkel sampai 3 kali, ganti
lampu sampai 5 kali hingga stok habis dan tiada toko buka, lampu depan tetap
saja mati. Alhasi perjalanan Tegal-Cirebon harus ditempuh dalam gelap gulita!
5.
Ketilang
Nah, bagi pengendara motor yang
sedikit usil dan pelupa tentu tidak asing dengan kesialan satu ini. Empat belas
kali ditilang tentu menjadikan siapa saja terbiasa. Dari tidak bawa SIM (baca:
belum punya), tidak membawa STNK, melanggar marka jalan, menerobos lampu merah,
atau motor tidak ada (bukan tidak nyala, tapi TIDAK ADA) lampu menjadi
penyebabnya. Yak, ketilang dapat menimpa siapa saja dan di mana saja.
Waspadalah!
6.
Kehabisan oli
Untuk kasus ini mungkin sedikit
jarang dialami oleh kawan-kawan. Namun aku pernah mengalaminya. Saat berkendara
jam 2 pagi dari Karawang ke Bekasi, tiba-tiba motor tidak bisa jalan dan harus
menuntun di pagi buta untuk mencari bengkel buka. Sebaiknnya kesialan ini
dihindari semaksimal mungkin jika tidak ingin sampai turun mesin. :)
7.
Kecemplung Rawa
Saya yakin sial yang ini lebih jarang
lagi dialami oleh kawan-kawan biker sekalian. Bukan aksi heroik melintasi rawa,
bukan pula sedang menguji kendaraan anti air. Kejadian ini murni ‘kesialan’
karena tidak mengecek kedalaman air. Di pikir tidak dalam karena tiba-tiba ada
genangan air dan ada terusan jalan di depan, eh, tahu-tahu sudah ambles
setinggi pinggang, hehe…

No comments:
Post a Comment