Alam Liar dan Kisah Argopuro

Embun pagi dan bau tanah pagi hari menyeruak masuk ke sanubari. Gerimis yang semalam iseng menyapa sekitaran tenda menambah harum pagi ini. Tidak mau kalah, dingin yang menusuk tulang ikut datang tidak mau ketinggalan. Di kejauhan, kabut pekat masih belum rela melepas pelukan dari permukaan danau yang jernih bak kaca. Pagi itu, Danau Taman Hidup seperti menyambut kami dengan segala keindahannya yang hendak menuju Puncak Argopuro.

Cikasur.
Dikisahkan, Argopuro adalah tempat pelarian Dewi Rengganis karena tidak merasa diakui oleh ayahnya Prabu Brawijaya. Bersama patih dan pengikutnya yang setia beliau melarikan diri dari istana. Hal ini mungkin bukan hanya cerita isapan jempol, di puncaknya masih dapat kita lihat sisa-sisa seperti pura dan bangunan lainnya. Mungkin karena itu pula, gunung ini disebut demikan. Dari kata argo yang berarti gunung dan puro berarti pura.

Adanya kisah yang menjadi legenda di Argopuro menambah suasana mistis yang kurasakan. Sebut saja Danau Taman Hidup, Rawa Embik, Puncak Rengganis, dan Cikasur. Semua tempat tersebut mengeluarkan aura yang kental sekali. Menyimpan cerita pilu dan magis akan kehidupan masa lalu. Argopuro telah membuatku terdiam.

Ketika alam liar berpadu dengan kisah yang pilu maka akan meninggalkan kesan yang mendalam. Sebut saja Cikasur, hamparan sabana bekas bandara udara angkatan perang Jepang ini terkenal akan kesan horornya. Diceritakan di sini terjadi pembantaian para pekerja oleh prajurit Jepang. Acapkali, di tengah malam buta terdengar derap langkah tentara. Kabut dan embun di pagi hari seperti menguatkan cerita itu untuk dikisahkan kembali.

Menuju Danau Taman Hidup.
Memancing di Danau Taman Hidup (doc. Adil).
Danau Taman Hidup.
Daun Jancuk'an.
Menuju Cisentor.
Jalur Pendakian
Gunung yang memiliki tinggi 3.088 meter dari permukaan laut ini dapat dicapai dari dua jalur: Bremi di Probolinggo dan Barderan di Situbondo. Bremi dapat ditempuh dengan bus Akas dari Terminal Probolinggo sedangkan Barderan paling mudah dituju dari arah Situbondo.

Paling asyik (dan biasanya) ketika mendaki gunung ini kita menggunakan kedua jalur tersebut. Entah dari Bremi atau Barderan tidak masalah mengingat dari kedua jalur banyak ditemukan sumber air. Waktu yang biasa dibutuhkan untuk mendaki adalah 4 hari 3 malam mengingat Argopuro adalah gunung dengan rute pendakian terpanjang se-Jawa. Enaknya, jalur pendakiannya tidak menanjak, malahan landai dengan banyak sabana. Asyik sekali.

Puncak Rengganis.
Danau Taman Hidup dari Puncak Argopuro.
Sabana yang Terbakar.
Dari Bremi kita akan melewati Danau Taman Hidup yang memikat hati (3 jam), dilanjutkan perjalanan di padang ilalang yang terkenal dengan bukit penyesalan untuk menuju Cisentor sebagai base terakhir untuk menuju puncak (8 jam). Hati-hati pada rute ini mengingat adanya beberapa percabangan dan di sini pula biasanya pendaki tersesat. Di tengah jalan terdapat aliran sungai yang disebut Aengkenek. Hati-hati pula saat melangkah, Daun Jancuk’an (jelatang) tak pandang buluh untuk membuat siapa saja yang lewat kesakitan.

Di Cisentor terdapat aliran sungai yang lumayan deras. Di sini pula kita dapat menaruh perlengkapan untuk submit attack (3 jam) melewati Rawa Embik. Namun jangan salah, puncak tertinggi Argopuro bukan di Puncak Rengganis, namun sekitar 500 meter darinya. Dari puncak triangulasi kita dapat melihat Danau Taman Hidup dan terdapat sebuah tugu triangulasi. Puncaknya rapat tertutup pepohonan.

Perjalanan dari Cisentor dilanjutkan ke Cikasur (3 jam) melewati sabana. Pada musim kemarau, sabana ini seringkali terbakar. Cikasur adalah bekas bandara udara yang kini terbengkalai. Ada bekas bangunan dan dibelakangnya terdapat sumber air yang mengalir deras. Selada air yang hidup di situ dapat kita jadikan tambahan lauk saat bersantap.

Menuju Barderan (8 jam) adalah perjalanan panjang yang melelahkan. Rute diawali padang sabana, hutan dan perbukitan, dan diakhiri dengan perladangan yang panjang dengan batu-batu tajam. Sebaiknya pergunakan alas kaki yang baik.

Selada Air di Cikasur.
Menuju Barderan.
Demikian sedikit gambaran akan jalur pendakian Argopuro. Alam liarnya yang indah sayang sekali untuk dilewatkan bagi pecinta pegunungan. Namun sebaiknya saat pertama kali kemari bersama orang yang sudah mengenal jalur pendakian. Have a nice climbing, keep safe, clean, and fun climbing. (dm 022814)

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...